Menhub Budi Karya Sumadi: Bandara Kulonprogo Aman Tsunami Menhub Budi Karya saat menjadi pembicara Bandara Kulonprogo di Yogyakarta, Jumat (25/8) (Foto: MP/Teresa Ika)

MerahPutih.Com - Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memastikan Bandara baru di Kulonprogo Yogyakarta aman dari tsunami.

Pihaknya bersama Angkasa Pura 1 selaku pengelola Bandra sudah melakukan simulasi apabila terjadi tsunami. Jarak Bandara baru di Temon Kulonprogo sangat dekat dengan laut.

"Tidak ada pembangunan tanpa memperhatikan lingkungan. Soal rawan bencana, saya dan pak Danang( Dirut AP 1) sudah uji coba soal tsunami," kata Budi Dalam acara Pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Hotel Royal Ambarukmo Yogyakarta, Jumat 25 Agustus 2017.

Pihaknya juga sudah menyiapkannya upaya-upaya lainnya untuk mencegah tsunami terjadi di bandara baru ini. Salah satunya dengan membuat alat pemecah ombak dan melakukan peninggian bandara beserta bangunannya.

"Mitigasi Bencana sudah dipikirkan. Nanti kita Leveling (peninggian bangunan). Amdal sudah (dibuat) Pasti kita perhatikan lingkungannya"katanya.

Segala kendala yang datang menurutnya bisa dicarikan solusi. Pasalnya keberadaan NYIA amat penting bagi peningkatan kunjungan wisatawan dan kemajuan pariwisata di Yogyakarta, dan Indonesia.

"Keberadaan bandara ini akan menjadi magnet orang menuju ke Yogyakarta, Solo dan Semarang (Joglosemar). Mendukung Borobudur yang akan kami jadikan salah satu Icon Pariwisata Indonesia. Dan bisa mendukung target 20 juta wisman di 2019," jelas Budi Karya Sumadi.

Direktur Utama Angkasa Pura I, Danang S. Baskoro mengatakan Bandara baru di Yogyakarta sangat urgent dibangun. Sebab penumpang di bandara yang berada di Joglosemar(Jogja, Solo, Semarang) sudah membeludak dan melebihi kapasitas. "Yogyakarta yang paling melebihi kapasitas. Maka harus secepatnya ada bandara,"pungkasnya.

Sebagai hitungan, Bandara di Semarang yang berkapasitas hanya 800 ribu penumpang pertahun saat ini penumpangnya mencapai 4,2 juta setahun. Solo dengan kapsitas 1,3 juta penumpang pertahun, sekarang sudah 2,1 juta setahun, dan DIY yang kapasitasnya 1,5 juta penumpang pertahun sudah dipenuhi 7,2 juta penumpang setahun.

Pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) ditargetkan beroperasi pada akhir 2019. Saat ini pemerintah tengah melakukan proses Land Clearing dan sebentar lagi membangun runway.

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Teresa Ika, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Ikuti berita-berita menarik lainnya dari Yogyakarta dalam artikel: https://merahputih.com/post/read/menhub-budi-tunjuk-umiyatun-sebagai-plt-dirjen-perkeretaapian-kemenhub



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH