Menkeu Purbaya: Kesehatan Tetap Jadi Prioritas APBN 2026, Anggaran Naik 13,2 Persen

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Senin, 09 Februari 2026
Menkeu Purbaya: Kesehatan Tetap Jadi Prioritas APBN 2026, Anggaran Naik 13,2 Persen

Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: MerahPutih.com/Asropih

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tetap menempatkan sektor kesehatan sebagai salah satu prioritas utama dalam APBN 2026. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Konsultasi Lintas Komisi DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/2).

“Kita ketahui bersama bahwa APBN 2026 didesain tetap ekspansif dan sustainable untuk mendukung delapan agenda prioritas, termasuk kesehatan berkualitas melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN),” kata Purbaya.

Pemerintah mengalokasikan anggaran kesehatan sebesar Rp 247,3 triliun, meningkat 13,2 persen dibandingkan 2025, untuk meningkatkan akses layanan, kualitas pelayanan kesehatan, serta proteksi keuangan masyarakat dalam memenuhi biaya kesehatan. Alokasi tersebut mencakup dukungan iuran bagi 96,8 juta peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) JKN.

Selain itu, dari total belanja APBN 2026 sebesar Rp897,6 triliun, sekitar 59 persen manfaatnya ditujukan bagi masyarakat desil 1–5, sementara 41 persen lainnya mencakup masyarakat desil 6–10.

“Terlihat keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat,” imbuh Purbaya.

Baca juga:

Pemerintah Siapkan Pendanaan Gentenisasi, Tidak Andalkan APBN dan APBD

Defisit APBN Melebar, Ekonomi Downfall

Iuran Indonesia ke Dewan Perdamaian Gaza Ala Trump Sebagian Bakal Dari APBN

Pemerintah juga menutup defisit JKN yang terjadi pada periode 2014–2019 akibat perbedaan antara iuran dan manfaat layanan, melalui dukungan APBN serta penyesuaian kebijakan dalam Perpres 75/2019 juncto Perpres 64/2020.

Dukungan lain diberikan melalui iuran ASN, pensiunan, dan veteran, serta skema Program for Result (PforR) untuk reformasi JKN yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas layanan, akses kesehatan, dan efisiensi belanja sektor kesehatan.

Sejak 2021, iuran peserta PBPU dan BP kelas 3 disamakan dengan peserta PBI, yakni Rp42.000 per orang per bulan, dengan rincian Rp35.000 dibayar peserta dan Rp7.000 ditanggung pemerintah. Pemerintah saat ini juga tengah menyiapkan Rancangan Peraturan Presiden untuk menghapus piutang dan denda iuran PBPU/BP kelas 3 guna mendorong kepesertaan aktif.

Purbaya menegaskan berbagai program pemerintah tersebut memberikan manfaat langsung bagi seluruh lapisan masyarakat dan mencerminkan komitmen negara dalam mewujudkan layanan kesehatan yang berkualitas. (Pon)

#Purbaya Yudhi Sadewa #Kesehatan #APBN
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita
Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya
Dampak ekonomi global terhadap Indonesia pada 2026 mencakup suku bunga AS, inflasi, ekspor komoditas, investasi, dan tantangan APBN.
ImanK - Kamis, 15 Oktober 2026
Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya
Indonesia
Begini Pendapatan Pajak Sampai 30 September 2026, Pajak Penjualan Barang Mewah Naik Drastis
PPN dalam negeri tumbuh 51,3 persen menjadi Rp 369,5 triliun, antara lain didorong aktivitas perdagangan besar bahan bakar minyak (BBM).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Begini Pendapatan Pajak Sampai 30 September 2026, Pajak Penjualan Barang Mewah Naik Drastis
Indonesia
Ungkap Arah APBN 2027, Menkeu Suahasil: Kejar Pertumbuhan 6 Persen Tetap Jaga Disiplin Fiskal
APBN 2027 menganggarkan belanja Rp 4.106,3 triliun dengan defisit Rp 671,2 triliun atau 2,4 persen PDB untuk mendukung target ekonomi 6 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
Ungkap Arah APBN 2027, Menkeu Suahasil: Kejar Pertumbuhan 6 Persen Tetap Jaga Disiplin Fiskal
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan