Mengonsumsi Makanan Sehat Saja Enggak Cukup, Harus Dibarengi Olahraga Mengonsumsi makanan sehat harus dibarengi olahraga (Foto: Pexels/Trang Doan)

KAMU enggak lagi mengonsumsi makanan tinggi kalori. Makanan kemasan yang mengandung pengawet juga sudah kamu hindari. Kamu telah rajin mengonsumsi buah-buahan dan sayuran. Makanannya juga yang sehat, yang rendah kalori.

Tapi ada satu masalah, kamu enggak rajin berolahraga. Gaya hidup sehat kamu jadi percuma. Karena jika kamu mengonsumsi makanan sehat tanpa berolahraga semua sama saja. Mengutip Men's Health Kamu tetap enggak sehat jika meninggalkan olahraga.

1. Tetap berisiko terkena penyakit kardiovaskular

Orang malas olahraga berisiko terkena penyakit kardiovaskular.(Foto: Pexel/Pixabay)

Sebuah penelitian menggunakan data dari survei The National Health and Nutrition Examination dan berfokus pada orang berusia 40 hingga 79 tahun. Para peneliti membagi data menjadi dua kategori, membandingkan orang dengan indeks massa tubuh sehat (BMI) dengan mereka yang memiliki BMI kelebihan berat badan.

Secara khusus, mereka berfokus pada orang-orang yang memiliki BMI sehat, tetapi memiliki karakteristik yang mungkin membuat mereka lebih mungkin memiliki risiko kardiovaskular. Mereka juga disesuaikan dengan faktor-faktor lain seperti usia, ras, dan jenis kelamin.

Setelah menghitung angka-angkanya, mereka menemukan bahwa bahkan orang-orang dengan BMI yang sehat tapi malas berolahraga hampir sama memiliki risiko kardiovaskular seperti orang-orang dengan BMI yang kelebihan berat badan.

2. Meskipun sering duduk berlama-lama yang penting rajin olahraga

Berolahragalah sepulang kantor(Foto: Pexels/Nathan Cowley)

Kalau kamu pekerja kantoran tentu kamu sering berlama-lama duduk. Seenggaknya hampir 8 jam kamu duduk di depan komputer. Sekilas memang gaya hidup seperti itu enggak sehat. Tapi enggak masalah, yang penting kamu tetap rajin olahraga. Bisa sepulang kantor atau di hari libur.

Dalam penelitian yang sama mereka yang aktif secara fisik dapat menurunkan risiko terkena penyakit kardiovaskular. Bisa kamu bayangkan bukan, betapa pentingnya berolahraga. Dengan kata lain, olahraga berkorelasi dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah.

3. Olahraga yang bisa kamu lakukan

Berolahraga 20-30 menit saja sudah cukup (Foto: Pexels/Victor Freitas)

Jika kamu memiliki banyak waktu, kamu bisa pergi ke gym 2-3 kali seminggu. Bisa sepulang kantor atau di akhir pekan. Selain itu, kamu juga bisa rutin melakukan jogging di pagi hari atau setiap akhir pekan. 20-30 menit saja sudah cukup. Yang penting rutin melakukannya.

Yuk, mulai rajin olahraga mulai sekarang. (ikh)

Baca juga: Olahraga Lari Menyebabkan Cedera Lutut, Benarkah?

Kredit : digdo


Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH