Mengunjungi Bekas Ruang Kerja Jenderal Sudirman dan Markas Tentara Rakyat yang Kini Sangat Mewah, Nih Penampakannya Penampakan ruang tidur di Sudirman Suit Room. (MerahPutih.com/ Teresa Ika)

MerahPutih.com - Tak banyak yang tau, Panglima Jenderal Soedirman pernah menjadikan sebuah kamar di Hotel Grand Inna Garuda di Yogyakarta menjadi Markas Tentara Rakyat. Markas bernama Markas Besar Oemoem itu didirikan saat hotel tersebut masih bernama Hotel Merdeka.

Merahputih.com mengajak Anda bernostalgia ke kamar saksi sejarah ini. Kamar bersejarah itu kini bernama bernama Soedirman Suit Room dan terletak di Lantai dua Hotel Grand Inna Garuda. Tiba di lantai dua, pengunjung harus melewati lorong cukup panjang untuk bisa mencapai kamar yang terletak di bagian ujung. Di sudut kiri dan kanan dinding lorong terpajang belasan foto-foto suasana Yogyakarta jaman dulu. Tiba di ujung lorong, ada sebuah foto Jenderal Sudirmam dipajang di dekat pintu masuk kamar.

Penampakan ruang keluarga di Sudirman Suit Room. (MerahPutih.com/Patricia Vicka)

Melangkah masuk ke dalam kamar bernomor 291, pengunjung akan mendapati sebuah ruangan mirip seperti apatermen kecil nan nyaman. Terdapat dua kamar tidur, satu ruang tamu, ruang keluarga , ruang makan dan dapur kecil. Sebuah TV besar disediakan di dalam ruang keluarga. Suasana kamar ini sangat cocok dipakai sebuah keluarga untuk berlibur menikmati Kota Budaya ini.

Design dan interior ruanganpun sudah bergaya modern dan mewah. Seluruh furniture seperti sofa, spring bed, lemari pakain serta meja makan yang disedikan tampak mewah dan berkelas.

GM Grand Inna Garuda Agus Arif Wibawanto menjelaskan pihaknya sudah beberapa kali melakukan renovasi dan menyulap kamar bersejarah tersebut. Terakhir renovasi dilakukan tahun 2012. "Kami merenovasi kamar ini atas permintaan klien. Mereka merasa kurang nyaman dengan bentuk yang dahulu," jelasnya beberapa waktu lalu di Grand Inna Garuda Malioboro Yogyakarta.

Penampakan ruang makan di Sudirman Suit Room. (MerahPutih.com/Patricia Vicka)

Namun pintu dan jendela adalah satu satunya jejak sejarah masa lalu yang masih bisa terlihat hingga kini. Bentuk dan bahan pintu dan jendela yang terbuat dari kayu ini masih dipertahankan di Sudirman Suit Room. "Kami sengaja mempertahankan bentuk pintu dan jendela seperti dulu. Biar tamu yang menginap disini bisa merasakan sejarahnya,"kata dia.

Ia menjelaskan awal mula kamar ini dipakai sebagai markas besar Jendral Sudirman sekitar tahun 1949. Pada tahun 1946 kala ibukota Indonesia pindah ke Yogyakarta, Hotel Merdeka dipakai sebagai kantor pemerintahan.
Jendral Sudirman pun menggunakan dua ruangan di lantai dua hotel Merdeka sebagai ruangan kerjanya.

Samdhy, veteran pejuang pasca kemerdekaan (baju batik) dan GM Grand Inna Garuda Agus (batik biru) bercerita dalam kamar bekas markas Jenderal Sudirman. (MerahPutih/Patricia Vicka)

"Dulu awalnya dua kamar. Lalu kami gabung jadikan satu kamar besar yang seperti apatermen kecil dengan dua kamar tidur. Barang-barang peninggalan Pak Sudirman seperti baju seragam, buku, meja, kursi dan patung dirinya sudah kami serahkan ke rumah pribadinya," tutur Agus.

Salah seorang veteran pejuang pasca kemerdekaan, Samdhy (90) menceritakan dahulu diruangan inilah, Jendral Sudirman menghabiskan sebagian besar waktunya menyusun strategi pertempuran untuk memukul mundur Belanda.

Samdhy menjelaskan saat menjadi markas besar, ruangan tersebut amatlah sederhana. Hanya ada sebuah meja panjang dan beberapa kursi serta lemari kecil. Tak ada tempat tidur, televisi atau sederet fasilitas mewah. Bangunan kamarpun masih berbentuk retro seperti rumah Jawa model dahulu dengan pintu,jendela dan bangunan terbuat dari kayu.

"Pak Jenderal hanya membawa beberapa potong baju seragam kerjanya. Memang hanya sebagai ruangan kerja dan tempat berkumpul para tentara rakyat. Pak Jenderal tak menginap disitu," ujar Samdhy di Hotel Grand Inna Garuda Yogyakarta.

Sudirman Suit kini berubah menjadi ruangan bergengsi dan termahal di Hotel Grand Inna Garuda Yogyakarta. Ruangan ini dibandrol seharga Rp 10 juta permalam bagi siapapun yang mau menginap. Harganya yang selangit diganjar dengan pelayanan dan fasilitas yang sesuai. Tamu yang menginap bisa melihat langsung suasana Malioboro dari jendela kamar dan mendapatkan sarapan pagi untuk empat orang.

Pihak hotel mengaku sejumlah petinggi negara, tokoh penting serta pengusaha ternama pernah mencicipi nikmatnya kamar ini di antaranya Susilo Bambang Yudhoyono yang saat itu masih menjabat sebagai Menteri Polhulam, Setiawan Jodi dan Adang Kasogi.

Anda tertarik menginap sambil belajar sejarah di Sudirman Suit Room? (Patricia Vicka)


Tags Artikel Ini

Thomas Kukuh

LAINNYA DARI MERAH PUTIH