Wisata Indonesia
Mengunjungi Desa Adat Sasak Sade yang Teguh Memegang Tradisi di Sela Gempita MotoGP Desa Adat Sasak Sade hanya 15-20 menit dari Bandara Internasional Lombok. (Foto: merahputih.com/Thomas Kukuh)

MENGUNJUNGI Mandalika untuk menyaksikan gelaran MotoGP tak lengkap jika tidak mengunjungi desa adat suku Sasak yang masih memegang kuat tradisi leluhurnya. Salah satunya adalah Desa Adat Sasak Sade.

Tak terlalu sulit untuk mengunjungi Desa Adat Sasak Sade yang terletak di Kabupaten Lombok Tengah. Desa ini hanya sekitar 15-20 menit dari Bandara Internasional Lombok.

Baca Juga:

Jelang MotoGP Mandalika 2022, Cek Rekomendasi Hotel Dekat Sirkuit Mandalika

Begitu tiba di desa adat ini, wisatawan biasanya disuguhi aksi dua jagoan yang berduel bersenjatakan penyalin (tongkat dari rotan) dan dilengkapi ende (tameng kotak dari kulit sapi). Duel tersebut disebut: Peresean.

Cetarrr… cetarrr.. dua orang pepadu (petarung) saling menyabetkan penyalin lalu sibuk berlindung di balik ende-nya saat dibalas serangan sang lawan.

Para pepadu yang sedang bertarung. (Foto: merahputih.com/Thomas Kukuh)

"Peresean ini dulunya dilakukan sebagai tradisi untuk memanggil hujan. Karenanya, dulu dilaksanakan sekitar bulan November. Karena di bulan-bulan itu Lombok biasanya mengalami musim panas panjang," tutur pemandu MerahPutih.com Lalu Widyaning Arta, Jumat (18/3).

"Kami sudah terus berdoa tapi hujan tak kunjung datang, karenanya kami memutuskan untuk menumpahkan darah," lanjut dia.

Baca Juga:

Simulasi Gempa Dahsyat NTB: Sirkuit MotoGP Mandalika Habis Tersapu Tsunami

Ketika salah satu pepadu kepalanya berdarah akibat sabetan rotan lawannya, maka dinyatakan kalah. Bila ada kepala yang berdarah, dipercaya akan turun hujan. "Hujan inilah yang akan membersihkan darah," imbuh pria asli suku Sasak itu.

Selain kepala berdarah, pepadu dinyatakan kalah apabila penyalin atau endenya jatuh sebanyak tiga kali.

Anak perempuan di atas 15 tahun di desa ini harus sudah bisa menenun. (Foto: merahputih.com/Thomas Kukuh)

Desa Adat Sasak Sade sendiri kini dikelola sedemikian rupa sebagai tujuan wisata. Luasnya sekitar 3 hektar. Rumah-rumah di sana khas rumah suku Sasak. Atapnya terbuat dari jerami dan lantainya masih terbuat dari tanah liat yang dicampur jerami.

"Di sini ada 150 kepala keluarga dan totalnya ada sekitar 700 jiwa," terang Arta. Warga Desa Adat Sasak Sade masih memegang teguh tradisi leluhur. Salah satu tradisi uniknya adalah anak perempuan di atas 15 tahun harus segera menikah. Tapi syaratnya harus bisa menenun.

"Kalau anak perempuan sudah 20 tahun belum menikah akan dijuluki perawan tua," imbuhnya lantas tersenyum.

Di sana, pengunjung akan disuguhi hasil kerajinan warganya. Seperti sarung tenun, kain tenun, ikat kepala tenun, gelang dan lainnya. "Itulah kenapa anak perempuan sebelum menikah syaratnya harus bisa menenun, untuk membantu ekonomi keluarga. Sebab, suku Sasak melarang suami istri bekerja bersama. Istri harus di rumah dan menenun," kata dia. (kuh)

Baca Juga:

Pujian dan Kritikan Scott Redding untuk Sirkuit Mandalika

Penulis : Thomas Kukuh Thomas Kukuh
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Prosesi Pernikahan Kaesang-Erina Dimulai, Ada Makna di Setiap Acara
Tradisi
Prosesi Pernikahan Kaesang-Erina Dimulai, Ada Makna di Setiap Acara

Setidaknya ada tujuh acara dalam prosesi pernikahan Kaesang-Erina.

Laksa, Sajian Peranakan Tionghoa-Melayu Ikon Tangerang
Kuliner
Laksa, Sajian Peranakan Tionghoa-Melayu Ikon Tangerang

Laksa menjadi salah satu kuliner khas Tangerang.

Thomas Matulessia, Mengapa Jadi Kontroversi?
Tradisi
Thomas Matulessia, Mengapa Jadi Kontroversi?

Dia adalah pahlawan nasional dari kampung Haria, Saparua, yang sekarang masuk wilayah Maluku Tengah.

Ada Destinasi Wisata Baru di Jabar, Jembatan Merah dan Situwangi
Travel
Ada Destinasi Wisata Baru di Jabar, Jembatan Merah dan Situwangi

Destinasi wisata di Jawa Barat ini menambah tempat wisata yang dapat dikunjungi.

Kawasan Kuliner Halal Hadir di Taman Valkenet Malabar
Travel
Kawasan Kuliner Halal Hadir di Taman Valkenet Malabar

merupakan salah satu destinasi unggulan yang belum dimiliki Kota atau Kabupaten lainnya.

UMKM Award 2022 dari Pemkot Bandung, Bentuk Pengembangan Usaha Kecil Menengah
Travel
UMKM Award 2022 dari Pemkot Bandung, Bentuk Pengembangan Usaha Kecil Menengah

UMKM Award menjadi salah satu bentuk komitmen dan kepedulian Pemkot Bandung kepada pengembangan UMKM.

5 Kota Tujuan Mudik Sambil Berlibur
Travel
5 Kota Tujuan Mudik Sambil Berlibur

Dua tahun terkungkung pandemi, membuat mudik kali ini terasa istimewa.

Brobosan, Tradisi Penghormatan Jenazah pada Budaya Jawa
Tradisi
Brobosan, Tradisi Penghormatan Jenazah pada Budaya Jawa

Tradisi Brobosan berasal dari Jawa sebagai rangkaian dari prosesi pemkaman.

Wujudkan Pernikahan Impianmu di JSI Resort
Travel
Wujudkan Pernikahan Impianmu di JSI Resort

JSI Resort siap untuk mewujudkan impian pernikahan yang tak akan terlupakan tersebut.

Telusur Kisah Hotel Royal Ambarrukmo, Lokasi Resepsi Kaesang dan Erina
Travel
Telusur Kisah Hotel Royal Ambarrukmo, Lokasi Resepsi Kaesang dan Erina

Hotel Royal Ambarrukmo memiliki bagian penting dari sejarah besar Yogyakarta.