Menguak Sisi Disabilitas Si Buta Dari Gua Hantu Barda Mandrawat Si Buta. (Foto: Si Buta Dari Gua Hantu, Bumilangit)

KASRIP dan Rabin bersitegang. Mereka tak percaya buah hatinya terlahir buta. Rabin bahkan menuding suaminya sebagai biang keladi kemalangan anak lelakinya tak bisa melihat rupa mereka selamanya. "Ini semua gara-gara kamu! Kita Jadi kena kutuk. Kamu habis bunuh orang lagi!" kata Rabin memarahi sang suami lantaran berkali-kali membunuh orang tak berdosa, di dalam Si Buta Dari Gua Hantu, Volume I, Mata Malaikat. Baik Rabin juga Kasrip sama-sama menganggap memiliki anak buta sebagai aib.

Baca juga:

Siapa Si Buta Dari Gua Hantu?

Di luar rumah, anak lelaki kelahiran tahun 1825 tersebut dipanggil Runtah atau di dalam bahasa Sunda berarti sampah. Ia selalu jadi bulan-bulanan teman sebayanya karena buta. "Woi picek! Melek dulu sana! Baru boleh ikutan," umpat teman-temannya disambung tawa melecehkan.

Tak sebatas hinaan, Runtah acap menerima pukulan, tendangan, hingga lemparan batu teman sepermainannya. Ia tak kuasa melawan lantaran kalah indera. Sementara, ayahnya pun sama menganggap anaknya menjadi lemah karena buta. "Kamu itu jadi orang ada gunanya enggak sih! Sampah!".

si buta
Mata Malaikat mendesak Paksi Sakti Indrawatara. (Foto: Si Buta Dari Gua Hantu, Bumilangit)

Tumbuh sebagai anak penuh rundungan di sekelilingnya, Runtah bertekad menjadi kuat agar orang melek tak meremehkannya. Ia kemudian beroleh kesaktian ilmu membedakan suara, menguasai jurus tombak, lalu mengubah sematan menjadi Mata Malaikat.

Setelah purna ilmu, ia memilih berkelana dengan tujuan utama mengirim orang melek berperilaku baik menuju surga lantaran tak pantas hidup di dunia penuh kebusukan. Namun, keputusan membunuh orang baik tersebut menimbulkan dendam kesumat pada orang akhirnya berduka.

Baca juga:

Menggali Kisah Runtah Si Mata Malaikat Serenta Kaki-Tangannya

Barda Mandrawata kehilangan ayah, calon istri dan mertua, dan saudara seperguruannya atas ulah Mata Malaikat. Barda tak mau kalah berusaha sekuat tenaga memecahkan ilmu membedakan suara meski harus membutakan matanya. Ilmu tersebut menjadi jurus ampuh satu-satunya agar Barda bisa mengalahkan Mata Malaikat.

Barda ketika sudah menyematkan diri sebagai Si Buta Dari Gua Hantu dianggap sebagai pengemis dan gembel buta. Ia malahan tak boleh membeli makan apalagi menyantap makanan di warung karena buta dan berbusana compang-camping. "Siapa sudi dengan uang bau mu itu, huss! Ayo pergi!," kata pemilik warung makan kepada Barda di dalam Si Buta Dari Gua Hantu gubahan Ganesh TH.

si buta
Paksi Sakti Indrawatara menghadapi Mata Malaikat. (Foto: Si Buta Dari Gua Hantu, Bumilangit)

Bahkan, pengunjung warung memperlakukan Si Buta seperti hewan peliharaan. Seorang pengujung tiba-tiba melempar kue tepat di hadapan Si Buta. "Wei! Ayo caploklah kue itu dan menyalaklah tiga kali. Tuanmu pasti akan memberi kue lagi padamu," tuding orang tersebut disambung gelak tawa membahana.

Penggambaran masyarakat terhadap orang buta sebagai sosok cacat sehingga dianggap bagian terpisah dari kenormalan kehidupan sosial sehari-hari masyarakat tergambar secara jelas di cerita bergambar (cergam) kali pertama terbit pada tahun 1961.

Baca juga:

Rahasia Senjata Si Buta Dari Gua Hantu

"Pak Ganes ingin menampilkan jagoan malah tidak sempurna," kata Gienardy Santosa, anak sulung Ganes TH, penggubah cergam Si Buta Dari Gua Hantu. Tokoh sentral di dalam cerita, lanjut lelaki biasa disapa AA Gien, baik Si Buta juga Mata Malaikat sama-sama tidak sempurna karena matanya buta.

si buta
Si Buta menghadapi Tasbih Sakti. (Foto: Si Buta Dari Gua Hantu, Ganes TH)

Selain dua jago bermata buta, ada pula sosok Maung Lugai atau disebut pula Sapujagat berkaki satu atau orang umum sering sebut pengkor. Lugai pada akhirnya berkubu pada Mata Malaikat lantaran punya ambisi menghabisi Si Buta.

