Menkes Kesal Indonesia Disebut Tak Mampu Deteksi Virus Corona Menkes Terawan Agus Putranto ketika mengunjungi pengungsi di Kampus Universitas Borobudur, Jakarta Timur, Kamis (2/1/2020).(FOTO ANTARA/Prisca Triferna)

MerahPutih.com - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto masih melakukan koordinasi tentang teknis pemulangan 238 WNI yang sedang diobservasi di Natuna, terkait virus corona, ke keluarga masing-masing. Terawan juga memastikan, 238 orang WNI yang diobservasi itu dalam kondisi sehat.

"Mereka sehat, kalau tidak sehat ya gimana. Kami yakin karena dia datang dengan sehat, ini posisinya adalah kondisi sehat," kata dia kepada wartawan, Selasa (11/2).

Baca Juga:

Ini Langkah Pemerintah Antisipasi Dampak Virus Corona terhadap Pariwisata

Ia lantas mengomentari ucapan seorang ilmuwan dari Universitas Harvard Marc Lipsitch yang menilai kalau seharusnya Indonesia sudah ada kasus virus corona. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menganggap penilaian Marc sebagai bentuk penghinaan.

Terawan menerangkan bahwa pencegahan yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk mencegah adanya virus novel corona sudah sesuai dengan standar internasional. Apalagi, Terawan menyebut kalau peralatan yang dimiliki Indonesia didatangkan dari Amerika Serikat.

"Itu namanya menghina itu. Wong peralatan kita kemarin di-fix-kan dengan Duta Besar AS. Kita menggunakan dari AS. Kit-nya dari Amerika," terang dia.

Tugu peringatan darurat bagi Li Wenliang, dokter yang pertama kali memberi peringatan mengenai wabah virus korona. REUTERS/Stringer/wsj/djo (REUTERS/STRINGER)
Tugu peringatan darurat bagi Li Wenliang, dokter yang pertama kali memberi peringatan mengenai wabah virus korona. REUTERS/Stringer/wsj/djo (REUTERS/STRINGER)

Penilaian Marc tersebut berdasarkan studi penelitian kemungkinan atau potensi menyebarnya virus corona ke negara lain di dunia berdasarkan jumlah perjalanan atau penerbangan dari Wuhan ke negara tersebut.

Menkes Terawan sangat terbuka apabila kemudian ada penelitian yang dilakukan terhadap prosedur pencegahan virus novel corona di Indonesia.

"Supaya enggak ada yang menyangsikan lagi, pemilik kita, sudah negara lain yang sudah terakreditasi sudah mengakui WHO juga sudah mengakui, alat juga dari sana," ujarnya.

"Kalau ada orang lain mau melakukan survei dan dugaan yo silakan saja, tapi jangan mendiskreditkan suatu negara," pungkasnya.

Baca Juga:

Pemerintah Inggris Naikkan Status Risiko Virus Corona, WNI Diminta Waspada

Virus Corona yang merebak dari Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok (2019-nCoV) seharusnya sudah ditemukan atau menyebar ke Indonesia, demikian hasil sebuah studi yang baru-baru ini diterbitkan oleh para ilmuwan dari Universitas Harvard, Amerika Serikat pekan ini.

Meski demikian, penting diingat bahwa penelitian yang terbit di jurnal medRxiv pada Rabu (5/2/2020) itu, belum ditinjau atau dievaluasi oleh para ilmuwan lain. Biasanya dalam proses yang disebut peer-review akan ditemukan kelemahan dalam sebuah penelitian.

Studi ini meneliti tentang kemungkinan atau potensi menyebarnya virus corona ke negara lain di dunia berdasarkan jumlah perjalanan atau penerbangan dari Wuhan ke negara tersebut. (Knu)

Baca Juga:

Pemerintah Dituntut Umumkan Bawang Putih tak Bisa Sebarkan Virus Corona

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Partai Demokrat Usung Idris-Imam di Pilkada Depok
Indonesia
Partai Demokrat Usung Idris-Imam di Pilkada Depok

Imam menegaskan, akan segera melakukan deklarasi untuk memperkenalkan secara resmi kepada masyarakat luas pasangan Mohammad Idris- Imam Budi Hartono.

TNI Diminta Tingkatkan Kemampuan dan Persenjataannya Hadapi CBRN
Indonesia
TNI Diminta Tingkatkan Kemampuan dan Persenjataannya Hadapi CBRN

Selain itu, dalam operasi militer selain perang (OMSP), TNI juga menghadapi tantangan baru

Proyek Sirkuit MotoGP Mandalika Mulai Bersihkan Lahan
Indonesia
Proyek Sirkuit MotoGP Mandalika Mulai Bersihkan Lahan

PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) sudah tidak perlu khawatir lagi dengan gangguan sengketa lahan.

TACB Protes Spanduk Machfud-Mujiaman Tutupi Gedung Cagar Budaya
Indonesia
TACB Protes Spanduk Machfud-Mujiaman Tutupi Gedung Cagar Budaya

"Yang pasti TACB belum mengeluarkan izin rekomendasi terkait hal ini," tegasnya.

  Buka Riwayat Perjalanan Pasien Corona Hanya Ciptakan Kepanikan di Masyarakat
Indonesia
Buka Riwayat Perjalanan Pasien Corona Hanya Ciptakan Kepanikan di Masyarakat

"Sebetulnya kita inginnya menyampaikan, tapi kita juga berhitung mengenai kepanikan dan keresahan di masyarakat, juga efek nantinya pada pasien apabila sembuh," kata Jokowi.

Kapolda Metro Janji Transparan Terkait Kasus Kematian Laskar FPI
Indonesia
Kapolda Metro Janji Transparan Terkait Kasus Kematian Laskar FPI

“Polda Metro Jaya akan transparan dan memberikan ruang kepada komnas HAM, agar hasil investigasi ini menjadi akuntabel di mata publik,” katanya

KPK Dalami Aliran Duit Korupsi PT Dirgantara Indonesia ke Dirut PT PAL
Indonesia
KPK Dalami Aliran Duit Korupsi PT Dirgantara Indonesia ke Dirut PT PAL

KPK sebelumnya menyebut Budiman diduga turut bersama-sama sejumlah mantan petinggi PT Dirgantara Indonesia menerima aliran dana senilai Rp96 miliar.

Pengungsi Merapi Butuh Popok dan Masker Medis
Indonesia
Pengungsi Merapi Butuh Popok dan Masker Medis

"Bayi dan balita butuh banyak popok. lebih praktis. Tak perlu cuci celana lagi," katanya.

Pesan BPIP untuk Calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo
Indonesia
Pesan BPIP untuk Calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo

Presiden Joko Widodo mengajukan Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo menjadi calon Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis.

Update COVID-19 Rabu (6/5): 12.438 Kasus Positif, 2.317 Pasien Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 Rabu (6/5): 12.438 Kasus Positif, 2.317 Pasien Sembuh

Yuri mengungkapkan jumlah penambahan 120 pasien menjadi 2.317 yang sembuh.