Menilik Calon Pahlawan Nasional, dari Bapak Perfilman hingga Pendiri Tangerang Presiden Joko Widodo. (Foto: Sekretariat Presiden)

Merahputih.com - Presiden Joko Widodo akan menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional pada 10 November mendatang. Gelar ini akan diberikan kepada empat tokoh di Istana Bogor, Jawa Barat.

Pemberian gelar itu telah ditetapkan melalui Keputusan Presiden nomor 109/TK/2021 tentang Penganugerahan Pahlawan Nasional.

Empat tokoh yang akan dianugerahi gelar Pahlawan Nasional itu adalah Tombolotutu dari Sulawesi Tengah, Sultan Aji Muhammad Idris dari Kalimantan Timur, Sutradara film Aji Usmar Ismail dari DKI Jakarta, Raden Ayra Wangsakara dari Banten.

Baca Juga:

Peringati Sumpah Pemuda, Keraton Yogyakarta Gelar Pentas Musik Kebangsaan Daring

"Gelar pahlawan nasional nanti akan diserahkan secara resmi kepada keluarga para almarhum di Istana Bogor," kata Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dalam keteranganya beberapa waktu lalu.

Berikut ini empat tokoh yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 10 November 2021 mendatang:

1. Tombolotutu, Provinsi Sulawesi Tengah

Tombolotutu merupakan seorang raja di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Ia melawan penjajah Belanda di garda terdepan.

Dikutip dari berbagai sumber, untuk melawan Tombolotutu, Belanda harus mengerahkan Marmose, pasukan khusus Belanda yang pernah diturunkan saat Perang Diponegoro dan Perang Aceh. Sebanyak 170 pasukan dikerahkan Belanda untuk melawan Tombolotutu kala itu.

Presiden menyampaikan pidato pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-4 ASEAN-Rusia secara virtual di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (28/10/2021). ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden menyampaikan pidato pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-4 ASEAN-Rusia secara virtual di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (28/10/2021). ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden

2. Haji Usmar Ismail, Provinsi DKI Jakarta

Komite Festival Film Indonesia (FFI) mengusulkan diangkatnya Haji Usmar Ismail sebagai pahlawan nasional atas jasanya di bidang perfilman. Usmar Ismail dikenal sebagai Bapak Perfilman Indonesia karena karya-karyanya yang apik. Sepanjang perjalanan karirnya, ia telah membuat 30 judul film.

Tidak hanya itu, Ia juga turut andil dalam mengarahkan pembuatan film yang pertama kali diproduksi Indonesia setelah menjadi negara yang berdaulat. Film yang pernah dibuatnya antara lain Darah dan Doa (1950), Lewat Djam Malam (1954) dan Tiga Dara (1955).

3. Raden Aria Wangsakara, Provinsi Banten

Raden Aria Wangsakara merupakan pendiri Kota Tangerang sejak 1640. Raden Aria Wangsakara memiliki kontribusi yang luar biasa pada sejarah bangsa.

Raden Aria Wangsakara diperkirakan lahir pada 1024 H atau 1615 M dari keluarga Kerajaan Sumedang Larang. Ayahnya adalah Wiraraja I, sementara ibunya Putri Dewi Cipta/Nyimas Cipta.

Ia pindah ke Tangerang dari Kerajaan Sumedang Larang setelah mengalami konflik dengan keluarganya. Konflik tersebut disebabkan oleh ketidaksetujuannya terhadap tindakan keluarganya untuk menggadaikan kedaulatan Kerajaan Sumedang Larang kepada penjajah Belanda.

Setelah pindah ke Tangerang, ia pun mendirikan pesantren di Kawasan Grendeng Karawaci dan kemudian menetap di sana. Pesantren yang didirikan oleh Raden Aria Wangsakara mengalami perkembangan yang cukup pesat. Jumlah pengikutnya terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Wilayah inilah yang kemudian dikenal sebagai Tangerang.

Selain mendirikan pesantren di Kawasan Grendeng Karawaci Tangerang, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, Raden Aria Wangsakara juga diberi kepercayaan oleh Kerajaan Mataram untuk menjaga wilayah di dekat Sungai Cisadane.

Keberadaannya di dekat Sungai Cisadane ternyata mengusik VOC. Hal tersebut membuat VOC mendirikan benteng di dekat Sungai Cisadane untuk mengawasi gerak-gerik Raden Aria Wangsakara.

