Menhan Prabowo Ungkap Alasan Sering Kunjungan Kerja ke Luar Negeri Menhan Prabowo Subianto di Jakarta, Kamis, (24/10) (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menyatakan, kunjungannya ke luar negeri itu demi kepentingan negara, utamanya dalam hal alat utama sistem pertahanan (alutsista).

Ia sekaligus menjawab kritik Partai Keadilan Sejahtera soal lawatannya ke sejumlah negara.

Baca Juga:

Kebanyakan Berkunjung ke Luar Negeri, Menhan Prabowo Dikritik PKS

"Memang kita butuh untuk keliling, menjajaki kemungkinan-kemungkinan. Kita harus pelajari alutsista yang ada," ujar Prabowo kepada wartawan di DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/1).

Menhan Prabowo Subianto bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto
Menhan Prabowo saat kunker di Mabes TNI. Foto: Twitter/@Prabowo

Menurut Prabowo, pemerintah perlu menjajaki peluang agar negara-negara lain mau menjual alutsista mereka kepada Indonesia.

"Kita juga harus minta dukungan dari negara-negara lain karena belum tentu alutsista itu diberi kepada kita untuk dibeli," ucapnya.

Prabowo mengaku bahwa Indonesia perlu meningkatkan kapasitas pertahanan dengan salah satunya memodernisasi alutsista.

Langkah itu, paparnya, diperlukan agar Indonesia memiliki kemampuan untuk menegakkan kedaulatan wilayah, terutama setelah insiden pelanggaran wilayah oleh puluhan kapal ikan China di Natuna baru-baru ini.

"Kita tidak bisa serta merta punya pertahanan kuat, tentunya pemerintah harus memikirkan ini. Soal pelanggaran wilayah, termasuk di Natuna baru-baru ini, harus menjadi perhatian seluruh pihak," kata Prabowo.

Sebelumnya, sejumlah politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengkritik kunjungan kerja Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang hingga saat ini tercatat sudah ke tujuh negara.

Baca Juga:

'PR' Pertama Menhan Prabowo: Urus 3 Persen Anggota TNI Terpapar Radikalisme

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengingatkan mengenai pesan Presiden Joko Widodo yang sempat menyatakan bahwa kunjungan atau studi ke luar negeri juga bisa dilakukan melalui ponsel.

"Pak Jokowi saat 16 Agustus 2019 lalu mengingatkan agar meminimalkan kunjungan ke luar negeri. Bahkan secara demonstratif beliau menunjukkan via HP-nya, kunjungan luar negeri bisa melalui HP (ponsel). Dunia sudah terkoneksi," kata Mardani kepada wartawan, Jumat (17/1) lalu.(Knu)

Baca Juga:

Besok, Menhan Prabowo Berkunjung ke PT Pindad



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH