Menguak Dugaan Jejak Freemason di Kompleks Makam Sunan Gunung Jati Kompleks Pemakaman Sunan Gunung Jati di Kabupaten Cirebon. (MP/Mauritz)

MerahPutih.Com - Kompleks Makam Sunan Gunung Jati merupakan salah satu peninggalan Kesultanan Islam di Cirebon. Situs yang terletak di Gunung Jati Kabupaten Cirebon ini, merupakan makam salah satu Wali Sanga, yakni Sunan Gunung Jati atau Syekh Syarif Hidayatullah bersama keluarganya.

Untuk itu, tempat ini kerap dikunjungi oleh para peziarah dari Cirebon maupun berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga:

Sumur Kejayaan Tempat Wudhu Sunan Gunung Jati

Keunikan kompleks pemakaman ini, terletak di dinding-dinding atau tembok bangunannya, yang dihiasi oleh berbagai keramik yang sudah berusia ratusan tahun. Konon katanya, keramik-keramik tersebut berasal dari Tiongkok. Keramik-keramik tersebut merupakan akulturasi budaya Islam dengan Tiongkok pada masa itu.

Sebuah simbol di gapura makam Sunan Gunung Jati yang diduga terkait freemason
Sebuah simbol di Makam Sunan Gunung Jati yang diduga terkait Freemason (MP/Mauritz)

Di antara ribuan keramik yang menghiasi kompleks, ada salah satu keramik yang cukup unik dan menarik, yakni sebuah keramik yang terletak di tugu gapura pintu masuk sebelah kiri pertama kompleks pemakaman.

Di situ terdapat piringan keramik berwarna kuning oranye, bergambar bunga, dan terdapat dua buah lambang yang cukup kontroversial, yakni lambang Freemason. Lambang tersebut terpampang jelas di piring keramik tersebut, dengan menampakkan huruf G besar, jangka, dan mistar. Lambang tersebut terletak di pinggir keramik dan lebih dari satu buah. Meskipun terletak di pintu masuk, hampir tidak ada peziarah pun yang menyadari keberadaan lambang tersebut.

Dengan adanya logo Freemason di situs Makam Sunan Gunung Jati, lantas apakah Kesultanan Islam di Cirebon zaman wali dulu sudah terkena pengaruh paham organisasi rahasia tersebut?

Seorang filolog asal Cirebon, Raffan Safari Hasyim, membantah hal tersebut. Menurutnya, keberadaan keramik berlambang Freemason di Makam Sunan Gunung Jati, tidak ada sangkut paut atau hubungan dengan organisasi rahasia tersebut.

"Tidak ada keterkaitan dengan organisasi persaudaraan Freemason," jelasnya, Sabtu (14/12).

Pria yang akrab disapa Opan ini melanjutkan, dirinya pun baru mengetahui kalau ada lambang Freemason di Kompleks Makam Sunan Gunung Jati. Tidak jelas juga, kenapa simbol tersebut menempel tepat di samping pintu masuk samping.

Hiasan khas pada ukiran keramik di Makam Sunan Gunung Jati seperti logo Freemason
Penjaga makam Sunan Gunung Jati tegaskan bahwa simbol tersebut tidak terkait Freemason (MP/Mauritz)

Opan melanjutkan, keramik-keramik yang menempel di bangunan Kompleks Makam Sunan Gunung Jati berasal dari negeri Tiongkok dan juga Belanda. Karena ketika itu, Cirebon sudah mempunyai hubungan dagang dengan kedua negera tersebut. Dan hal tersebut merupakan bentuk akulturasi budaya.

Adapun keramik berlambang Fremason di Makam Sunan Gunung Jati, Opan menduga ada hubungannya dengan monopoli dagang pedagang Eropa. Karena pada tahun 1681, ada perjanjian tentang monopoli dagang.

"Dimungkinkan juga, ketika masa itu masyarakat Cirebon belum mengenal organisasi tersebut. Karena itu, orang-orang Eropa memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat Cirebon zaman dulu untuk mengendalikan sistem politik dan pemerintahan," jelasnya.

