Menhan Tekankan Pentingnya Kesadaran Bela Negara dalam Era Globalisasi enteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu (ketiga dari kiri) saat memberikan kuliah umum soal Bela Negara di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Ciputat, Senin (28/8). (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menekankan bahwa dalam menghadapi era globalisasi mahasiswa penting untuk menimbullkan kesadaran bela negara.

Menurut dia, saat ini Indonesia telah memasuki masa globalisasi baru. Era globalisasi, kata Ryamizard, terjadi karena konsekuensi logis dari pola perubahan akibat proses modernisasi yang sarat dengan pola persaingan ekonomi antarbangsa serta saling ketergantungan satu dengan lain.

"Adapun bentuk persaingan yang dinamis ini dapat berdampak terhadap perubahan sistem politik, hukum, mental dan budaya, serta penghayatan terhadap ideologi suatu bangsa," kata Ryamizard saat memberikan kuliah umum soal Bela Negara di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Ciputat, Senin (28/8).

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini melanjutkan, dalam kapasitas dirinya sebagai Menteri Pertahanan RI dan pribadi dia tidak ingin Indonesia kalah dan gagal dalam persaingan meodernisasi dan global, yang di mana kegagalan tersebut dapat mengancam eksistensi dan keutuhan negara.

"Sebab, dalam persaingan globalisasi yang kuat keluar sebagai pemenang dan menjadi pemimpin serta pasti akan menjajah. Sementara, yang lemah akan kalah dan menjadi pecundang dan akan terus terjajah," katanya.

Karena itu, dia pun menegaskan bahwa sangat perlu untuk selalu mengingatkan dan menyampaikan tentang pentingnya revitalisasi nilai-nilai Pancasila sebagai modalitas kekuatan. "Dan juga sebagai pengikat jati diri bangsa agar kita berhasil dalam menghadapi setiap tantangan dalam dinamikan globalisasi," katanya.

Atas dasar itulah, kata Ryamizard, saat ini kesadaran bela negara untuk memperkuat jati diri dan memperkuat persatuan nasional merupakan sebuah keniscayaan yang tidak dapat ditawar lagi khususnya bagi bangsa Indonesia.

"Jati diri dan kepribadian itu ditetapkan sebagai pandangan hidup dan dasar negara yaitu Pancasila. Karena itu, Pancasila bukan lahir secara mendadak, melainkan melalui proses perjuangan yang sangat panjang," katanya.

"Guna melestarikan dan menanamkan nilai-nilai luhur kepribadian bangsa Indonesia tersebut, para pendiri bangsa ini telah mewariskan ideologi negara Pancasila dan konstitusi dasar negara UUD 1945 yang implementasinya tuangkan dalam konsep kesadaran bela negara," tandasnya. (Pon)

Baca berita terkait bela negara lainnya di: Ini Tujuh Daerah Pusat Bela Negara 2017



Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH