Menjadi Teman Sejati, 5 Hal ini Bikin Kangen Radio Radio masih jadi teman setia hingga kini. (foto: pixabay/fancycrave1)

RADIO selalu menemani kamu. Seperti layaknya teman sejati. Meskipun kini teknologi berkembang, radio masih jadi yang dinanti. Nielsen Radio Audience Measurement mencatat meskipun internet tumbuh pesat pada kuartal ini, tidak berarti bahwa jangkauan akan pendengar radio menjadi rendah.

Siaran radio masih punya pasar 38% pada 2016 lalu. Kalah tipis dari pasar internet yang mencapai 40%. Dalam angka, sekitar 20 juta konsumen Indonesia masih mendengarkan radio. Dari 11 kota di Indonesia yang disurvei Nielsen, setidaknya menghabiskan rata-rata 139 menit per hari untuk mendengarkan radio.

BACA JUGA: Nostalgia Penyiar Radio: Jungkir Balik Melayani 'Request' Lagu

Tak semua pendengar radio ialah mereka generasi X yang berusia 35-49 ialah mayoritas pendengar radio terlama. Hal itu mungkin disebabkan banyaknya momen menyenangkan terkait dengan radio bagi generasi tersebut. Buat kamu anak yang besar di era 90-an, radio pastiah bikin kangen. Apa sih yang bikin kangen?


1. Program favorit

radio
Pasti ada program favorit yang ditunggu-tunggu. (foto: pixabay/3910743)

Siapa yang pernah rela menunggu berjam-jam untuk program favoritnya di radio? Sama seperti televisi, radio juga memiliki program yang berbeda-beda. Setiap program memiliki tagline dan konsep yang berbeda-beda. Program yang menjadi favorit banyak orang ialah program musik.

Ada program yang memutarkan lagu-lagu lawas ada juga yang memutarkan lagu-lagu pop, indie, dan genre lainnya. Biasanya, penyiar juga akan memberikan fakta menarik seputar lagu dan musisinya.

2. Penyiar favorit dan suara khasnya

radio
Penyiar favorit. (foto: pixabay/arrembowski)

Selain program favorit, kamu pasti punya penyiar favorit yang ditunggu-tunggu. Bahkan hanya dengan mendengarkan suaranya kamu sudah tahu siapa penyiar tersebut. Kamu sampai hafal jokes-jokes recehnya yang bikin kamu terus tertawa.
Penyiar yang bertalenta akan disukai para pendengar karena akan membuat pendengar merasa lebih terhibur sampai tidak mengenal waktu. Kamu juga pernah membayangkan ganteng atau cantiknya penyiar hanya dari suaranya. Kurang seru rasanya jika penyiar tersebut digatinkan oleh penyiar lain.

BACA JUGA: Nycta Gina, Bersuara Cempreng Tapi Sukses Jadi Penyiar Radio


3. Mencari frekuensi radio

radio
Mencari siaran radio susah payah. (foto: pixabay/donnaCR)

Mencari frekuensi radio yang tepat di zaman sekarang ini bukanlah hal yang rumit. Kamu tinggal mengetik stasiun radio kesayanganmu lewat aplikasi radio di ponsel pintar. Dulu, kamu akan kesal karena mencari frekuensi radio saja sangat sulit. Suara 'kresek-kresek' yang sering kali muncul, hingga antena yang harus diatur untuk mendapatkan sinyal akan membuatmu kesal. Kamu sampai memutar tuner radio berulang kali demi mendapatkan frekuensi terbaik. Zaman dulu, butuh perjuangan lho untuk mendengarkan radio.

4. Kirim salam

radio
Senang rasanya kalau salam dibacakan. (foto: digitalstation)


Kirim-kirim salam menjadi hal yang berkesan terutama untuk orang yang disuka. Ngaku saja, apa kamu sering menggunakan nama palsu kan untuk menyampaikan salam?

Isinya pun bermacam-macam mulai dari menyatakan perasaan senang, benci, suka, dan kangen. Girangnya bukan main ketika kertas atensimu dibacakan penyiar. Keesokan harinya, teman sekolah atau teman kantormu akan heboh karena namamu disebut di radio.

5. Mendengarkan sandiwara

radio
Kumpul bersama mendengar sandiwara radio. (foto: unicefusa)


Biasanya, anak-anak dan remaja berkumpul di salah satu tempat dan siap untuk mendengarkan kisah sandiwara radio yang menghibur. Beberapa yang terkenal ialah Tutur Tinular, Saur Sepuh, Mak Lampir, dan Brama Kumbara.

Ketika sandiwara radio diputarkan, pikiranmu seolah-olah berada di lokasi kejadian cerita tersebut. Jadi bikin kangen ya suasana waktu itu!(And)

BACA JUGA: Sandiwara Radio yang Pernah Hits, Kamu Sudah Lahir?



Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH