Jenazah Mantan PM Tiongkok Li Keqiang Dikremasi

Mula AkmalMula Akmal - Kamis, 02 November 2023
Jenazah Mantan PM Tiongkok Li Keqiang Dikremasi
/media/3b/7b/98/3b7b9842d44819f4949ea1e4bd4d912d.jpeg

MerahPutih.com - Bendera di seluruh Tiongkok, termasuk di wilayah administratif khusus Hong Kong dan Makau, akan dikibarkan setengah tiang pada Kamis 2 November 2023, saat jenazah mantan perdana menteri Li Keqiang akan dikremasi, menurut media pemerintah.

Persyaratan pengibaran bendera resmi setengah tiang berlaku di semua gedung pemerintah, serta kedutaan besar Tiongkok di luar negeri.

Baca Juga:

Bertemu PM Li Keqiang, Jokowi Bahas Isu Ekonomi

Surat kabar dengan berita kematian mendiang Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang di halaman depan ditampilkan, di kios koran di Beijing, Tiongkok 28 Oktober 2023.

Protokol berkabung Li menempatkannya setara dengan perdana menteri sebelumnya Li Peng yang meninggal pada 2019.


“Li dipuji sebagai anggota (Partai Komunis) yang luar biasa, seorang prajurit komunis yang setia dan teruji oleh waktu, serta seorang revolusioner proletar yang luar biasa, negarawan dan pemimpin Partai dan negara,” kantor berita resmi Xinhua melaporkan pada Selasa 31 Oktober 2023.

Li meninggal pada Jumat karena serangan jantung pada usia 68 tahun. Para pelayat berkumpul di rumah masa kecilnya di kota Hefei dalam curahan kesedihan yang tampaknya spontan dan dipandang oleh sebagian orang sebagai teguran terhadap pemimpin negara dan ketua Partai Komunis yang berkuasa, Xi Jinping.

Baca Juga:

PM Li Keqiang Perintahkan Perusahaan Negaranya Pakai Tenaga Kerja Indonesia

Li pernah dipandang sebagai calon pemimpin tertinggi. Namun ekonom terlatih itu disingkirkan dalam perombakan kepemimpinan tahun lalu dan digantikan oleh loyalis Xi, Li Qiang. Bahkan sebelum hal itu terjadi, Xi telah mengkonsolidasikan kekuasaan dan mengesampingkan calon pesaingnya melalui kampanye anti-korupsi dan mengubah konstitusi agar dirinya dapat memerintah tanpa batas waktu.

Xi juga telah merombak posisi kepemimpinan ekonomi dan keuangan secara menyeluruh dan mendirikan sebuah entitas yang disebut Komisi Keuangan Pusat dalam sebuah langkah yang dipandang sebagai pengalihan kekuasaan dari regulator lain seperti Komisi Regulasi Sekuritas Cina.

Kematian Li yang fasih berbahasa Inggris, mewakili generasi politisi Tiongkok yang dididik pada masa keterbukaan terhadap ide-ide liberal Barat, dipandang oleh banyak pengamat sebagai simbol pergeseran Negara Tirai Bambu ke arah kontrol partai yang lebih kuat.

Meskipun ia adalah pejabat peringkat kedua Partai Komunis, Li kurang mendapat perhatian dari media pemerintah dibandingkan Xi. Kedua orang tersebut tidak pernah membentuk kemitraan seperti yang menjadi ciri hubungan antara presiden dan perdana menteri sebelumnya. (*)

Baca Juga:

Pesawat Tempur Tiongkok Cegat B-52 AS di Laut China Selatan

#Breaking #Tiongkok
Bagikan
Ditulis Oleh

Mula Akmal

Bagikan