Fashion
Mengulas Sneakers Bareng Ucay Eks Vokalis Rocket Rokers di Kreo Creative Lot Ucay Eks vokalis Rocket Rokers sekaligus founder FYC Footwear mengulas soal sneakers di acara 'Minggu Kreatif di Masa Pandemi' yang digelar oleh Kreo Creative Lot (Foto: Mp/Raden Yusuf Nayamenggala)

KREO Creative Lot membuat acara bertajuk Minggu Kreatif di Masa Pandemik. Adapun beberapa tema yang diusung dalam acara tersebut, antara lain mengulas soal musik, BMX & Skate Board, lifestyle, kopi, hingga sneakers.

Salah satu dari rangkaian acara tersebut, yang cukup menarik ialah mengulas soal sneakers bersama dr. Tirta dan Kang Ucay eks vokalis Rocket Rokers sekaligus pendiri FYC Footwear.

Talkshow Ngulas Sneakers berlangsung di Kreo Creative Lot, Tangerang, Jumat (22/1), pada sekitar pukul 16.00 WIB. Salah satu pembicara di talkshow itu, Kang Ucay, founder brand sneakers lokal, FYC Footwear.

Dalam talkshow tersebut, Kang Ucay menceritakan tentang sedikit lika-liku perjalanannya membangun bisnisnya.

Baca Juga:

ONIC Esports dan Brodo Kembali Luncurkan Sneakers Limited Edition

Ucay bercerita sempat bangkrut, kerampokan hingga di tipu saat menjalani bisnis (Foto: MP/Raden Yusuf Nayamenggala)

Sekitar tahun 2010-2012 uchay memiliki clothing brand bernama College Star. Band miliknya cukup sukses dan terkenal dengan cepat.

Sejumlah musisi underground dan musisi pop ternama seperti Ran atau Raisa mengenakan College Star. Bahkan sempat jadi cover majalah Hai. Ucay mengklaim produk clothing yang dijualnya saat itu bukan kaleng-kaleng. Menggunakan bahan nomor 1 atau bisa dibilang premium.

"Disaat udah terbilang sukses saat itu, bangkrut gara-gara duit dibawa kabur vendor. Bahan dibawa kabur vendor, terus sempat bikin toko sama teman lagi, terus tokonya kerampokan," cerita Ucay saat ditemui merahputih.com di Kreo Creative Lot, Tangerang, Jumat (22/1).

Sebelum memutuskan keluar dari grup band Rocket Rokers tahun 2013, Ucay merasa harus bisa punya penghasilan untuk tetap bisa survive. Saat itu Ucay sempat berjualan celana chino, tapi Ucay berpikir bila itu sudah mainstream.

Hingga akhirnya Ucay memiliki ide untuk membuat sesuatu benda yang mainstream dipakai banyak orang, tapi pemainnya masih sedikit. Nah di tahun 2012 itu pemain sneakers lokal masih sedikit, dan melihat beberapa tampak mati suri.

"Dari sanalah gua nekat memutuskan bikin sneakers , sesuai passion. Karena gua juga punya passion di sneakers, pas jaman ngeband juga sempet disponsorin sama Macbeth dan sepatu skateboard Etnies. Dari SMA juga sudah suka sepatu skateboarding," kata Ucay.

Baca Juga:

Adidas dan Allbirds Buat Sneakers Ramah Lingkungan

Sejak kecil Ucay sudah gemar membuat desain sneakers (Foto: MP/Raden Yusuf Nayamenggala)

Tak banyak yang tahu, saat jaman SMA sekitar tahun 90-an, Ucay suka menggambar desain sepatu, disitulah Ucay menemukan passion untuk survive di bisnis sepatu.

"Diawali dengan blusukan ke Cibaduyut buat belajar tentang pembuatan sepatu. FYC footwear blusukan kesana, ketemu dengan seseorang di industri rumahan bernama pak Lili, kita belajar tentang vulcanized sepatu dan sebagainya," jelasnya.

Akhirnya tahun 2012 mulai membuat sepatu handmade dan 2013 mulai dipasarkan. Saat itu size yang dijual hanya 42, 43 , dan 44. Kemudian 2014 beralih produksi ke pabrik yang lebih kompeten untuk menangani sneakers. Karena FYC inspired by skateboarding, Ucay berpikir sepatu untuk skateboarding harus kuat. Dia menyadari pada awalnya sepatu FYC belum kuat untuk main skate.

Ketika sudah masuk produksi di pabrik, FYC mulai mengendorse sejumlah skater untuk memakai FYC. Kemudian FYC lahir sebagai sepatu yang fokus untuk skateboard. Untuk desain dia hanya memodifikasi apa yang ada dan membuat karakter baru.

"Kalau bikin brand semangat yang harus ditanamkan ialah pembeda. Jadi yang harus kita tanamkan itu memang harus menjadi mencolok di tengah-tengah pasar yang ada," kata Ucay.

Saat itu ditengah banyak logo yang menyeramkan seperti tengkorak dan sebagainya, Ucay merasa ingin menjadi beda, sesuai dengan karakternya yang catchy.

Akhirnya terlintaslah buah pisang, dengan alasan buah pisang buah tropis yang Indonesia banget. Buah pisang juga sehat, dan sebelum main skateboard makan buah pisang juga sehat.

"Dari situlah kita ambil logo FYC pisang, dan kita edukasi tentang alasannya pemilihannya apa. Tugas kita sebagai pemilik brand untuk memperkenalkan dengan baik apa filosofi yang ada di logo itu sendiri," ujar Ucay.

Satu pesan penting darinya, sejelek apapun hasilnya kita harus menghargai prosesnya. Kemudian terus berusaha keras memperbaiki kualitas untuk memberikan produk yang terbaik kepada konsumen. (Ryn)

Baca Juga:

3 Sneakers Terbaru Nike yang Bikin Kamu Ingin Langsung Beli

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
3 Warna yang akan Membuat Rumah Terlihat Sempit
Fun
3 Warna yang akan Membuat Rumah Terlihat Sempit

Pemilihan warna yang tepay tak hanya memperindah interior rumah namun juga melebarkan dimensinya.

Taman Bermain Studi Ghibli Dibuka November 2022
Travel
Taman Bermain Studi Ghibli Dibuka November 2022

Akan dibuka bagian pertama yang bertemakan My Neighbor Totoro.

Jaminan Keamanan Siber oleh Teknologi 5G
Fun
Jaminan Keamanan Siber oleh Teknologi 5G

Risiko keamanan 5G harus terkendali.

Fitur IoV di Wuling New Cortez Bisa Diakses Melalui Ponsel
Hiburan & Gaya Hidup
Fitur IoV di Wuling New Cortez Bisa Diakses Melalui Ponsel

Wuling New Cortez memiliki fitur Internet of Vehicle (IoV) yang bisa digunakan melalui ponsel.

Dugaan Plagiarisme untuk MV Girl Grup Baru NMIXX
ShowBiz
Dugaan Plagiarisme untuk MV Girl Grup Baru NMIXX

Belum lama ini JYP Entertainment mendebutkan girl grup yakni NMIXX.

Plus Minus Marmer Sebagai Table Top Dapur
Fun
Plus Minus Marmer Sebagai Table Top Dapur

Sebelum mencapai keputusan akhir, lebih baik intip dulu nih rangkuman kelebihan dan kekurangan dari material marmer.

Minusnya Berteman dengan Bos di Media Sosial
Hiburan & Gaya Hidup
Minusnya Berteman dengan Bos di Media Sosial

bos juga akan menilai kepribadianmu di luar kantor. Meski demikian, berteman dengan bos di medsos ada minusnya juga loh

Tiongkok Pamerkan Drone Bawah Air Seperti Ikan Sungguhan
Fun
Tiongkok Pamerkan Drone Bawah Air Seperti Ikan Sungguhan

Pada sebuah pameran militer di Tiongkok, terdapat sebuah drone bawah air ultra-realistis yang meniru model ikan arwana.

Sadari Pentingnya Menjaga Planet Bumi
Fun
Sadari Pentingnya Menjaga Planet Bumi

Masyarakat akhirnya mulai menyadari efek mengerikan dari pencemaran udara.

Pentingnya Strategi Omnichannel dalam Digitalisasi Industri Properti
Fun
Pentingnya Strategi Omnichannel dalam Digitalisasi Industri Properti

Omnichannel menitikberatkan kepada implementasi strategi pemasaran.