Menkes Prediksi Puncak Kasus COVID-19 Terjadi di Bulan Desember Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin meminta seluruh pihak untuk bersiap-siap menghadapi prediksi peningkatan kasus COVID-19 yang akan segera terjadi dalam waktu satu atau dua pekan ke depan.

“Kita sudah monitor secara daily (harian), harusnya kalau feeling saya kita akan mencapai puncaknya antara satu atau dua pekan ke depan. Kemungkinan puncaknya itu akan tercapai,” kata Menteri Budi dalam ISICAM 2022 yang diikuti di Jakarta, Jumat.

Baca Juga:

Angka Kesembuhan Harian Lampaui Penambahan Pasien Baru COVID-19

Budi menekankan pemerintah terus melakukan pemantauan setiap harinya, untuk mengamati tren COVID-19 di Indonesia dari seluruh indikatornya.

Sayangnya, terlihat bahwa sejak varian XBB dan BQ.1 masuk ke Indonesia, jumlah orang yang terinfeksi semakin banyak dan patut diwaspadai. Saat ini saja, kasus positif di Indonesia sudah berada dalam skala 8.000-an kasus per harinya.

Dengan kehadiran dua varian tersebut, Budi memperkirakan jumlah kasus yang ditemukan akan mencapai 10.000-15.000 kasus per harinya, dengan keterisian tempat tidur di rumah sakit (BOR) jauh lebih rendah dibandingkan dampak dari varian-varian sebelumnya.

Selain itu, pemerintah juga menggencarkan sero survey per enam bulan sekali untuk mengetahui titer antibodi milik masyarakat, yang dilakukan bersama FKM-UI.

Baca Juga:

84 Persen Pasien COVID-19 Meninggal Belum Divaksin Booster

Melalui sero survey itu, pemerintah dapat mengetahui dalam jangka waktu berapa lama antibodi masyarakat mengalami penurunan dan daerah mana yang perlu segera di booster. Sero survey juga membuktikan bahwa Indonesia memiliki antibodi yang sangat tinggi, sehingga tidak terlalu terdampak gelombang COVID-19 seperti yang terjadi di negara lain.

“Kita punya datanya by name by address sekarang untuk 205 juta dari populasi kita, kita bisa prediksi di daerah mana kita harus memberikan booster,” ujarnya.

Budi mengingatkan meski antibodi sudah tinggi dan kasus masih di bawah prediksi monitoring pemerintah, semua pihak harus segera melengkapi dosis vaksinasinya dan tidak mengabaikan situasi saat ini.

Jika Indonesia berhasil menjaga jumlah kasus seperti saat ini, sampai dengan dua pekan ke depan, maka masyarakat tidak perlu menghadapi gelombang COVID-19 yang dapat menghambat berjalannya segala aktivitas dan perekonomian negara.

“Jika kita bisa mengendalikannya, maka Indonesia juga akan menjadi salah satu negara yang tidak mengalami gelombang besar dalam 12 bulan,” katanya. (*)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Varian Baru COVID-19 Berasal dari Vaksin

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Sekolah Khusus Olahraga Segera Dibangun di Solo
Indonesia
Sekolah Khusus Olahraga Segera Dibangun di Solo

"Meski masih dalam tahap perencanaan, pembuatan sekolah khusus ini mampu jadi solusi agar KKO jenjang SD yang sekarang ada bisa melanjutkan ke jenjang SMP dan SMA," kata Gibran

Presiden Jokowi Bertolak ke Belgia Hadiri Pertemuan Uni Eropa-ASEAN
Indonesia
Presiden Jokowi Bertolak ke Belgia Hadiri Pertemuan Uni Eropa-ASEAN

"Iya betul," ujar Deputi Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin di Jakarta, Selasa (13/12).

Polda DIY Siagakan 3.775 Personel Selama Mudik Lebaran 2022
Indonesia
Polda DIY Siagakan 3.775 Personel Selama Mudik Lebaran 2022

Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta menyiagakan 3.775 personel gabungan untuk mengamankan arus mudik dan arus balik Lebaran 2022.

Hujan dari Sore hingga Dini Hari, Tangerang Selatan Dikepung Banjir
Indonesia
Hujan dari Sore hingga Dini Hari, Tangerang Selatan Dikepung Banjir

Banjir melanda sejumlah kawasan Tangerang Selatan pada Jumat malam (15/7). Banjir terjadi akibat hujan deras yang turun selama beberapa jam juga hujan ringan yang terjadi hingga dini hari (16/7).

[HOAKS atau FAKTA]: Virus Cacar Monyet Bermutasi, Warga Harus Pakai Masker
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Virus Cacar Monyet Bermutasi, Warga Harus Pakai Masker

Badan Kesehatan Dunia atau WHO mengungkapkan, bahwa mekanisme penularan cacar monyet melalui udara belum bisa divalidasi dan masih dilakukan penelitian.

Risma Pastikan Tidak Ada Korupsi dalam Program Percepatan Ekonomi Papua
Indonesia
Risma Pastikan Tidak Ada Korupsi dalam Program Percepatan Ekonomi Papua

Kemensos bekerja sama dengan Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua untuk upaya percepatan pemberdayaan sosial dan akses ekonomi yang semakin meluas untuk kesejahteraan masyarakat.

Presiden Ukraina Minta Bantuan Sistem Pertahanan Udara ke Pemerintah Baru Italia
Indonesia
Presiden Ukraina Minta Bantuan Sistem Pertahanan Udara ke Pemerintah Baru Italia

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada Selasa (25/10), meminta bantuan sistem pertahanan udara ke Italia.

Besok Aliansi Buruh Demo di Kantor Anies Soal UMP 2022
Indonesia
Besok Aliansi Buruh Demo di Kantor Anies Soal UMP 2022

Sejumlah aliansi buruh berencana akan berunjuk rasa di Balai Kota DKI pada Rabu (20/7) besok.

Gubernur Jateng Minta Pemerintah Pusat Kaji Ulang Rencana Impor Beras
Indonesia
Gubernur Jateng Minta Pemerintah Pusat Kaji Ulang Rencana Impor Beras

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta untuk mengkaji ulang rencana kebijakan impor beras karena dapat mengakibatkan harga hasil panen di kalangan petani menjadi jatuh.

Pemecatan Ferdy Sambo Jadi Pintu Masuk Jerat Pihak Lain
Indonesia
Pemecatan Ferdy Sambo Jadi Pintu Masuk Jerat Pihak Lain

Putusan sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) menjatuhkan sanksi pemecatan terhadap mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo (FS).