Mengintip Alasan Ernest Prakasa Membuat Film Bergenre Thriller Ernest Prakasa membuat film bergenre thriller (Foto: merahputih.com/albi)

SETELAH sukses merilis film Imperfect pada 2018 lalu, kini aktor sekaligus sutrada Ernest Prakasa mencoba sesuatu terbilang baru.

Pria kelahiran 29 Januari 1982 tersebut, membuat sebuah film dengan genre thriller berjudul Teka Teki Tika. Hal itu berbeda dari film-film Ernest sebelumnya nan cendrung bergenre komedi.

Baca Juga:

Deretan Film Negeri Aing Paling Kontroversial

"Memberanikan diri karena sebenarnya kalau dilihat dari dulu, aku juga selalu pengen berusaha menghadirkan sesuatu hal baru. Pengen coba sesuatu baru. Cuma bedanya kemarin-kemarin coba sesuatu barunya masih di koridor komedi gitu," tutur Ernest seperti dikutip dari laman Antara.

Ernest Prakasa membuat film bergenre thriller (Foto: instagram @ernestprakasa)

Lebih lanjut Ernest menjelaskan, meski dirinya takut membayangkan persepsi orang akan seperti apa terhadap filmnya, apabila belum dicoba justru tidak akan tahu hasilnya seperti apa.

Ernest menjelaskan tentang alasannya ingin membuat film dengan genre thriller, karena ingin mencoba membuat suatu karya ingin membuat penonton bertanya-tanya tentang isi dari film tersebut.

"Kalau ditanya inspirasi ceritanya dari mana, sebenarnya aku sebagai penonton suka genrenya. Suka genre berbau-bau misteri, teka teki, gitu. Dan selalu kagum kalau penulisnya bisa bikin cerita nan orang tuh bertanya-tanya. Pengen suatu saat bisa bikin juga kayak gitu," ujar Ernest.

Baca Juga:

Cara Cerdas Mencegah Anak Menonton Film Dewasa di Layanan Streaming

Di sisi lain, lewat film Teka Teki Tika, Ernest terinspirasi dari kasus korupsi dana bantuan sosial di masa pandemi. Karena itu, Ernest ingin mencoba memberikan pesan tersebut lewat film terbarunya.

"Inspirasinya dari mana aku enggak bisa pin point satu titik tertentu, tapi pasti salah satu inspirasinya berkaitan dengan pesan dari film itu sendiri. Walaupun baru bisa dilihat ketika nonton filmnya, sebenarnya pesannya ini berangkat dari aku merasa bahwa orang Indonesia itu terlalu pemaaf sama korupsi," ungkap.

Meski begitu, Ernest akan selalu merasa bila di Indonesia apabila ada orang berbuat salah, atau ada artis terlibat skandal, jadi seperti manusia paling hina semuka bumi. Sementara sama koruptor tampak sangat santai. (Ryn)

Baca Juga:

Mengenal Lebih Dekat Film 'Autobiography'

Kanal