Menikmati Ronde Favoritnya Pak Harto di Kauman Yogyakarta Wedang ronde, minuman penghangat tradisional. (Foto: instagram@jogjainfo)

SUASANA Kota Yogyakarta di malam hari cenderung dingin. Yang paling pas adalah mencari makanan atau minuman yang menghangatkan tubuh. Di kota ini kamu bisa memburu wedang ronde yang rasanya beda dengan minuman sejenisnya.

Kamu harus mencarinya di Jl, Kauman, terdapat gerobak dengan penjualnya seorang wanita tua, bernama Mbah Payem. Meskipun hanya gerobak saja, namun pembelinya silih berganti. Baik hanya beroda dua sampai mobil keluaran terbaru. Mbah Payem berjualan ronde dengan menyediakan beberapa bangku plastik di trotoar bila ada pelanggannya yang hendak menikmatinya langsung.

1. Masih dibuat secara tradisional

wedang ronde mbah payem
Hanya bermodalkan gerobak sederhana Mbah Payem memiliki banyak penggemar. (Foto: instagram@nadiaintanh)

Apa sih istimewanya ronde Mbah Payem? Menurut laman Arah Destinasi, rasa rondenya memang istimewa. Ada rasa krenyes, butiran halus yang nikmat. Berbeda dengan ronde pada umumnya yang terbuat dari tepung ketan buatan pabrik.

Ronde Mbah Payem memang masih menganut pembuatan tradisional. Dia membuat sendiri tepung beras ketan dengan cara menumbuk dan mengayak. Hasilnya itu tadi, rasa krenyes dan pecahnya butiran halus tepung ketan di lidah.

Sayangnya Mbah Payem mengungkapkan rasa kekhawatirannya, karena anak cucunya tidak sabar menggunakan cara tradisional, menumbuk dan mengayak sendiri beras ketan. “Anak-anak mboten telaten (tidak sabar), bagaimana nanti saja,” katanya dalam Bahasa Jawa.

2. Menjadi favoritnya Pak Harto dan pembesar lainnya

ronde mbah payem
Wedang rondeng Mbah Payem yang digemari semua kalangan. (Foto: instagram@jogjainfo)

Ronde Mbah Payem buka sore hingga malam hari . Biasanya ditemani anak atau cucuya, tapi sering juga berjualan sendiri. Dia meracik ronde pesanan dan menyuguhkan sendiri dengan hanya berpenerangan lampu semprong. Biasanya ia melayani tamunya sembari berbincang dan melontarkan candaan-candaan lucu. Satu mangkuk ronde Mbah Payem dibanrol Rp5.000.

Konon, Ronde Mbah Payem ini digemari keluarga Soeharto. Selain diminum keluarga, kerap juga dihidangkan pada acara-acara tertentu. Ronde Mbah Payem ini memang digemari semua kalangan, dari rakyat biasa sampai pejabat-pejabat. Jadi, kalau ke Jogja, mampir dan cicipi Ronde Mbah Payem. (psr)

Kredit : paksi

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH