Menkes: Kalau Sehat Enggak Perlu Pakai Masker Masker mana yang lebih efektif menghalau virus corona? (Foto: Tech ARP)

Merahputih.com - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menilai penjualan masker di apotek-apotek meningkat drastis karena masyarakat berlebihan dalam menyikapinya. Menurut Terawan, masyarakat tak perlu panik membeli masker hanya karena ancaman virus corona.

"(Masker) untuk yang sakit supaya tidak menulari orang lain kalau sakit. Kalau sehat enggak perlu (Pakai Masker)," kata Terawan kepada wartawan, Minggu (16/2).

Baca Juga:

Antisipasi Virus Corona, Pemerintah Batasi Sementara Pergerakan Wisatawan Tiongkok

Dia menuturkan, harga masker mahal karena begitulah pasar menyikapi permintaan konsumen. "Kalau orang nyari malah justru makin mahal. Kan begitu. Tapi kalau enggak ada yang nyari turun sendiri harganya," jelas dia.

Terawan menegaskan bahwa melambungnya harga masker karena mekanisme pasar. "Kan begitu, tapi kalau enggak ada yang nyari turun sendiri harganya," ucap dia.

masker corona
Sejumlah warga memakai masker saat berjalan menuju stasiun bawah tanah kereta subway di Kota Beijing, China, Selasa (21/1/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Jason Lee/wsj.

Melonjaknya harga masker di Indonesia menjadi sorotan beberapa media internasional. Salah satunya Reuters yang menyoroti kenaikan hingga 10 kali lipat dari harga asli.

Sementara itu, media Pemerintah Singapura, Straits Times, dalam judul berita "Coronavirus: Price of a box of N95 masks cost more than a gram of gold in Indonesia" melaporkan bahwa harga satu kotak masker N95 sebanyak 20 lembar mencapai Rp 1,5 juta.

Baca Juga:

Stop Impor Barang dari Tiongkok, Pemerintah Berlebihan Antisipasi Virus Corona?

Harga tersebut melebihi nilai satu gram emas yang saat ini berkisar Rp 800.000. Media ini juga melaporkan kenaikan harga lebih tinggi untuk masker biasa. Satu kotak berisi 50 lembar mencapai Rp 275.000 dengan harga normal kisaran Rp 30.000. (Knu)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH