Menkes Berharap Semoga Akhir Tahun ada Obat COVID-19 yang Cocok Ilustrasi obat-obatan. (Foto: pixabay/pexels)

MerahPutih.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) segera mengevaluasi dan menguji klinisobat-obatan yang diklaim bisa menyembuhkan COVID-19 yang saat ini beredar di Indonesia. Kementerian yang dipimpin Budi Gunadi Sadikin ini akan terus bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan rumah sakit-rumah sakit vertikal.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin menjelaskan, review dan uji klinis itu akan dilakukan untuk obat-obatan COVID-19 yang sifatnya manoklonal antibodi hingga obat-obatan antivirus baru. Misalnya Molnupiravir dari Merck & Co.

Baca Juga

Timbun Obat COVID-19, 3 Pemilik Apotek di Bogor Diciduk Polisi

“Kami sudah melakukan pendekatan dengan pabrikannya, dan kami sudah juga merencanakan untuk beberapa sudah mulai uji klinis," kata Budi, Senin (4/10).

  Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau vaksinasi di di pagelaran kompleks Keraton Surakarta, Rabu (29/9). (MP/Ismail)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau vaksinasi di di pagelaran kompleks Keraton Surakarta, Rabu (29/9). (MP/Ismail)

Ia mengharapkan pada akhir tahun ini sudah diketahui obat-obat COVID-19 yang cocok untuk masyarakat Indonesia.

Sebelumnya, Merck & Co mengklaim pil antivirus yang dikembangkan mampu mengurangi separuh risiko kematian atau rawat inap akibat COVID-19. Klaim tersebut didasarkan pada data uji klinis tahap III molnupiravir, obat yang dirancang untuk merusak kode genetik virus.

Uji klinis melibatkan 775 pasien dengan gejala Covid-19 ringan dan sedang selama lima hari atau kurang. Mereka memiliki, setidaknya satu faktor risiko mengalami sakit parah, seperti obesitas atau pun lansia. Selama lima hari, sebagian dari mereka diminta meminum molnupiravir dua kali sehari di rumah.

Analisis data menemukan 7,3 persen dari kelompok itu kemudian dirawat di rumah sakit dan tak satu pun meninggal setelah 29 hari pemberian obat.

Angka itu hanya separuh dari tingkat rawat inap kelompok pasien yang diberi plasebo, yaitu 14,1 persen. Tercatat juga ada delapan kematian dari kelompok itu. (*)

Baca Juga:

Ini Klaim Erick Terkait Stok dan Pasokan Obat Buat Pasien COVID-19

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Sekjen Kemensos Akui Vendor Bansos Setor Uang Operasional
Indonesia
Sekjen Kemensos Akui Vendor Bansos Setor Uang Operasional

Hal ini disampaikan Hartono saat menjadi saksi

2.560 Pelanggar Operasi Patuh Jaya Ditindak, Mayoritas Karyawan
Indonesia
2.560 Pelanggar Operasi Patuh Jaya Ditindak, Mayoritas Karyawan

Ditlantas Polda Metro Jaya menindak 2.560 pelanggar dalam pelaksanaan hari pertama Operasi Patuh Jaya 2021 pada Senin (20/9) kemarin.

Digugat Mantan Anak Buah di PTUN, Riza: Hak Warga
Indonesia
Digugat Mantan Anak Buah di PTUN, Riza: Hak Warga

Bless juga meminta Anies untuk mencabut Keputusan Gubernur (Kepgub) yang membuatnya dijatuhi sanksi berat lantaran pelanggaran kepegawaian.

Perintahkan Tambah 2 Juta Paket Obat, Jokowi: Kan Enggak Mahal
Indonesia
Perintahkan Tambah 2 Juta Paket Obat, Jokowi: Kan Enggak Mahal

Jokowi meminta Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk tidak ragu

Ditjen PAS Periksa Menantu Nia Daniaty Terkait Kasus Dugaan Penipuan CPNS
Indonesia
Ditjen PAS Periksa Menantu Nia Daniaty Terkait Kasus Dugaan Penipuan CPNS

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM tengah memeriksa menantu Nia Daniaty, Rafly Noviyanto Tilaar

Komnas HAM Layangkan Surat ke Kabareskrim Terkait Kasus Penembakan 6 Laskar FPI
Indonesia
Komnas HAM Layangkan Surat ke Kabareskrim Terkait Kasus Penembakan 6 Laskar FPI

Surat tersebut dikirim Komnas HAM dalam rangka meminta keterangan kepada jajaran Bareskrim Polri terkait barang bukti senjata tajam, senjata api, dan ponsel yang disita dalam perkara tersebut.

Kapolsek dan Anak Buah Terciduk Nyabu, Polrestabes Tes Urine Personil
Indonesia
Kapolsek dan Anak Buah Terciduk Nyabu, Polrestabes Tes Urine Personil

Dengan adanya kasus keterlibatan penyalahgunaan narkoba di lingkungan Polrestabes Bandung, Ujang mengimbau kepada seluruh anggotanya untuk tidak main-main dengan barang terlarang itu.

2 Juta Data COVID-19 Belum Dientry, Ini Klaim Kemenko Maritim dan Investasi
Indonesia
2 Juta Data COVID-19 Belum Dientry, Ini Klaim Kemenko Maritim dan Investasi

"Bukan ada kasus positif yang ditutupi dan yang ditakutkan terjadi lonjakan rasa-rasanya tidak akan terjadi,” ujar Jodi," ujar Jodi.

Kesadaran Hukum Masyarakat Memprihatinkan
Indonesia
Kesadaran Hukum Masyarakat Memprihatinkan

Pembangunan hukum merupakan bagian dari pembangunan sebuah bangsa, harus terintegrasi dan bersinergi dengan agenda pembangunan di bidang-bidang lainnya.