Menko Polhukam: Jangan Mengatasnamakan Islam untuk Lawan Pemerintah Menko Polhukam Mahfud MD (Foto: antaranews)

MerahPutih.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan bahwa agama Islam tidak mengajarkan umat manusia melawan kekuasaan dengan mengatasnamakan Islam dengan cara kekerasan.

Menurut Mahfud, Islam adalah Rahmatan Lil-alamin (Rahmat bagi semesta) sehingga jangan merasa mau melawan kekuasaan mengatasnamakan Islam dengan kekerasan.

Baca Juga

Menkopolhukam Bantah Presiden Jokowi Tuding Umat Islam Radikal

"Ndak ada ceritanya melawan pemerintah atau mengajak orang lain masuk Islam dengan kekerasan," katanya di Pekalongan, Minggu (8/12).

Ia lantas menceritakan perjuangan Nabi Muhammad SAW saat masih hidup hingga wafat tidak pernah sekali pun memaksa manusia masuk Islam dengan cara memaksa maupun kekerasan karena Allah menciptakan dengan perbedaan.

Demikian pula, dengan kondisi negara Indonesia yang diragami dengan banyak perbedaan namun dapat bersatu karena berdasar Pancasila.

Menkopolhukam Mahfud MD menerima ucapan selamat dari Presiden Joko Widodo seusai dilantik di Istana Negara Jakarta, Rabu (23/10). ANTARA FOTO/desca Lidya Natalia.
Menkopolhukam Mahfud MD menerima ucapan selamat dari Presiden Joko Widodo seusai dilantik di Istana Negara Jakarta, Rabu (23/10). ANTARA FOTO/desca Lidya Natalia.

"Negara Pancasila, Islam sekarang ini sudah bagus sehingga mari kita kembangkan Islam yang ramah bukan Islam yang marah," katanya.

Ia mengatakan perkembangan Islam yang ramah ini sudah ditunjukan oleh para ulama terdahulu dan kini diwarisi oleh para ulama-ulama yang hadir pada acara di sini (Acara Silaturahim Ulama, Umaro, TNI, dan Polri).

Baca Juga

Menko Polhukam Mahfud MD Sebut Dalam Politik Tidak Ada Musuh Abadi

Saat ini, kata dia, ajaran Islam Rahmatan Lil-alamin terus dikembangkan ke seluruh Indonesia demi untuk eksistensi negara menjadi "baldatun thoyyibatun wa robbun Ghofur".

Oleh karena itu, siapapun tidak dibenarkan memaksakan kehendak terutama dalam beragama. Inilah nilai-nilai yang dianut oleh pendiri bangsa ini ketika menentukan dasar negara yang kemudian disepakati dan dirumuskan menjadi Pancasila.

“Jadi Pancasila itu adalah perjanjian suci, mitsaqon gholidho, antara para pendiri bangsa ini yang nilai-nilainya mengambil dan mencontoh ajaran Nabi,” tandas Mahfud.

Baca Juga

Menkopolhukam Pastikan Tidak Ada Pencekalan terhadap Rizieq Shihab

Dalam kesempatan itu, Menteri Pertahanan era Abdutrrahman Wahid mengajak para Kiai dan Habaib yang hadir mengembangkan Islam yang ramah bukan Islam yang marah. Seperti yang pernah dilakukan Nabi Muhammad dan ulama di nusantara dahulu. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH