Menkes Ungkap Kekhawatiran Terjadi Lonjakan COVID-19 Pasca-Hari Raya Tangkapan layar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers PPKM yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin (4/10/2021). (ANTARA/ Zubi Mahrofi)

MerahPutih.com - Lonjakan kasus COVID-19 biasanya terjadi setelah hari besar keagamaan.

Maka dari itu, untuk mengantisipasi adanya lonjakan gelombang ketiga, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyiapkan sejumlah strategi.

Salah satunya dengan mengontrol aktivitas masyarakat selama Hari Natal dan Tahun Baru.

Baca Juga:

PON Papua jadi Klaster COVID-19, Begini Reaksi Menpora

"Kalau pada Desember kita bisa pastikan untuk mengontrol dengan baik, maka di bulan Januari dan Februari kita berhasil aman," kata Budi dalam Seminar Sekolah Sespimti Polri Dikreg ke-30 dan Sespimmen Polri Direg ke-60 secara virtual, Rabu (6/10).

Dalam kesempatan tersebut, Budi juga berharap seluruh pihak dapat bekerja sama untuk mengurangi mobilitas agar tidak terjadinya lonjakan kasus.

"Karena pada dasarnya mobilitas yang luar biasa itu akan menyebabkan lonjakan kasus COVID-19," terangnya.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia Republik Indonesia Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU berbagi strategi penangangan COVID-19 dalam konferensi "Special Ministreal Conference for ASEAN Digital Public Health" pada Rabu (5/10/2021) (ANTARA/Maria Cicilia Galuh)
Menteri Kesehatan Republik Indonesia Republik Indonesia Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU berbagi strategi penangangan COVID-19 dalam konferensi "Special Ministreal Conference for ASEAN Digital Public Health" pada Rabu (5/10/2021) (ANTARA/Maria Cicilia Galuh)

Budi menjelaskan, lonjakan pertama pada Januari-Februari lalu disebabkan oleh kegiatan keagaman Natal dan Tahun Baru pada Desember 2020.

Lalu lonjakan kedua pada Juli-Agustus kemarin disebabkan oleh kegiatan keagamaan Idul Fitri.

"Karena semua lonjakan di kita itu terjadi sesudah acara keagamaan, bukan yang rutin yang mingguan ya, bukan tiap Jumat ke masjid atau tiap Minggu ke gereja, tetapi ritual keagamaan hari besar," kata Budi.

Potensi penularan pada kegiatan keagamaan, menurut Budi, lebih berbahaya dari kegiatan perdagangan, transportasi, pariwisata, kantor atau pabrik, dan pendidikan.

"Pertama Januari-Februari itu karena ada hari besar keagamaan Natal dan Tahun Baru, kita meledak bulan Juli karena ada hari besar yang namanya Lebaran," kata dia.

Baca Juga:

Pasien COVID-19 di RSDC Wisma Atlet Berkurang 14 Orang

Budi kemudian menjelaskan, belum ada sejarah di mana pandemi berakhir dalam waktu cepat, melainkan butuh waktu sekitar 5-10 tahun.

Maka dari itu, fokus utama penanganan pandemi ini yaitu menekan laju penularan virusnya.

"Bagaimana kita bisa mengendalikan laju penularan, menekan penularan agar orang yang dirawat karena COVID-19 tidak lebih banyak dibandingkan dengan kapasitas RS," tutup Budi. (Knu)

Baca Juga:

Kasus COVID-19 Cukup Terkendali, Satgas Ingatkan Masyarakat Jangan Terlena

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polda Jateng Tetapkan Dua Tersangka Kasus Jual Beli Minyak Goreng Oplosan
Indonesia
Polda Jateng Tetapkan Dua Tersangka Kasus Jual Beli Minyak Goreng Oplosan

Polda Jawa Tengah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus menjual belikan minyak goreng oplosan di wilayah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Presiden Jokowi Bermalam di Kabupaten Jayapura
Indonesia
Presiden Jokowi Bermalam di Kabupaten Jayapura

Kepala Negara dijadwalkan bermalam di Kabupaten Jayapura, sebelum memulai rangkaian kegiatan kunjungan kerja di Papua keesokan harinya

Panja Surati Pimpinan DPR Minta RUU TPKS Dibawa ke Rapat Paripurna
Indonesia
Panja Surati Pimpinan DPR Minta RUU TPKS Dibawa ke Rapat Paripurna

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI akan mengadakan rapat pleno pengambilan keputusan tingkat 1 Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) pada Selasa (5/4) besok. "Kalau sesuai jadwal, besok sudah pleno pengambilan keputusan di tingkat 1 Baleg," kata Ketua Panitia Kerja RUU TPKS Willy Aditya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/4).

Ganjar Bakal Hadapi Dilema Saat Maju Pilpres 2024
Indonesia
Ganjar Bakal Hadapi Dilema Saat Maju Pilpres 2024

Ganjar harus mengalkulasi karena ia punya modal elektabilitas (keterpilihan). Kalau Ganjar bisa seperti Jokowi yang akhirnya didukung PDIP dalam pilpres maka layak Ganjar bertahan.

Tanggapan Ridwan Kamil Soal Sosok Kepala IKN Dimaksud Jokowi
Indonesia
Tanggapan Ridwan Kamil Soal Sosok Kepala IKN Dimaksud Jokowi

Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil memilih tak banyak berkomentar dan tak mau berandai-andai.

Impor Naik, Defisit Neraca Perdagangan Migas Meningkat
Indonesia
Impor Naik, Defisit Neraca Perdagangan Migas Meningkat

Posisi cadangan devisa pada akhir Juni 2022 mencapai USD 136,4 miliar, setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor

DPR Desak Satgas yang Dibentuk Pemerintah Tuntaskan Masalah Kebocoran Data
Indonesia
DPR Desak Satgas yang Dibentuk Pemerintah Tuntaskan Masalah Kebocoran Data

Ketua DPR RI, Puan Maharani mendesak satgas bekerja secara cepat untuk menuntaskan masalah kebocoran data.

Didukung Ganjar Maju Pilgub Jateng, Gibran: Selesaikan Solo Dulu
Indonesia
Didukung Ganjar Maju Pilgub Jateng, Gibran: Selesaikan Solo Dulu

"Saya menyelesaikan pekerjaan di sini dulu (Wali Kota) sampai akhir jabatan selesai," pungkasnya.

Delegasi G20 Dijamu dengan Makam Malam ala Keraton Yogyakarta
Indonesia
Delegasi G20 Dijamu dengan Makam Malam ala Keraton Yogyakarta

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi venue utama pertemuan G20 selain DKI Jakarta dan Bali.

Forum B20 Bahas Pasar Karbon dan Penyaluran Dana Biayai Transisi Energi
Indonesia
Forum B20 Bahas Pasar Karbon dan Penyaluran Dana Biayai Transisi Energi

Sektor energi merupakan sektor yang memiliki tantangan yang paling kritis untuk beralih ke energi berkelanjutan sebagai upaya mengurangi emisi karbon yang menjadi penyebab gas rumah kaca.