Pemilihan karakter jago berilmu tinggi namun tak sempurna di dalam cerita, menurut Goklas Teguh Sujiwo atau akrab disapa Oyasujiwo, Senior Editor Bumilangit Comic, justru merupakan daya pikat tersendiri.

Baca juga:

Selisik Makna Kostum Ikonik Si Buta Dari Gua Hantu

"Jadi memang menariknya Si Buta itu justru dasar filosofinya soal kesejatian. Dua-duanya (Si Buta dan Mata Malaikat) kan sama-sama buta, Lugai juga difabel di kakinya. Jadi keragaman difabel memang banyak," tuturnya.

si buta
S Buta Dari Gua Hantu mengenakan ikat kepala. (Foto: Si Buta Dari Gua Hantu, Bumilangit)

Meski di dalam cergam masyarakat menganggap tokoh-tokoh disabilitas tersebut sebagai orang cacat secara fisik dan sosial sehingga tak pantas, sambungnya, justru pada ujung cerita orang-orang melek tersebut selain meregang nyawa, serenta mengambil petuah penting dari orang buta.

"Ketika salah satu fungsi menurun, sebetulnya sedang unggul di lain," lanjutnya.

Mata Malaikat dan Si Buta, meski kehilangan penglihatan, menerut AA Gien, malah mempunyai pendengeran sangat sensitif sehingga bisa mendeteksi gerak-gerik lawan sampai mampu mendengar suara jantun di rahim seseorang.

"Meskipun fisiknya tak sempurna, tapi ia memiliki satu talenta lebih. Entah itu pengetahuan, entah itu silatnya jago," ungkap Gien. (Sam)

Baca juga:

Kontradiktif! Mengapa Si Buta Dari 'Gua Hantu', Sementara Kontranya Mata 'Malaikat'?

Kanal
Tersihir Gundala Putra Petir
Indonesiaku
Aku Pemudi yang Mencintai Diriku Sendiri
Fun
Tersihir Gundala Putra Petir
Indonesiaku
Aku Pemudi yang Mencintai Diriku Sendiri
Fun
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Rendang Made in Negeri Aing Disukai Warga Dunia
Kuliner
Rendang Made in Negeri Aing Disukai Warga Dunia

Gordon Ramsay berniat memasukkan menu rendang sapi ke salah satu restorannya.

Sudah 15 Bulan Sektor Pariwisata Tidak Bergerak Karena COVID-19
Travel
Sudah 15 Bulan Sektor Pariwisata Tidak Bergerak Karena COVID-19

Sekitar 60 persen travel agent ada yang tutup permanen dan sementara.

Istimewa, Pelesir ke Aceh Mesti Ikut Aturan Daerah
Travel
Istimewa, Pelesir ke Aceh Mesti Ikut Aturan Daerah

Kamu wajib mengenali aturan syariat.

Jamu, Khasiat Kearifan Lokal
Kuliner
Jamu, Khasiat Kearifan Lokal

Jamu terbuat dari tanaman herbal yang sarinya diekstrak.

Kisah Guru TK Emerentiana Nogo Koban Menjadi Alarm Pembelajaran Daring Cuma Privilese Kota Besar
Indonesiaku
Kisah Guru TK Emerentiana Nogo Koban Menjadi Alarm Pembelajaran Daring Cuma Privilese Kota Besar

Guru Taman Kanak-Kanak asal Yayasan Rumah Junior Kota Tangerang, Banten, tersebut beroleh pilihan sulit

Mengenal Pesona Pulau Laki dan Pulau Lancang, Lokasi Jatuhnya Sriwijaya Air
Kuliner
Mengenal Pesona Pulau Laki dan Pulau Lancang, Lokasi Jatuhnya Sriwijaya Air

Pulau Laki dan Pulau Lancang menawarkan pesona pantai nan indah.

Menparekraf Siapkan Pariwisata Olahraga
Travel
Menparekraf Siapkan Pariwisata Olahraga

Sport Tourism akan hadir di Indonesia.

Siapa Si Buta Dari Gua Hantu?
Indonesiaku
Siapa Si Buta Dari Gua Hantu?

Si Buta Dari Gua Hantu garapan Ganesh TH. "Inilah perbuatan Si Raja Gagak bersarang di air terjun 'Gua Hantu' di atas gunung sana"

Makanan ini Dianggap Ekstrim di Luar Negeri
Kuliner
Makanan ini Dianggap Ekstrim di Luar Negeri

ak sedikit wisatawan mancanegara memasukan menu kuliner Indonesia ke dalam kategori makanan ‘ekstrim’.