Menhub Budi Tanggapi Laporan Akhir KNKT soal Kecelakaan Lion Air JT 610 Barang-barang pesawat Lion Air JT610 yang dievakuasi Tim SAR Foto: Twitter/Kantor SAR Jakarta

MerahPutih.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memberikan tanggapan terkait hasil laporan akhir investigasi kecelakaan Pesawat Boeing 737 MAX 8 Lion Air Penerbangan JT610, yang disampaikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) pada Jumat (25/10)

"Kami menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi hasil final report dari KNKT dan kami minta semua pihak untuk menghormati hasil tersebut. Pihak-pihak yang mendapatkan rekomendasi dari KNKT agar dapat segera menindaklanjuti dan melakukan evaluasi internal untuk mencegah kejadian tersebut terulang kembali," kata Menhub dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (27/10)

Baca Juga

Kemenhub Hormati Investigasi KNKT Soal Kecelakaan Lion Air JT 610

Ia menyampaikan dirinya telah menginstruksikan Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub berkomunikasi dengan pihak-pihak yang mendapat rekomendasi, untuk pelaksanaan rekomendasi KNKT.

"Saya telah meminta Dirjen Perhubungan Udara untuk segera menindaklanjuti rekomendasi KNKT yang positif dalam rangka meningkatkan keselamatan dan keamanan penerbangan nasional. Kepada pihak lain yang juga mendapatkan rekomendasi seperti Boeing, Lion Air, Airnav Indonesia, Xtra Aerospace dan Batam Aero Technic juga kami minta untuk segera menindaklanjutinya," sambung Menhub dilansir Antara.

Menhub Budi. Foto: ANTARA
Menhub Budi. Foto: ANTARA

Lebih lanjut Menhub menyampaikan, sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 62 Tahun 2013 tentang Investigasi Kecelakaan Transportasi bahwa investigasi yang dilakukan KNKT diselenggarakan dengan prinsip tidak untuk mencari kesalahan (no blame), tidak untuk memberikan sanksi/hukuman (no judicial) dan tidak untuk mencari siapa yang bertanggung jawab menanggung kerugian (no liability).

Baca Juga

Data Penumpang Bocor, Lion Air Gandeng Kominfo

"Dari hasil investigasi ini, kami mengharapkan juga kepada para keluarga korban dapat memahami apa yang menjadi faktor-faktor penyebab kecelakaan. Karena tujuan dari investigasi yang dilakukan adalah memang untuk mengungkap peristiwa suatu kecelakaan transportasi secara profesional dan independen guna memperoleh data dan fakta penyebab terjadinya kecelakaan,” ucapnya.

Petugas Basarnas menunjukkan foto korban Lion Air JT 610. Foto: ANTARA FOTO

Budi mengatakan Kemenhub terbuka untuk membantu para keluarga korban terkait proses pemberian santunan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Baca Juga

Soal Kebocoran Data Pelanggan, Kominfo Akan Pertemukan Lion Air dengan AWS

KNKT telah merilis laporan akhir investigasi kecelakaan pesawat B737 MAX 8 Lion Air penerbangan JT610 pada Jumat (25/10/2019) di Jakarta. Dalam laporan tersebut, KNKT menyimpulkan ada sembilan faktor yang saling terkait dan berkontribusi pada kecelakaan.

Secara garis besar faktor-faktor tersebut adalah gabungan antara faktor mekanik, desain pesawat, kurangnya dokumentasi tentang sistem pesawat, komunikasi pilot dan co pilot dan sebagainya. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Petugas Kesehatan Pastikan Screening Sebelum Vaksinasi
Indonesia
Petugas Kesehatan Pastikan Screening Sebelum Vaksinasi

“Nanti dokter atau tenaga kesehatan yang menjadi petugas pasti akan melakukan pemeriksaan (screening) sebelum diberikan vaksin," kata dr Dirga Sakti Rambe

Paspampres Tak Dilibatkan Dalam Pelantikan Anak Jokowi?
Indonesia
Paspampres Tak Dilibatkan Dalam Pelantikan Anak Jokowi?

Ahyani mengatakan untuk pelantikan nanti mengikuti protokoler yang dibuat Pemkot Solo

Sultan HB X Tetapkan Dua Syarat Belajar Tatap Muka di Sekolah
Indonesia
Sultan HB X Tetapkan Dua Syarat Belajar Tatap Muka di Sekolah

Sri Sultan Hamengku Buwono X menetapkan dua syarat yang harus dipenuhi sekolah yang hendak melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Update COVID-19 Selasa (16/2): Kasus Positif Bertambah 10.029
Indonesia
Update COVID-19 Selasa (16/2): Kasus Positif Bertambah 10.029

Kasus meninggal bertambah 229 menjadi total 33.596

Mulai Dapatkan Vaksin COVID-19, Pekerja Hiburan: Ah, Sudah Biasa Disuntik
Indonesia
Mulai Dapatkan Vaksin COVID-19, Pekerja Hiburan: Ah, Sudah Biasa Disuntik

Langkah ini untuk membangkitkan ekonomi kembali

Pemerintah Tambah Kapasitas Tempat Tidur di Zona Merah
Indonesia
Pemerintah Tambah Kapasitas Tempat Tidur di Zona Merah

Pemerintah akan segera meningkatkan kapasitas tempat tidur untuk pasien COVID-19 di rumah sakit (RS) hingga mencapai 40 persen. Terutama di kabupaten/kota zona merah dan tingkat keterisian tempat tidur atau BOR yang tinggi.

Camat Gambir: Ruko yang Roboh di Cideng Belum Kantongi IMB
Indonesia
Camat Gambir: Ruko yang Roboh di Cideng Belum Kantongi IMB

Fauzi pun memastikan, pihaknya bakal mengambil tindakan yang berlaku. Ia pun akan menggandeng Satpol PP DKI dan Dinas Citata.

Sosialisasikan ATENSI, Kemensos Lakukan Kampanye Nasional Lanjut Usia
Indonesia
Sosialisasikan ATENSI, Kemensos Lakukan Kampanye Nasional Lanjut Usia

Kementerian Sosial Melalui Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial terus berupaya meningkatkan layanan sosial bagi lanjut usia melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI).

UU Cipta Kerja Dinilai Bisa Stabilkan Harga dan Ketersediaan Pangan Hortikultura
Indonesia
KPK Anggap Permintaan Nurhadi Pindah Tahanan Tak Masuk Akal
Indonesia
KPK Anggap Permintaan Nurhadi Pindah Tahanan Tak Masuk Akal

Terdakwa kasus suap dan gratifikasi terkait perkara di Mahkamah Agung Nurhadi mengajukan pemindahan rumah tahanan ke majelis hakim tingkat banding.