Baca Juga:

Para Penjaga Makam Sunan Gunung Jati Tidak Digaji

Kompleks Makam Sunan Gunung Jati, lanjut Opan, dibangun oleh Sultan Sepuh IV Sultan Raja Amir Sena Muhammad Jaenuddin pada tahun 1753-1773. Bentuknua menyerupai seperti amphitheater. Hal ini bertujuan untuk memperindah makam, karena sebelumnya keadaannya terbuka.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Mauritz, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.

Baca Juga:

Kiai Ma'ruf Amin, Cawapres Keturunan Sunan Gunung Jati?

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Green Lifestyle, Kunci Ketersediaan Pangan Berkelanjutan Usai Pandemi
Indonesia
Green Lifestyle, Kunci Ketersediaan Pangan Berkelanjutan Usai Pandemi

Sistem pangan berkelanjutan adalah sistem pangan yang memberikan ketahanan pangan dan gizi bagi semua tanpa mengganggu ketahanan pangan dan gizi bagi generasi mendatang.

Mikrofon Anggota Fraksi Demokrat Dimatikan Saat Interupsi, ini Dalih Azis Syamsuddin
Indonesia
Mikrofon Anggota Fraksi Demokrat Dimatikan Saat Interupsi, ini Dalih Azis Syamsuddin

Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin yang menjadi pimpinan sidang menjelaskan, dalam tata tertib, anggota dewan hanya diberi waktu lima menit untuk berbicara.

Jokowi Minta Menkes Terawan Audit dan Koreksi Protokol Keamanan untuk Nakes
Indonesia
Jokowi Minta Menkes Terawan Audit dan Koreksi Protokol Keamanan untuk Nakes

Pastikan ketersediaan tempat tidur dan ICU di RS rujukan untuk kasus-kasus yang berat

Pimpinan MPR Tegaskan Masa Jabatan Presiden Dua Periode Sudah Ideal
Indonesia
Pimpinan MPR Tegaskan Masa Jabatan Presiden Dua Periode Sudah Ideal

Wakil Ketua MPR Syarief Hasan buka suara menanggapi isu tentang perpanjangan jabatan presiden 3 periode.

Gandeng Erat Tiongkok Kala Kembangkan Vaksin COVID-19 Merah Putih
Indonesia
Gandeng Erat Tiongkok Kala Kembangkan Vaksin COVID-19 Merah Putih

Pengembangan vaksin dalam negeri tidak mudah karena harus mendapatkan partner global yang lebih dulu melakukan riset vaksin.

Vaksinasi Calon Haji Gratis, Menag Tidak Ingin Jamaah Diberatkan
Indonesia
Vaksinasi Calon Haji Gratis, Menag Tidak Ingin Jamaah Diberatkan

Kemenag terus menjalin komunikasi dengan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi

Dikenakan Pasal Tambahan, Brigjen Prasetijo Segera Disidang Etik
Indonesia
Dikenakan Pasal Tambahan, Brigjen Prasetijo Segera Disidang Etik

Tanggal 20 Juli, kasus tersebut naik penyidikan

Sahkan UU Cipta Kerja Secara Kilat, DPR dan Pemerintah Tidak Punya Empati
Indonesia
Sahkan UU Cipta Kerja Secara Kilat, DPR dan Pemerintah Tidak Punya Empati

Pembahasan hingga pengesahan Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja yang kilat dan senyap, menunjukkan pemerintah dan DPR tidak peduli pada keinginan dan aspirasi rakyat.

Indeks Kepercayaan Kepada Jokowi Tahun Ini Lebih dari 70 Persen
Indonesia
Indeks Kepercayaan Kepada Jokowi Tahun Ini Lebih dari 70 Persen

Berdasarkan hasil pengukuran terhadap keseluruhan dimensi tersebut, Presiden memiliki indeks kepercayaan tinggi, yaitu 71,93

Orient P Riwu Bikin Ruwet
Indonesia
Orient P Riwu Bikin Ruwet

"Kami memang bertemu dengan persoalan hukum yang belum pernah terjadi selama proses Pilkada," kata Anggota Badan Pengawas Pemilu, Fritz Edward Siregar di Jakarta, Kamis (4/5).