Menhan Nilai TNI tak Perlu Turun Gunung Atasi Pelaku Kerusuhan Menhan Ryamizard Ryacudu (kiri) didampingi Kepala Pusat Komunikasi (Kapuskom) Publik Kementerian Pertahanan Kolonel Arm Totok Sugiharto (kanan) (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

MerahPutih.com- Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menegaskan bahwa permasalahan kerusuhan aksi 22 Mei masih merupakan permasalahan ketertiban masyarakat. Sehingga, persoalan tersebut berada di ranah Polri.

"Dalam situasi seperti ini, saya melihat ini masih masalah ketertiban masyatakat. Ini masalah polisi yang bekeja dan polisi profesional menangani ketertiban masyarakat. Itu sudah terlatih alatnya ada. TNI itu membantu pada tempatnya, pada saatnya," kata Ryamizard di Kemenhan, Jakarta, Kamis (30/5).

Menhan Ryamizard Ryacudu (kedua kanan) bersama Menhan Malaysia Dato Seri Hishammuddin Bin Tun Hussein (kanan) ( ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Menhan Ryamizard Ryacudu (kedua kanan) bersama Menhan Malaysia Dato Seri Hishammuddin Bin Tun Hussein (kanan) ( ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Ryamizard memastikan tidak akan turun tangan dalam permasalahan kerusuhan dalam menyikapi hasil Pilpres 2019 tersebut. Meski demikian, ia menyatakan bahwa akan "turun gunung" bila permasalahan tersebut telah berubah dan mengganggu kedaulatan negara.

BACA JUGA: BPN Ungkit Peran Prabowo Saat Bawa Jokowi dari Solo

"Sebagai Menteri Pertahanan kalau sekarang masih polisi dan kalau berubah situasinya, sudah menggangu kedaulatan negara, sudah menggangu keutuhan negara termaksud di situ ada masalah ideologi. Kalau mengancam keselamatan bangsa saya harus turun tangan," ucapnya.

Menurut dia, Polri telah bekerja baik dan profesional dalam mengamankan jalannya aksi 21-22 Mei di Bawaslu. Polisi, kata dia, juga banyak yang menjadi korban karena kerusuhan tersebut.

"Kalau saya sudah bicara tidak ada lagi negosiasi, tidak ada lagi berunding-berunding. Tidak ada lagi ya, yang ada harus diselesikan dengan baik untuk bangsa dan negara," tegasnya.

Merahputih.com / Rizki Fitrianto
Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Mantan KSAD menyatakan bahwa selama bertugas menjadi prajurit TNI tidak mempunyai musuh. Musuh TNI adalah kelompok terorisme dan anti-Pancasila.

BACA JUGA: Ungkap Dalang Kerusuhan 22 Mei, Mantan Kabais TNI Sarankan Polisi Periksa Prabowo

"Saya selama ini tidak ada musuh. Taeman semua. Musuh saya adalah musuh TNI, musuh negara. Musuh negara siapa ya teroris, perusuh. Ya itu musuh saya," pungkasnya. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH