Menjajal Kuliner Payakumbuh di Malam Hari Martabak mesir yang enak disantap di malam hari. (Foto: Instagram@adivanchilimintwiz)

MENDENGAR kata Minang, yang terlintas pertama kali di otak adalah Rendang. Ya, memang daerah satu ini sangat terkenal dengan makanan yang khas. Sebut saja rendang, makanan ini pernah meraih predikat sebagai makanan terlezat versi CNN. Namun Minang bukan sekedar rendang.

Di Payakumbuh, salah satu kota yang ada di Minangkabu, banyak lagi makanan yang tak kalah enaknya dari rendang. Uniknya, makanan di kota ini lebih banyak muncul pada malam hari. Saat kota-kota lain di Sumatera Barat mulai sepi, Payakumbuh masih saja menggeliat. Khususnya mereka yang menjual kuliner.

1. Menjelajah kuliner khas Minangkabu di pinggir jalan Sumbar-Riau

teh talua
Teh talua khas Minang berpadu dengan roti bakar Bandung. (Foto: instagram@rwelfinanda)

Bagi kamu yang menggilai cita rasa khas Minangkabau, kamu bisa menjajal makanan, seperti sate danguang-danguang, martabak mesir, rendang telur, minas (mie nasi goreng), hingga lontong sayur khas Minang. Semuanya bisa kalian temui di tenda-tenda pinggir jalan di pusat kota Payakumbuh.

Bagi kamu yang mencari minuman khas Minang untuk penghangat rasa dingin kota ini. Kamu bisa menjajal minuman seperti, Kawa Daun atau minuman yang diseduh dari daun kopi yang sudah dikeringkan, teh talua atau teh telor, hingga ampiah dadiah (sejenis yogurt dari susu sapi).

2. Menikmati kuliner ala millennial Minangkabu, menghidupkan malam di Payakumbuh

Seorang gadis sedang baca buku dan minum teh di sebuah cafe di Payakumbuh. (Instagram/@erika_tryana)
Di Payakumbuh adapula tempat nongkrong khas milenials. (Foto: instagram@erika_tryana)

Untuk masalah selara, masyarakat Payakumbuh sangat cepat mengikuti zaman. Selain, warung-warung tenda, cafe-cafe yang menyediakan beragam makanan kekinian juga tumbuh subur di kota ini. Sebut saja cafe Kompil atau kopi milo yang banyak diburu warga.

Selain itu banyak cafe dengan ciri khas lain yang tumbuh. Namun mereka dalam merebut konsumen bersaing sangat sportif. Beragam keunggulan dihadirkan, mulai dari live music dan lain sebagainya. Hal-hal seperti inilah yang membuat Payakumbuh tetap aktif meski pun malam hari.

3. Makanan khas luar Payakumbuh, banyak dijumpai pula, membuat wiskul semakin semarak

Gambar warung pecel lele. (Foto/id.openrice.com)
Pecel lele sudah merambah sampai di Payakumbuh. (Foto: id.openrice.com)

Melihat tumbuh suburnya jajanan khas luar pulau, bisa dikatakan bahwa lidah masyarakat setempat sudah bisa diajak berdamai. Urang Awak yang cenderung suka makanan pedas bersantan, kini sudah mau mengecap makanan seperti pecel lele, pempek, dan makanan khas daerah lain. (zaim)

Baca Juga: Menikmati Payakumbuh dari Puncak Panorama Kayu Kolek

Kredit : zaimul


Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH