Mengoptimalkan Dana CSR untuk Kepentingan Masyarakat Lembaga Pengembangan CSR Indonesia (LPCI). Foto: Ist

MerahPutih.com - Corporate Sosial Responsibility (CSR) merupakan salah satu program yang dimiliki oleh setiap perusahaan. Nantinya, dana CSR akan dibagikan kepada masyarakat atau kelompok yang membutuhkan.

Untuk mengoptimalkan kontribusi perusahaan-perusahaan multinasional yang ada di tanah air kepada masyarakat Indonesia, Lembaga Pengembangan CSR Indonesia (LPCI) akan melakukan hal tersebut secara bertahap.

Hal ini diungkapkan Ketua Umum LPCI, Teten Indra kepada awak media di Jakarta, Senin (23/4) malam. Ia mengatakan, hal ini merupakan sasaran jangka pendek yang harus dicapai LPCI.

"Jangka pendek, kita masih bertahap, tidak mungkin semua program bisa diselesaikan dengan singkat," kata Teten dalam sebuah acara LPCI, di kawasan Mega Kuningan.

Ketua Umum LPCI, Teten Indra. Foto: ist

Ia menjelaskan, perusahaan multinasional yang beroperasi di tanah air memiliki kesadaran yang lebih baik dibandingkan perusahaan domestik dalam hal domestik.

Hal ini, lanjutnya, yang menjadi alasan utama perusahaan multinasional disasar lebih terlebih dahulu, sembari memberikan edukasi kepada perusahaan nasional terkait CSR.

"Kesadaran mereka sudah ada dan untuk jadi contoh bagi perusahaan nasional," ujarnya.

Berdasarkan analisa awal LPCI, lanjut Teten, pihaknya memperkirakan bahwa proses penggenjotan kontribusi perusahaan melalui CSR akan berlangsung hingga 2-3 tahun ke depan.

Untuk langkah awal, Teten mengungkapkan jika pihaknya telah bekerja sama dengan para perusahaan asal Korea Selatan yang beroperasi di Indonesia. Perusahaan asal negara Korea akan menjadi percontohan pengembangan CSR di Indonesia.

Teten sempat berkunjung ke negara Gingseng ini pada November tahun lalu untuk proses penjajakan terkait hal program ini.

Program CSR BNI Lifer Berbagi Bersih Sehat di Desa Kosambi, Kec. Cinangka, Kab. Serang - Antara

"Ini hanya percontohan saja. Kami akan sedikit demi sedikit (bergeser ke perusahaan) Asia Tenggara," kata Teten.

"Untuk swasta nasional kami laksanakan setelah optimalisasi swasta internasional. Proyeksi potensinya sangat luar biasa, jumlahnya sangat besar dan bisa membantu program pemerintah," tutupnya tanpa menyebut jumlah pasti dari potensi CSR.

Pengusaha Berharap Izin Usaha Dipermudah

Sementara itu, Pengusaha Yanti Alosya mengutarakan harapannya terkait pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) yang akan dilaksanakan pada tahun depan.

Sebagai seorang pengusaha yang bergerak di bidang konstruksi, ia berharap Pemilu 2019 menghasilkan pemimpin yang dapat mempermudah izin-izin usaha di tanah air.

"Jangan dipersulit lah, lebih dipermudahkan dalam segala hal, dari izin dan yang lain-lain," kata Yanti

Pemilik Dargemich Group ini mengungkapkan, dirinya kerap menemui kesulitan ketika hendak mengurus izin dari usaha yang dijalankannya.

Ketika ditanya apakah hambatan izin itu adalah pungutan liar (pungli), ia enggan membeberkannya. Ia mengeluhkan tentang banyaknya aturan main dalam perizinan yang kerap berubah dalam sekejap mata.

Yanti Alosya. Foto: ist

"Enaknya sih sekarang semua sudah serba online, jadi lebih gampang ngeceknya," ujarnya.

"Jadi misalnya pengurusan izin, kita bisa cek sendiri sudah sampai mana. Cuma kadang-kadang ya itu tadi, saat di tengah proses tiba-tiba berubah," sambung Perempuan yang pernah mengorbitkan girl band D'Jollies ini.

Terkait kesibukannya dalam dunia hiburan, Yanti mengaku memiliki rencana untuk memproduksi film comedy action dalam waktu dekat ini.

Selain pernah menjadi produser girlband D'Jollies, ia memang memiliki sebuah rumah produksi atau production house (PH). Sayangnya, ia enggan membeberkan siapa saja para pemeran yang akan bermain dalam film tersebut.

"Kita belum tanda tangan kontrak, enggak enak kalau saya bilang sekarang," pungkasnya. (Pon)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH