Menkes Sebut Euforia Selalu Diikuti Kenaikan Kasus COVID-19 Tangkapan layar Menkes Budi Gunadi Sadikin (tengah) saat menghadiri RDP Komisi IX yang diikuti dari YouTube DPR RI di Jakarta, Senin (8/11/2021). (ANTARA/Andi Firdaus).

MerahPutih.com - Euforia di masyarakat saat kasus COVID-19 sedang menurun selalu diikuti dengan peningkatan angka terkonfirmasi positif.

"Semua kenaikan kasus itu selalu terjadi sesudah penurunan, karena kita euforia. Kita lupa kita ingin buru-buru terbuka sehingga naik lagi dan itu terjadi terus sudah dua kali kalau bisa jangan terjadi lagi," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IX yang diikuti dari YouTube DPR RI di Jakarta, Senin (8/11).

Budi mengatakan, dinamika dari syarat melakukan perjalanan terus dibahas oleh pemerintah hingga ke rapat kabinet.

Baca Juga:

Penambahan COVID-19 Dalam 24 Jam Berhasil Ditekan Jadi 244 Kasus

Dalam diskusi itu, kata Budi, pemerintah memberikan kebijakan terkait prinsip "gas dan rem" dalam mengantisipasi penularan COVID-19 serta memastikan roda perekonomian tetap berjalan baik.

"Posisi kami adalah ingin memastikan karena keputusan di rapat kabinet itu Bapak Presiden Joko Widodo ada gas dan ada remnya. Kemenkes di sini berfungsi sebagai rem," katanya, seperti dikutip Antara.

Budi berpendapat akan lebih baik bila kebijakan PPKM diberlakukan secara hati-hati, terutama menghadapi Natal dan Tahun Baru 2022 dalam waktu dekat.

Kemudian yang kedua, kata Budi, Indonesia dijadwalkan memiliki banyak penyelenggaraan acara internasional pada 2020.

"G20 itu banyak sekali, COP-26 juga akan dilakukan di Indonesia dan di Bali," katanya.

Ilustrasi - Petugas medis menyiapkan vaksin yang akan disuntikan kepada pelajar dalam kegiatan vaksinasi lanjutan yang digelar BIN Daerah Jateng di SMA Negeri 2 Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat (15/10/2021). (ANTARA/Sumarwoto)
Ilustrasi - Petugas medis menyiapkan vaksin yang akan disuntikan kepada pelajar dalam kegiatan vaksinasi lanjutan yang digelar BIN Daerah Jateng di SMA Negeri 2 Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat (15/10/2021). (ANTARA/Sumarwoto)

Budi mengaku sangat khawatir bila euforia masyarakat berujung pada lompatan kasus COVID-19 pada Januari-Februari 2022.

"Itu tidak ada yang mau datang nanti kepala negara G20 ke kita," katanya.

Menurut Budi akan lebih baik bila kebijakan pemerintah terkait PPKM bersifat konservatif dan gradual mengingat situasi pandemi COVID-19 di tanah air yang semakin membaik.

"Kita tahan dulu, jangan berlebihan euforianya, nanti kalau kita bisa lewati Januari-Februari dengan baik, ke depan kita bisa lebih baik karena kita sudah lebih ketemu cara menangani pandemi ini," ujarnya.

Baca Juga:

COVID-19 Membaik, Menteri Luhut: Jumlah Pemakaman Seperti Sebelum Pandemi

Budi memastikan kebijakan pemerintah terkait skema gas dan rem terus dibahas dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi yang ada.

"Bukan hanya (persyaratan) perjalanan yang kita harus jaga, terutama kalau di mata saya yang paling rawan aktivitas hari keagamaan besar yang kemudian melibatkan liburan," katanya.

Menurut Budi upaya yang sedang dilakukan pemerintah saat ini adalah menekan pergerakan masyarakat saat liburan hingga penambahannya bisa di bawah 5 persen. (*)

Baca Juga:

Termasuk DKI, Luhut Temukan Tren COVID-19 di 43 Wilayah Jawa-Bali Naik Lagi

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Harta Kekayaan Anies Naik 2 Kali Lipat Setelah Tiga Tahun Jabat Gubernur
Indonesia
Harta Kekayaan Anies Naik 2 Kali Lipat Setelah Tiga Tahun Jabat Gubernur

Harta kekayaan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan naik dua kali lipat setelah tiga tahun menjabat sebagai orang nomor satu di ibu kota.

[HOAKS atau FAKTA]: Megawati Meninggal Dunia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Megawati Meninggal Dunia

Indonesia merupakan bangsa yang dikenal karena kebudayaan dan peradaban yang baik

Jokowi: Saya Ingin Masyarakat Mudah Dapat Vaksin
Indonesia
Jokowi: Saya Ingin Masyarakat Mudah Dapat Vaksin

Presiden Jokowi meninjau langsung program vaksinasi COVID-19 di sejumlah daerah termasuk di Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin (13/9).

Tinjau Bangkalan, Kapolri Paparkan Langkah Selamatkan Warga dari Risiko COVID-19
Indonesia
Tinjau Bangkalan, Kapolri Paparkan Langkah Selamatkan Warga dari Risiko COVID-19

Forkompimda setempat harus bergerak cepat memaksimalkan 3T

UMP DKI 2022 Dikabarkan Direvisi Lagi, Begini Tanggapan Wagub Riza
Indonesia
UMP DKI 2022 Dikabarkan Direvisi Lagi, Begini Tanggapan Wagub Riza

"Sekarang sudah diputuskan angka 5,1 tapi kalo ada perkembangan lain nanti kita akan liat," ucap Riza di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (24/12).

Di KTT EAS, Jokowi Ingatkan Kedamaian di Laut China Selatan
Dunia
Di KTT EAS, Jokowi Ingatkan Kedamaian di Laut China Selatan

Telah disepakati Bali Principles sebagai rules of the game untuk mewujudkan hubungan antar negara yang bersahabat dan saling menguntungkan.

Mahfud MD soal PeduliLindungi: Indonesia Lebih Baik dari AS Terkait COVID-19
Indonesia
Mahfud MD soal PeduliLindungi: Indonesia Lebih Baik dari AS Terkait COVID-19

"Nyatanya kita berhasil mengatasi COVID-19 lebih baik dari AS," sambungnya.

Wali Kota Surabaya Sebut Bisa Vaksinasi Seluruh Warga Dalam 20 Hari
Indonesia
Wali Kota Surabaya Sebut Bisa Vaksinasi Seluruh Warga Dalam 20 Hari

"Jika Surabaya dapat 2 juta dosis langsung diselesaikan dalam waktu 20 hari. Kalau dapat dua juta untuk dosis dua, maka Surabaya siap menyelesaikan dalam waktu 40 hari," kata Eri.

Nyaris 10 Ribu Warga Gunung Kidul Terdampak Kekeringan
Indonesia
Nyaris 10 Ribu Warga Gunung Kidul Terdampak Kekeringan

Selanjutnya, Kecamatan Rongkop menjadi wilayah yang mendapatkan bantuan terbanyak kedua

Polisi Buka Kemungkinan Buka-Tutup Jalan Ring 1 dan 2 di Bandung Saat 'Weekday'
Indonesia
Polisi Buka Kemungkinan Buka-Tutup Jalan Ring 1 dan 2 di Bandung Saat 'Weekday'

Adapun penutupan jalan pada akhir pekan itu, dilakukan dua kali