Menhan AS Minta Maaf atas Pencekalan Panglima TNI, Komisi I: Tak Cukup

Zulfikar SyZulfikar Sy - Selasa, 24 Oktober 2017
Menhan AS Minta Maaf atas Pencekalan Panglima TNI, Komisi I: Tak Cukup

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. (setkab.go.id)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis telah meminta maaf kepada Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu atas insiden pencekalan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk masuk ke AS.

Permintaan maaf tersebut disampaikan Mattis, Senin (23/10), ketika bertemu dengan Ryamizard sebelum acara ASEAN Defense Ministers Meeting (ADMM) Plus di Filipina yang dilaksanakan pada 22-25 Oktober 2017.

Menyikapi hal itu, Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin menegaskan pihak Amerika Serikat tak cukup hanya meminta maaf terkait insiden pencekalan memasuki wilayah Amerika Serikat yang dialami oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Menurut pria yang karib disapa Kang TB ini, permintaan maaf pihak Amerika Serikat boleh saja diterima. Namun, negara adidaya itu juga harus tetap menjelaskan secara resmi kepada Pemerintah Indonesia terkait insiden tersebut.

"Saya kira tidak cukup permintaan maaf itu. Tapi harus diklarifikasi karena kan pejabat-pejabat bisa melaksanakan saja pembicaraan-pembicaraan dengan minta maaf dan sebagainya. Tetapi harus ada klarifikasi resmi dari pemerintah Amerika," tegasnya di Forum Rembuk Nasiomal 2017 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (23/10).

Nantinya, sambung Kang TB, setelah ada penjelasan resmi dari Amerika Serikat, Pemerintah Indonesia bisa memberikan respons balasan yang sesuai dengan penjelasan tersebut.

"Dan seperti apa nanti penjelasannya itu dimengerti atau tidak dimengerti atau setengah dimengerti baru nanti tindakan diplomasi apa yang akan diambil itu supaya relevan," tandasnya.

Politisi PDI Perjuangan ini juga menyesalkan insiden pelarangan memasuki wilayah Amerika Serikat yang dialami oleh Panglima TNI tersebut. Pasalnya, Jenderal Gatot berangkat ke Amerika atas undangan Panglima Militer AS sebagai perwakilan resmi Pemerintah Indonesia.

"Kita sangat menyesalkan adanya pencekalan yang dilakukan oleh Pemerintah AS terhadap Panglima TNI," pungkas Kang TB. (Pon)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Perilaku AS Terhadap Panglima TNI Bisa Jadi Insiden Diplomatik

#Amerika Serikat #TB Hasanuddin
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Berita Terkait

Dunia
AS Mengancam dengan Kapal Induk, Iran tak Mau Kalah Peringatkan Aksi Balasan jika 'Negeri Paman Sam' Menyerang
Gambar yang ditampilkan menjadi peringatan langsung kepada Amerika Serikat agar tidak mencoba melakukan serangan militer terhadap negara tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Januari 2026
AS Mengancam dengan Kapal Induk, Iran tak Mau Kalah Peringatkan Aksi Balasan jika 'Negeri Paman Sam' Menyerang
Dunia
Kapal Induk AS USS Abraham Lincoln Standby di Timur Tengah, Siapkan Serangan ke Iran jika Diminta
Kapal induk tersebut dan kapal-kapal pendampingnya diperintahkan ke wilayah tersebut ketika Iran menindak keras protes massal.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Januari 2026
Kapal Induk AS USS Abraham Lincoln Standby di Timur Tengah, Siapkan Serangan ke Iran jika Diminta
Dunia
Kapal Induk AS Tiba di Timur Tengah, Dikirim untuk Berjaga-Jaga
Komando Pusat AS menyebut kelompok kapal induk itu berada di Samudra Hindia, bukan di Laut Arab yang berbatasan langsung dengan Iran.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Januari 2026
 Kapal Induk AS Tiba di Timur Tengah, Dikirim untuk Berjaga-Jaga
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pengakuan Kezia Syifa Jadi Tentara AS karena Dapat Gaji Besar dan Merasa Dipersulit di Indonesa
Beredar unggahan yang berisi informasi WNI bernama Kezia Syifa bergabung dengan Temtara AS karena gaji besar. Cek kebenaran faktanya!
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 27 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pengakuan Kezia Syifa Jadi Tentara AS karena Dapat Gaji Besar dan Merasa Dipersulit di Indonesa
Dunia
7 Tewas dan 800 Ribu Rumah tanpa Listrik saat Badai Musim Dingin Landa Amerika Serikat
Badan Cuaca Nasional AS (NWS) menyebut situasi mengancam jiwa yang membentang dari Texas hingga New England.
Dwi Astarini - Senin, 26 Januari 2026
  7 Tewas dan 800 Ribu Rumah tanpa Listrik saat Badai Musim Dingin Landa Amerika Serikat
Indonesia
Iran Mengaku Lebih Siap Hadapi Serangan AS
“Dengan mengandalkan kemampuan dalam negeri serta pengalaman berharga di masa lalu, Iran lebih siap dari sebelumnya dan akan merespons secara komprehensif, tegas."
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 26 Januari 2026
Iran Mengaku Lebih Siap Hadapi Serangan AS
Dunia
AS dan Kanada Makin Panas, Trump Ancam Terapkan Tarif 100 Persen
Trump memperingatkan Kanada tentang dampak buruk dari hubungan ekonomi yang lebih erat dengan China.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 25 Januari 2026
AS dan Kanada Makin Panas, Trump Ancam Terapkan Tarif 100 Persen
Indonesia
Isu Akuisisi Greenland oleh AS, Menlu: Indonesia Tegaskan Posisi Non-Align
Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan Indonesia berada pada posisi non-align dan tidak berpihak dalam isu AS yang dikabarkan akan mengakuisisi Greenland.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 24 Januari 2026
Isu Akuisisi Greenland oleh AS, Menlu: Indonesia Tegaskan Posisi Non-Align
Dunia
Keluar dari WHO, Amerika Serikat Wajib Bayar Utang Rp 4,3 Triliun
Amerika Serikat wajib membayar badan kesehatan PBB itu US$ 260 juta (sekitar Rp 4,3 triliun) dalam bentuk biaya terutang tahun 2024 dan 2025.
Wisnu Cipto - Jumat, 23 Januari 2026
Keluar dari WHO, Amerika Serikat Wajib Bayar Utang Rp 4,3 Triliun
Dunia
Indonesia dan Negara Timur Tengah Bakal Tempuh Prosedur Internal Gabung ke Dewan Perdamaian Gaza Ala Trump
Pada November 2025, Dewan Keamanan PBB (DK-PBB) telah mengesahkan resolusi usulan AS untuk mendukung rencana komprehensif Trump dalam menyelesaikan konflik di Jalur Gaza.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Januari 2026
Indonesia dan Negara Timur Tengah Bakal Tempuh Prosedur Internal Gabung ke Dewan Perdamaian Gaza Ala Trump
Bagikan