Mengintip Rumah Singgah Ronald McDonalds House Charities di RSCM

Andrew FrancoisAndrew Francois - Sabtu, 22 Juli 2023
Mengintip Rumah Singgah Ronald McDonalds House Charities di RSCM
RMHC Kiara tempat bernaung keluarga pasien anak di RSCM. (Foto: merahputih.com/Andrew Francois)

PASIEN anak biasanya membutuhkan dukungan penuh dari keluarga, terutama orang tua, untuk mempercepat pemulihannya. Tak banyak rumah sakit yang menyediakan tempat menunggu bagi orang tua atau keluarga bagi pasien anak yang sedang dirawat.

Mengisi kekosongan ini Yayasan Ronald McDonalds House Charities (RMHC) melalui rumah singgah mereka di RSCM Kiara ingin berbagi tempat bagi orang tua atau keluarga pasien anak yang sedang dirawat. Tempat itu berlokasi di Lt. 8 Gedung Kiara RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat.

"Yayasan ini sudah berdiri sejak 2011. Waktu itu kami memiliki visi mengembankan program peningkatan kesahatan anak. Kami punya tagline 'Keeping Families Close'. Jadi, harapannya supaya anak yang dirawat dalam kondisi kritis bisa tetap dekat dengan keluarga mereka," kata Head Program RMHC Ratih P. Negara di RSCM, Jumat (21/7).

Ratih mengungkapkan rumah singgah RMHC di RSCM saat ini memang masih terbatas soal kapasitas tampung. Ia mengungkapkan rumah singgah itu saat ini hanya memiliki 12 kamar karena sedikitnya lahan atau tempat yang mampu disediakan RSCM.

Baca juga:

Mengenal Layanan Kanker Gratis di Rumah Singgah YKI Bandung

Penampakan salah satu kamar ukuran besar di rumah singgah RMHC Kiara, RSCM. (Foto: merahputih.com/Andrew Francois)

"Di sini hanya ada 12 kamar, jadi kami enggak bisa mengakomodir semua orang tua. Makanya ada beberapa syarat, seperti hanya bisa untuk yang rumahnya jarak di atas 15 km, kemudian anaknya tidak boleh yang penyakit menular," tukas Ratih.

Keterbatasan tempat membuat tingkat okupansi rumah singgah RMHC selalu tinggi, bahkan penuh. Tak mudah bagi keluarga pasien untuk bisa mendapatkan tempat tinggal sementara di rumah singgah itu sehingga keluarga pasien harus beradu nasib di daftar tunggu.

"Kami juga berkoordinasi dengan petugas yang ada di bangsal anak di Kiara. Jadi, misal ada anak yang kondisi medisnya sudah tidak terlalu parah lagi, itu keluarga akan kami minta untuk bergantian dengan keluarga pasien lain yang lebih membutuhkan," tambahnya.

Mengenai biaya, RMHC hanya memungut Rp 15.000 per hari bagi keluarga yang menetap sementara di rumah singgah. Pungutan biaya itu sejatinya hanya sekadar untuk pendataan agar keluarga pasien yang menetap tak sembarang datang dan pergi.

Baca juga:

Kisah Perjuangan Berdirinya Yayasan Kanker Anak Amaryllis, Penyelamat Penyintas Kanker

Keluarga pasien bisa memasak di dapur bersama. (Foto: merahputih.com/Andrew Francois)

"Tapi kalau memang ada keluarga yang benar-benar tidak mampu, itu juga bisa menunjukkan KTM (kartu tanda tidak mampu) ke kami, dan nanti tidak akan dipungut biaya sama sekali. Sebetulnya, biaya itu hanya untuk pendataan, selebihnya kami sudah dibantu oleh donatur," tuturnya.

Fasilitas rumah singgah RMHC itu terbilang lengkap. Dari 12 kamar, delapan di antaranya mampu menampung keluarga dengan empat anggota, sedangkan empat kamar lainnya hanya untuk satu orang dewasa. Keluarga yang menetap juga diberikan fasilitas dapur, kamar mandi bersama, laundry room, hingga ruang aktivitas (activity room).

"Kita semua lengkap, standar rumah singgah saja. Ada activity room juga karena kita juga sering mengadakan kegiatan dengan pasien-pasien anak di sini. Kita sering adakan kegiatan menggambar, mendongeng, dan sebagainya," tukasnya.

Bila kamu ingin menjadi salah satu donatur bagi rumah singgah RMHC, bisa melakukannya dengan mengunjungi akun Instagram @rmhc_indonesia atau berdonasi langsung melalui kotak yang telah disediakan di setiap outlet McDonald's di Indonesia. (waf)

Baca juga:

Ceriakan Dunia Anak bersama Ronald McDonald House Charities

#McDonald’s #McDonald #RSCM
Bagikan
Ditulis Oleh

Andrew Francois

I write everything about cars, bikes, MotoGP, Formula 1, tech, games, and lifestyle.
Bagikan