Mengunjungi 'Borobudur' di Alun-Alun Lor Boyolali Replika Borobudur di Alun-Alun Lor Boyolali (Foto: Instagram@yohanrineko)

MEMANG terdengar mengada-ada kalau mengatakan Candi Borobudur berada di Boyolali. Tapi kalau hanya replikanya saja pasti sangat masuk akal. Alun-alun Lor Boyolali memang diikenal cukup unik. Di sana kita bisa melihat miliatur empat bangunan unik di dunia seperti Candi Borobudur, Masjid Taj Mahal, Spinx, dan, Piramida Inca.

Keberadaan replika ini tentunya menarik perhatian masyarakat. Kini Alun-Alun Lor Boyolali menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Apalagi lokasinya memang tak jauh dari pusat kota dan berada di akses ringroad Boyolali yakni di Kecamatan Mojosongo.

Masih baru

Tiga replika di Alun-Alun Lor Boyolali (Sumber: Instagram/nittoandriadhi)
Tiga replika di Alun-Alun Lor Boyolali (Foto: Instagram@nittoandriadhi)

Replika di Alun-Alun Lor Boyolali memang masih baru, bahkan belum berusia satu tahun. Replika bangunan dunia ini baru diresmikan Bupati Boyolali pada bulan Oktober tahun lalu. Meski demikian, tempat ini langsung diserbu oleh warga untuk mengisi waktu kosong.

Di tempat ini banyak spot yang sangat istagramable. Namun yang paling pupuler adalah replika Candi Borobudur karena bentuknya paling besar dan berada di tengah. Seperti alun-alun pada umumnya, di sekitar tempat tersebut banyak penjual makanan kali lima. Jadi jangan takut kelaparan ketika datang ke tempat ini.

Punya replika lainnya

Replika Menara Eifeil di Bundaran Tiga Menara (Sumber: Instagram/monikarie)
Replika Menara Eifeil di Bundaran Tiga Menara (Foto: Instagram@monikarie)

Selain Alun-alun Lor Boyolali alias Bundaran Solidaritas, Boyolali juga memiliki tiga replika bangunan lainnya, Menara Pisa, Patung Liberty dan Menara Eifeil. Lokasinya dinamakan Bundaran Tiga Menara, tepatnya di Simpang srikanto, Karanggeneng, Boyolali.

Dengan adanya ketujuh replika bangunan 7 Keajaiban Dunia atau "The Seven Wonder", Boyolali memiliki ikon wisata baru. “Boyolali sangat terkenal dengan toleransinya. Dengan simbol-simbol itu masyarakat bisa melihat dengan jelas,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Boyolali TotokEko YP seperti dilansir Boyolali.go.id. (YNI)

Kredit : yani

Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH