Mengintip Canggihnya Helikopter AKS Tipe AS565 Mbe dan CN235-220 MPA Baru Milik TNI-AL CN235 220 (ndhi-bumn.id)

Merahputih.com - TNI Angkatan Laut resmi punya alutsista baru yang canggih berupa lima unit Helikopter Anti-Kapal Selam dan satu unit Pesawat Udara CN235-220 "Maritime Patrol Aircraft" (MPA) dari PT Dirgantara Indonesia (PT DI).

Penyerahan alutsista baru TNI AL itu ditandatangani Direktur Niaga PT DI, Irzal Rinaldi kepada Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Kemhan Laksamana Muda TNI Agus Setiadji, yang mewakili Menhan Ryamizard Ryacudu di Hanggar Rotary Wing KP II PTDI, Jalan Pajajaran Nomor 154, Bandung, Kamis (24/1).

Dalam acara itu, Pesawat udara yang diserahkan adalah satu unit CN235-220 MPA (nomor seri N067) sesuai Kontrak Jual Beli No. TRAK/19/PLN/I/2013/AL tanggal 07 Januari 2013, antara Kementerian Pertahanan RI dan PT DI.

Helikopter yang diserahkan yaitu lima unit Helikopter AKS yang merupakan bagian dari materiil kontrak 11 unit Helikopter AKS sebagaimana Kontrak Jual Beli No. TRAK/979/PLN/IX/2014/AL tanggal 30 September 2014 antara Kementerian Pertahanan RI dan PT DI.

Helikopter AKS tipe AS565 MBe (indomiliter.com)

Secara kontraktual telah diserahkan bertahap pada bulan Juni 2018 2 Helikopter bernomor seri 7021 dan 7043 serta bulan November 2018 2 helikopter dengan nomor seri 7042, 7046, dan 7047.

Helikopter AKS ini adalah helikopter tipe AS565 MBe. Bekerja sama dengan 3 perusahaan, platform helikopter ini merupakan hasil kerja sama insdustri PT DI dengan Airbus Helicopter, Prancis, sedangkan untuk tahap integrasi AKS sejak desain hingga pemasangan adalah hasil karya PT DI.

Pemasangan torpedo dan sonar varian terbaru yang disesuaikan dengan kebutuhan TNI AL bekerja sama dengan Rotocraft Services Group (RSG) dan L-3 Aerospace System.

Helikopter ini memiliki kemampuan mendeteksi keberadaan kapal selam yang dilengkapi dipping sonar L-3 Ocean Systems DS-100 Helicopter Long-Range Active Sonar (HELRAS). Sonar HELRAS tersebut dapat beroperasi optimal baik di area laut dalam dan laut dangkal.

Mendeteksi kapal selam dari jarak jauh juga dapat dilakukan oleh helikopter ini karena pemanfaatan frekuensi rendah dengan resolusi tinggi pada sistem Doppler dan rentang gelombang panjang.

Pesawat CN-235 buatan PT DI yang dipesan Senegal. Foto:net

Dipadu dengan perangkat DS-100, AS565 Panther juga dirancang ideal untuk melakukan deteksi ulang, melokalisir sasaran, dan melancarkan serangan torpedo di perairan dangkal dan dalam.

"Penyerahan Heli AKS dan Pesud CN 235 MPA oleh PT Dirgantara Indonesia (Persero) kepada Kementerian Pertahanan merupakan salah satu program pembangunan kekuatan pertahanan yang dialokasikan melalui Pinjaman Luar Negeri/Kredit Ekspor dari dua renstra," kata Menhan dalam sambutannya yang dibacakan Kabaranahan Kemhan RI Laksamana Muda TNI Agus Setiadji dikutip Antara.

Helikopter AKS AS565 MBe Panther (radarmiliter.blogspot.com)

Menurut dia, dua unit Heli AKS telah dilengkapi dengan "full mission" untuk melaksanakan fungsi asasi sebagai Anti-Kapal Selam dan Pesud CN 235 juga memiliki kemampuan sebagai pesawat pengintai.

"Tidak hanya itu, kehadiran Heli AKS dan Pesud CN 235 MPA ini sangat kita tunggu-tunggu untuk melengkapi kebutuhan pertahanan NKRI," kata Menhan Ryamizard.

Mengingat luasnya perairan Indonesia dan padatnya lalu lintas kapal yang harus diawasi dan dijaga, tambah dia, maka dibutuhkan juga unsur patroli menggunakan udara untuk mengantisipasi kemungkinan penyusupan musuh dari perairan di atas maupun bawah perairan, baik menggunakan Heli AKS maupun pesawat udara MPA. (*)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH