Menhan Ryamizard Tegaskan KKB Pemberontak Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menjelaskan pentingnnya penerapan program bela negara sebagai salah satu cara untuk menghindarkan diri dari tindakan terorisme dan radikalisme. (ANTARA FOTO/Aprill

MerahPutih.com - Kasus pembantaian 31 pekerja proyek Jalan Trans Papua masih di Kabupaten Nduga menjadi pembahasan pemerintah. Bahkan, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyebut kelompok kriminal bersenjata (KKB) sebagai pemberontak.

"Yang namanya bersenjata melepaskan diri namanya pemberontak. Ndak usah beralasan, yang namanya melepaskan diri adalah pemberontak," kata Menhan usai acara "Deklarasi Merah Putih Untuk NKRI" di Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (15/12).

Menhan Ryamizard bersama Jenderal Gatot
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu (kiri) berdiskusi dengan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Menhan mengatakan penanganan peristiwa itu harus dilakukan aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI), bukan lagi kepolisian.

"Memang sama-sama (mengamankan ketertiban masyarakat), kapan polisi di depan (bertugas) dan kapan TNI itu ada peraturannya," ujarnya sebagaimana dilansir Antara.

Pada kesempatan itu, Menhan mengatakan kasus pengeroyokan terhadap anggota TNI oleh petugas parkir di Jakarta sebaiknya sudah dilupakan.

"Riak-riak sedikit kejadian di Jakarta, kita lupakan saja. Yang penting, ke depan gak boleh terjadi lagi," ujarnya.

KKB
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua. Foto: net

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengatakan pertemuan antara ulama umaro (TNI dan Polri) bersama Menhan Ryamizard Ryacudu dapat memberikan jaminan ketahanan dan pertahanan NKRI yang lebih solid.

"Kami berharap penyelenggaraan kegiatan itu dapat meningkatkan kembali tali silaturahmi ulama antara TNI dengan Polri sebagai pilar bangsa," tuturnya. (*)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH