Mengulik Isi Tabloid Indonesia Barokah Bawaslu Sukaharjo menunjukan tabloid Indonesia Barokah. (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Akhir-akhir ini, sejumlah wilayah kabupaten/provinsi di Pulau Jawa dihebohkan dengan peredaran tabloid Indonesia Barokah.

Tabloid yang terbit edisi perdana pada Desember 2018 dikemas bernuansa Islami, mulai dari logo hingga tagline.

Penyebaran tabloid juga sepertinya sudah diatur, hanya menyasar pondok pesantren dan masjid. Sebab, informasi yang dihimpun, beberapa pesantren dan masjid mengaku menerima bingkisan berisi tabloid tersebut.

Diduga, tabloid sengaja dikirim sebagai propaganda politik. Namun, hingga saat ini, isinya masih dikaji pihak berwenang, Bawaslu, dan kepolisian. Apakah merupakan pelanggaran kampanye atau tidak.

Di tengah polemik tersebut, publik dirundung penasaran seperti apa isi tabloid yang sudah bikin gaduh itu.

Untuk mengetahui isi tabloid, berikut Merahputih paparkan sekilas isi tabloid setebal 16 halaman tersebut.

Halaman pertama, tabloid berisi logo, tagline (membumikan Islam rahamatal lil alamin) dan edisi terbit. Di halaman yang sama redaksi menampilkan sejumlah topik berita, di antaranya Reuni 212: Kepentingan umat atau kepentingan politik? Selanjut terpampang judul Agenda Hizbut Tahrir Melawan Negara-Bangsa dan beberapa topik judul lainnya.

Halaman kedua, mukaddimah (pembukaan), berisi seputar perkenalan redaksi, daftar isi hingga kutipan sejumlah tokoh agama semisal, Aa Gym.

Halaman tiga, rubrik tokoh yang mengangkat topik "Sepuluh tokoh islam yang diangkat menjadi pahlawan nasional di era Jokowi".

Halaman empat, berisi topik utama yang membahas soal Reuni 212: Kepentingan Umat atau Kepentingan Politik.

Pada halaman selanjutnya juga membahas topik utama berjudul "Prabowo Marah Media Dibelah".

Halaman enam, rubrik liputan khusus membahas seputar hoaks Ratna Sarumpaet dan strategi kampanye kubu Prabowo-Sandi. Dalam rubrik itu diberi judul "Membohongi Publik untuk Kemenangan Politik".

Kemudian, pada halaman selanjutnya juga menampilkan liputan khusus dengan judul bahasan "Membongkar strategi Firehouse of Falsehood Prabowo-Sandi".

Pada halaman yang sama, redaksi membahas hubungan sejumlah organisasi asal Timur Tengah seperti Wahabi, Ikhwanul Muslim, HTI, dan ISIS.

Halaman delapan, berisi opini yang menampilkan judul "Agenda HTI melawan Negara-Bangsa."

Halaman sembilan, membahas sejarah salah satu aliran islam berjudul "Khawarij: Awal Radikalisme atas nama Islam".

Halaman sepuluh, rubrik edukasi yang membahas soal hoaks yang mengutip pernyataan Cawapres 01 Kiai Ma'ruf Amin dan Menag Lukman Hakim Saifuddin.

Halaman sebelas, rubrik tabayyun membahas soal tabloid Obor Rakyat.

Halaman dua belas tentang ekonomi, membahas kinerja dan keberhasilan pemerintahan Jokowi-JK.

Tiga belas, membahas perhatian pemerintahan Jokowi-JK terhadap perkembangan dunia pesantren dan santri.

Empat belas, rubrik teras masjid membahas seputar pengelolaan masjid dan menampilkan kurikulum khutbah jumat Masjid Istiqlal Jakarta.

Lima belas, fikih, membahas hukum meninggalkan salat. Pada halaman yang sama menampilkan tantangan bagi Prabowo Subianto untuk imami salat.

Enam belas, galeri, berisi foto kemegahan arsitektur Masjid Raya Sumatra Barat. (Fdi)


Tags Artikel Ini

Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH