Menhub Perbolehkan Transportasi Umum Beroperasi, Organda Solo Pilih Tak Angkut Penumpang Ketua DPC Organda Solo, Joko Suprapto. (MP/Ismail)

MerahPutih.Com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memperbolehkan semua moda angkutan, udara, kereta api, laut, bus, untuk kembali beroperasi pada Kamis (7/5), dengan catatan harus menaati protokol kesehatan.

Namun demikian, kebijakan tersebut tidak begitu direspons Organisasi Angkutan Darat (Organda) Solo yang memilih berhenti beroperasi karena kondisi sekarang sedang sepi penumpang akibat wabah virus corona atau COVID-19.

Baca Juga:

196 Masjid Masih Adakan Salat Tarawih, Kemenag Solo: Sebaiknya Beribadah di Rumah Saja

"Saya baru tahu secara lisan adanya kebijakan Menhub yang memperbolehkan transportasi umum beroperasi mulai hari ini," ujar Ketua DPC Organda Solo, Joko Suprapto di Solo, Kamis (7/5).

Suasana terminal Tirtonadi sepi pemudik dan kendaraan umum
Terminal Tipe A Tirtonadi Solo, Jawa Tengah sepi penumpang akibat wabah COVID-19, Kamis (7/5). (MP/Ismail)

Joko mengatakan pemilik angkutan umum di Solo sampai sekarang belum menjalankan aturan Menhub itu. Ia bersama anggota lainnya saat ini sedang tidak menarik penumpang dan tinggal diam rumah.

"Kami baru tahu kabar boleh beroperasinya angkutan umum tersebut semalam. Kebijakan tersebut sangat mendadak," kata dia.

Ia menyerahkan sepenuhnya aruran tersebut pada pengusaha bus atau PO di Solo apakah mengikuti aturan Menhub tersebut atau tidak. Hal tersebut dilakukan karena kondisi pengusaha bus sekarang sudah banyak yang tidak punya pemasukan lagi untuk biaya operasional bus akibat wabah corona.

"Kalau dipaksakan beroperasi, tetapi tidak ada penumpangnya kan sama saja. Kami berharap semua bisa kembali normal sehingga organda bisa kembali bekerja," kata dia.

Kasi Angkutan Orang Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), Taufiq Muhammad, mengatakan secara formal salinan Menhub yang memperbolehkan angkutan umum beroperasi belum ada. Namun, kalau benar diberlakukan protokol kesehatan tetap diterapkan secara ketat.

"Kalau ada yang mudik sesuai aturan Pemkot Solo dikarantina atau diminta putar balik ke tempat asal perantauan," kata Taufiq.

Baca Juga:

Pilkada Serentak Ditunda Desember, Purnomo Siapkan Surat Pengunduran Diri

Sebelumnya, Kemenhub akan mengeluarkan aturan turunan dari Permenhub No. 25/2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 H dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19 untuk mengatur ketentuan larangan mudik setiap moda transportasi.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Ismail, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Jawa Tengah.

Baca Juga:

Pilkada Serentak Ditunda Desember, Purnomo Siapkan Surat Pengunduran Diri



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH