Menkeu Diminta Segera Sahkan Dana untuk Anak Yatim Piatu Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti. Foto: Humas DPD

MerahPutih.com - Ketua DPD RI, La Nyalla Mattalitti meminta kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani segera menyetujui anggaran untuk anak-anak yatim piatu yang telah disahkan oleh Komisi VIII DPR RI.

Bekas Ketua Umum PSSI ini menegaskan kesiapan lembaganya untuk mengawal penyaluran anggaran anak yatim yang telah resmi disahkan tersebut.

Baca Juga

DPD Ingatkan Nasib Guru Honorer Tidak Boleh Terkatung-katung

"Saya kira anggaran untuk anak yatim piatu ini amat penting untuk dialokasikan, terlebih di tengah masa pandemi COVID-19, di mana banyak anak-anak kehilangan orang tua mereka akibat terpapar COVID-19," ujar La Nyalla, Kamis (23/9).

Sebagaimana diketahui, dalam sidang Komisi VIII anggaran yang dialokasikan untuk anak yatim piatu tersebut telah diketok palu. Namun, anggaran itu belum disetujui oleh Menteri Keuangan.

LaNyalla mengaku akan meminta jajarannya di DPD RI untuk bersama-sama melakukan monitoring terhadap anggaran tersebut. Ia tak mau anggaran tersebut jatuh kepada tangan yang tak berhak menerima, apalagi jika sampai diselewengkan.

"Kita harus mengawal anggaran ini agar sampai kepada anak yatim piatu yang berhak mendapatkan bantuan. Tidak boleh ada data yang keliru karena ini amanat," ujarnya.

Anggaran untuk anak yatim piatu senilai Rp11,6 triliun telah diketok palu oleh Komisi VIII DPR RI. Anggaran sebanyak itu diperuntukkan bagi 4,05 juta orang untuk tahun anggaran 2022.

Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti. (Foto: MP/Istimewa)
Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti. (Foto: MP/Istimewa)

Menurut LaNyalla, anggaran ini merupakan bentuk komitmen pemerintah terhadap anak-anak yatim piatu, terlebih yang menjadi korban COVID-?19.

"Anggaran ini merupakan perhatian pemerintah terhadap anak yatim piatu dan kita ketahui jumlah anak yatim piatu bertambah cukup signifikan yang disebabkan kasus meninggal orang tua anak karena COVID-19," tutur dia.

Senator asal Jawa Timur ini mengajak masyarakat untuk ikut mengawal distribusi anggaran tersebut agar sampai kepada mereka yang benar-benar sesuai kriteria. Menurutnya, masyarakat perlu mengawal mulai dari pendataan hingga pencairan, jangan sampai ada anak yatim piatu yang terlewat.

"Masyarakat yang mengetahui terdapat anak yatim piatu, apalagi yang disebabkan COVID19, maka harus membantu memasukkan datanya," ajak LaNyalla.

Sebagai bagian dari kelompok yang tahu betul kondisi di sekitar mereka, LaNyalla menilai masyarakat lah yang tahu betul kondisi dan keadaan anak-anak yatim piatu.

Itu sebabnya LaNyalla meminta masyarakat berpartisipasi aktif membantu anak-anak yatim piatu agar tersentuh program bantuan pemerintah ini.

"Mungkin ada anggota masyarakat yang tidak memahami mekanismenya sehingga tidak mendaftarkan. Dalam kasus seperti ini masyarakat harus membantu anak yatim tersebut," kata La Nyalla. (Pon)

Baca Juga

Ketua DPD Apresiasi Polda Jatim Asuh Anak Yatim Piatu Korban COVID-19

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Wanita di Balik Layar Perdamaian Arteria dan Ibunya dengan Anggiat Pasaribu
Indonesia
Wanita di Balik Layar Perdamaian Arteria dan Ibunya dengan Anggiat Pasaribu

Arahan Ketua DPR tersebut telah dilaksanakannya dengan baik

Anies Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem
Indonesia
Anies Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem

"Pulau Jawa khususnya di kawasan pesisir utara masih memiliki risiko curah hujan ekstrem," ucap Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (22/2).

[Hoaks atau Fakta]: Tiongkok Kirim Donasi Rp213 Triliun Buat Palestina
Lainnya
[Hoaks atau Fakta]: Tiongkok Kirim Donasi Rp213 Triliun Buat Palestina

Unggahan itu pun lantas mengundang komentar dari beberapa masyarakat, mengingat kabar perang Palestina-Israel tengah ramai menjadi perbincangan.

49 Ribu Pemudik Balik ke Jakarta, 276 Dinyatakan Reaktif COVID-19
Indonesia
49 Ribu Pemudik Balik ke Jakarta, 276 Dinyatakan Reaktif COVID-19

Polda Metro Jaya, mencatat telah melakukan tes atau pemeriksaan swab antigen terhadap 49.424 pemudik. Hasilnya, 276 orang dinyatakan reaktif COVID-19.

Kebahagiaan Pemilik Sarana Hunian Pariwisata di Lombok Saat Ada Superbike
Indonesia
Kebahagiaan Pemilik Sarana Hunian Pariwisata di Lombok Saat Ada Superbike

Pelaksanaan pembangunan Sarhunta di KSPN Mandalika totalnya sebanyak 915 unit. Jumlah tersebut terbagi menjadi dua yakni 300 unit di Kabupaten Lombok Tengah untuk mendukung ajang MotoGP dan 98 unit di Kabupaten Lombok Utara.

 Pecatan Pegawai KPK yang Curi Emas 1,9 Kg Masih Berstatus Saksi
Indonesia
Pecatan Pegawai KPK yang Curi Emas 1,9 Kg Masih Berstatus Saksi

Saat ini, polisi tengah menyelidiki lebih lanjut tentang dugaan kasus tersebut

Jurnalis Tangerang Minta Jenderal Listyo Sigit Tangkap Penganiaya Jurnalis Tempo
Indonesia
Jurnalis Tangerang Minta Jenderal Listyo Sigit Tangkap Penganiaya Jurnalis Tempo

Kapolri tolong tangkap pelaku dan adili, agar tak terulang dan menjadi efek jera

Lima Poin Pembicaraan Jokowi dan Menlu Prancis
Indonesia
Lima Poin Pembicaraan Jokowi dan Menlu Prancis

Presiden Jokowi menyampaikan terima kasih atas dukungan vaksin Prancis ke Indonesia yang jumlah totalnya akan mencapai 4,8 juta dosis

Kompolnas: Narasi Densus 88 Harus Dibubarkan dari Kelompok Terorisme dan Radikal
Indonesia
Kompolnas: Narasi Densus 88 Harus Dibubarkan dari Kelompok Terorisme dan Radikal

Dalam wawancara dengan para narapidana terorisme, mereka menganggap Polisi itu 'thogut'

Soal Aturan Makan 20 Menit, Puan: Jangan Sampai Jadi Lelucon
Indonesia
Soal Aturan Makan 20 Menit, Puan: Jangan Sampai Jadi Lelucon

Puan khawatir apabila aturan tersebut hanya sekadar dibuat tanpa penjelasan lanjutan maka akan dianggap sebagai lelucon semata. Imbasnya akan membuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan turun.