Menkes Siapkan Dua Strategi Perang Melawan COVID-19 Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan soal strategi menghadapi COVID-19 di Lapangan Promoter Polda Metro Jaya, Kamis (11/2). ANTARA/Fianda SJofjan Rassat

MerahPutih.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan dua strategi untuk memenangkan perang melawan pandemi virus corona (COVID-19).

Menurut Budi, teknik pertama adalah strategi surveillance atau bahasa militernya intai. Di sana bisa diketahui di mana musuhnya dan mereka bergerak di mana saja.

Baca Juga

Budi Gunadi Sadikin Akan Buat Permenkes Vaksinasi Gotong Royong

"Dulu dilacaknya pakai teknik interograsi sekarang pakai teknik testing dan tracing," kata Budi di Lapangan Promoter Polda Metro Jaya, Kamis (11/2).

Menurut perhitungan Kementerian Kesehatan, pelaksanaan penelusuran (tracing) membutuhkan 30 tracer per-100 ribu penduduk dan harus tersebar di seluruh lokasi desa sehingga dibutuhkan minimal 80 ribu tracer di seluruh desa.

Setelah melakukan pelacakan kepada virus, strategi kedua untuk bisa menang perang melawan pandemi COVID-19 adalah dengan membunuh virus COVID-19 dengan vaksin.

"Bunuhnya dengan apa? Bunuhnya dengan vaksin. Nah sekarang vaksin ini harus diberikan ke 181 juta rakyat Indonesia," katanya.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (ketiga kanan) bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kedua kiri) dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman (kanan) melepas personel Polri saat Apel Kesiapan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) dan Tenaga Kesehatan Polri di Lapangan Promoter, Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (11/2/2021). Polri menyiapkan 40.366 personel Bhabinkamtimbas dan tenaga kesehatan yang bertindak sebagai pendeteksi dini dalam mengantisipasi penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa.
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (ketiga kanan) bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kedua kiri) dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman (kanan) melepas personel Polri saat Apel Kesiapan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) dan Tenaga Kesehatan Polri di Lapangan Promoter, Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (11/2/2021). Polri menyiapkan 40.366 personel Bhabinkamtimbas dan tenaga kesehatan yang bertindak sebagai pendeteksi dini dalam mengantisipasi penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa.

Kalau masing-masing disuntik dua kali, artinya mesti suntik 362 juta suntikan. "Sekali lagi ini adalah perang, kita harus membunuh musuh, kita menggaet bapak-bapak dari Polri dan TNI," kata Budi.

Pada kesempatan yang sama, Kepolisian Republik Indonesia telah menyiapkan tenaga kesehatan dari unsur Polri akan yang ditugaskan sebagai vaksinator dan tracer COVID-19.

Saat ini Polri telah menyiagakan 13.500 personel tenaga kesehatan. 900 orang telah dilatih untuk vaksinator oleh Bapelkes dan BPK Kemenkes.

"12.600 personel lainnya dalam waktu dekat akan diberikan pelatihan serupa," ungkap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Listyo juga mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan 40 ribu personel yang akan diterjunkan sebagai tracer penyebaran virus COVID-19 di seluruh daerah.

"Polri juga siapkan 40.336 personel Bhabinkatibmas di seluruh daerah untuk bertindak sebagai tracer sebagai langkah deteksi dini dalam mengantisipasi penyebaran virus corona," ujar Listyo. (Knu)

Baca Juga

Kapolri Sebut COVID-19 Rusak Seluruh Sendi Kehidupan, Menkes: Mirip Perang Dunia I dan II

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kemendagri Soroti Pelanggaran Protokol Kesehatan Saat Pendaftaran Cakada ke KPU
Indonesia
Kemendagri Soroti Pelanggaran Protokol Kesehatan Saat Pendaftaran Cakada ke KPU

"Peraturannya sudah jelas, jadi bagi yang melanggar protokol kesehatan harus mendapatkan sanksi," tegasnya

COVID-19 AS Lewati Angka 11 Juta Kasus
Dunia
COVID-19 AS Lewati Angka 11 Juta Kasus

Jumlah kasus virus corona di Amerika Serikat melewati 11 juta pada hari Minggu (15/11).

Revisi UU Pemilu Membuat DPR Terbelah
Indonesia
Revisi UU Pemilu Membuat DPR Terbelah

Revisi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum atau RUU Pemilu membuat DPR terbelah.

Rasio Pajak Rendah Bikin Pembangunan Tidak Optimal
Indonesia
Rasio Pajak Rendah Bikin Pembangunan Tidak Optimal

"Seluruh upaya untuk bisa meningkatkan penerimaan negara dan menghasilkan tax ratio yang meningkat adalah tugas sangat penting,” ujar Sri Mulyani.

Sastrawan 'Hujan Bulan Juni' Sapardi Djoko Damono Meninggal Dunia
Indonesia
Sastrawan 'Hujan Bulan Juni' Sapardi Djoko Damono Meninggal Dunia

Tak hanya menulis sajak dan puisi, pria yang lahir pada 20 Maret 1940 itu juga memiliki karya tulis lain berupa esai dan cerita pendek

Wagub DKI Patuhi Instruksi Mendagri
Indonesia
Wagub DKI Patuhi Instruksi Mendagri

"Pokoknya kami patuh pada aturan dan ketentuan," papar Riza

Lima Gedung Milik Pemprov DKI Ditutup Akibat Sejumlah Pegawai Terpapar Corona
Indonesia
Lima Gedung Milik Pemprov DKI Ditutup Akibat Sejumlah Pegawai Terpapar Corona

Sebanyak lima gedung milik Pemprov DKI Jakarta ditutup sementara akibat ada sejumlah pegawai terkonfirmasi terpapar virus corona.

Pemulihan Ekonomi dan Sosial Masih Jadi Fokus Kebijakan Fiskal 2022
Indonesia
Pemulihan Ekonomi dan Sosial Masih Jadi Fokus Kebijakan Fiskal 2022

Dari sisi belanja, upaya dilakukan melalui pengendalian belanja agar lebih efisien, lebih produktif, dan menghasilkan dampak berantai yang kuat terhadap perekonomian

Mabes Polri Klaim Keluarga Ketahui Penyebab Meninggalnya Maaher At-Thuwailibi
Indonesia
Mabes Polri Klaim Keluarga Ketahui Penyebab Meninggalnya Maaher At-Thuwailibi

Polri menyatakan bahwa pihak keluarga sudah mengetahui jenis penyakit yang diderita oleh Soni Eranata atau Maaher At-Thuwailibi saat meninggal dunia di Rutan Salemba cabang Bareskrim Polri.

Jakarta PSBB Total, Nasib Ojek Online Selamat
Indonesia
Jakarta PSBB Total, Nasib Ojek Online Selamat

Selain ojek online, Anies memberlakukan pembatasan okupansi dan jam operasional angkutan umum, serta menghilangkan ganjil genap.