Keberadaan benteng tersebut membuat Raden Aria Wangsakara beberapa kali terlibat konflik. Sampai pada akhirnya, Raden Aria Wangsakara gugur dalam konflik dengan VOC pada 1720 di Ciledug. Ia dimakamkan di Lengkong Kyai, Kabupaten Tangerang.

Baca Juga:

Peringati Sumpah Pemuda, Keraton Yogyakarta Gelar Pentas Musik Kebangsaan Daring

4. Sultan Aji Muhammad Idris, Provinsi Kalimantan Timur

Ia merupakan Sultan ke-14 dari Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura, dan diketahui memerintah sejak 1735 hingga 1778. Dikenal juga sebagai Sultan pertama yang memiliki nama bernuansa Islam.

Sultan Aji Muhammad Idris terkenal karena pernah berangkat ke tanah Wajo, Sulawesi Selatan untuk bertempur melawan Veerenigde Oostindische Compagnie (VOC) bersama rakyat Bugis.

Keterlibatannya dalam upaya memukul mundur VOC adalah karena keterbatasan kerajaan-kerajaan di Indonesia dalam berdagang sejak pendudukan VOC di Indonesia. Ia terlibat pertempuran dan berakhir gugur di medan perang.

Selain perannya dalam melawan VOC, Sultan Aji Muhammad Idris juga berperan dalam mengubah status kerajaan yang tadinya digunakan oleh Kutai Kertanegara menjadi kesultanan.

Ia juga merupakan pemimpin pertama Kutai Kertanegara yang memerintah dengan gelar Sultan. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Menaker Soroti Pertambahan Pengangguran Jateng Gegara Pandemi
Indonesia
Menaker Soroti Pertambahan Pengangguran Jateng Gegara Pandemi

Sebanyak 3,9 juta orang di Jawa Tengah menjadi pengangguran akibat pandemi COVID-19 yang terjadi selama setahun.

Fadli Zon Minta Densus 88 Dibubarkan, Anggota Komisi III DPR Buka Suara
Indonesia
Fadli Zon Minta Densus 88 Dibubarkan, Anggota Komisi III DPR Buka Suara

Sejumlah anggota Komisi III DPR RI buka suara terkait permintaan Fadli Zon yang meminta Densus 88 Antiteror Mabes Polri dibubarkan karena dianggap menyebarkan narasi kebencian terhadap Islam (Islamofobia).

RS Internasional Bali Ditargetkan Rampung Mei 2023
Indonesia
RS Internasional Bali Ditargetkan Rampung Mei 2023

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) RS Internasional Bali (Bali International Hospital) di Denpasar, Bali, Senin (27/12).

Penularan COVID-19 Makin Tinggi, IDI Minta Warga Beribadah di Rumah
Indonesia
Pimpinan Komisi X Nilai Nadiem Makarim Butuh Wakil Menteri
Indonesia
Pimpinan Komisi X Nilai Nadiem Makarim Butuh Wakil Menteri

Kunci utama Nadiem Makarim dalam memimpin Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) adalah organisasi di internal kementerian tersebut.

Duh, Kendaraan Keluar Tol Jabodetabek Saja Sejak Larangan Mudik Sudah 462 Ribuan
Berita
Duh, Kendaraan Keluar Tol Jabodetabek Saja Sejak Larangan Mudik Sudah 462 Ribuan

Sudah ada 462.560 kendaraan meninggalkan jalan tol di Jabotabek sejak larangan mudik 6 Mei.

Pesepeda Road Bike Siap-Siap Didenda Rp 100 Ribu Jika Langgar Aturan Ini
Indonesia
Pesepeda Road Bike Siap-Siap Didenda Rp 100 Ribu Jika Langgar Aturan Ini

Sebab, untuk pertama kalinya di Indonesia kepolisian bakal menindak kendaraan tidak bermotor

MAKI: Hukuman Nurhadi Harusnya Lebih Berat Karena Pernah Buron
Indonesia
Gali Potensi Zakat di Bandung, Baznas Harus Berintegritas dan Transparan
Indonesia
Gali Potensi Zakat di Bandung, Baznas Harus Berintegritas dan Transparan

Sebagai negara dengan pemeluk agama Islam mayoritas, Indonesia memiliki potensi zakat sebesar Rp217 triliun.

Wanti-wanti Kenaikan Tren COVID-19, Kapolri Minta Forkopimda Awasi Objek Wisata
Indonesia
Wanti-wanti Kenaikan Tren COVID-19, Kapolri Minta Forkopimda Awasi Objek Wisata

Kapolri meminta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Malang Raya untuk mengantisipasi adanya lonjakan aktivitas masyarakat di tempat-tempat objek wisata.