Menhub Berharap Sengketa Hukum Tak Ganggu Pengembangan Pelabuhan Marunda Dokumentasi Pelabuhan Marunda dari udara. (ANTARA/istimewa)

Merahputih.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menilai pengembangan Pelabuhan Marunda, Jakarta Utara, perlu untuk diteruskan.

Pembangunan itu juga diminta jangan sampai terganggu oleh sengketa gugatan hukum yang kini sedang berjalan terkait konsesi pengelolaan pelabuhan tersebut. Pasalnya, pengembangan Marunda penting untuk mengurangi beban yang yang ditampung Pelabuhan Tanjung Priok saat ini.

"Harapan saya (pembangunan Pelabuhan Marunda) tetap berjalan, supaya tidak ada stagnan," ujar Budi dalam rilis yang diterima di Jakarta, Rabu (19/6).

BACA JUGA: Menhub Minta Libur Lebaran Diperpanjang Supaya Arus Balik Tak Macet

Keberadaan Pelabuhan Marunda merupakan hal yang penting karena melayani bongkar muat sejumlah produk curah seperti batu bara dan komoditas cair lainnya yang penting. Dengan begitu, sebagaimana dikutip Antara, pengembangan pembangunan Pelabuhan Marunda juga akan dapat mengurangi beban yang ada di Tanjung Priok yang sudah terlalu padat.

Agar pembangunan Pelabuhan Marunda tidak berhenti, Menhub juga menginginkan adanya rekonsiliasi antara berbagai pemegang saham yang saat ini sedang dalam proses peradilan. "Pelabuhan tetap berjalan, kami menunggu keputusan dari pengadilan saja. Harapan saya ada rekonsiliasi di antara mereka (yang berkonflik)," ucap Menhub Budi Karya.

Pekerja melakukan pengecoran Dermaga Muara Angke di Jakarta, Kamis (5/11). (Foto Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Seperti diketahui, saat ini sedang terjadi gugatan hukum perdata yang dilayangkan sejumlah pihak terkait dengan konsesi saham pengelolaan dari Pelabuhan Marunda tersebut.

Sebelumnya, Direktur Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi juga menyebutkan bahwa pembangunan Pelabuhan Marunda yang lancar bisa mengurangi kepadatan kegiatan bongkar muat barang di Pelabuhan Tanjung Priok.

"Pelabuhan Marunda kalau cepat dibangun atau diprioritaskan bisa membantu Pelabuhan Tanjung Priok yang saat ini terlalu padat untuk bongkar muat kapal dan mengalami pendangkalan laut," kata Uchok (31/5).

BACA JUGA: Dapat Perintah, Anggota TNI-Polri Jaga Ketat Pintu Masuk dan Keluar Pelabuhan Bakauheni

Saat ini Pelabuhan Marunda beroperasi 24 jam untuk melayani beragam kapal curah yang membawa beragam komoditas seperti batu bara, tiang pancang, minyak sawit mentah, pasir, dan semen.

Pelabuhan Marunda memiliki panjang bibir pantai 1.700 meter dari Cakung Drain-Sungai Blencong yang terdiri dari Pier 1, Pier 2, Pier 3. Dermaga Pier 1 diketahui memiliki dermaga siap pakai sepanjang 800 meter dari 1.975 meter dan luas lahan pendukung 20 hektare dari 42 hektare. (*)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH