Mengintip Aksi Memukau Mikael Jasin di ICE 2020 Mikael Jasin sudah datang tiga jam sebelum kompetisi dimulai (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

SEJAK siang, gedung SMESCO di bilangan Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (13/2), sudah dipadati pengunjung. Mereka ingin melihat dari dekat bagaimana sang barista kenamaan Indonesia beraksi meracik kopinya.

Para penonton penasaran dengan aksi Mikael Jasin, barista peringkat keempat dunia di World Barista Championship (WBC). Mikael Jasin dijadwalkan tampil pada pukul 14.30, namun pria akrab disapa Micky tersebut sudah siap siaga lengkap dengan apron berbahan kulit berhiaskan pin kecil bergambar bendera Indonesia sejak pukul 14.00.

Baca juga:

'SPIRIT' Otten Coffee di ICE 2020

Beberapa orang dibuat terkesan dengan sikapnya yang sudah siap di meja laga setengah jam sebelum acara. Namun, orang-orang akan lebih terkesan jika mengetahui bila ia telah tiba di lokasi tiga jam sebelum perlombaan. "Tadi ke sini tiga jam sebelum acara untuk persiapan dan lihat-lihat," ungkapnya.

Mikael Jasin Indonesia Coffee Event
Mikael Jasin mempresentasikan kopi buatannya menggunakan bahasa Inggris (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Tak ingin membuang-buang waktu, Micky mulai menyusun empat buah gelas kaca untuk para juri dengan rapi, tiga buah placemat bergambar informasi seputar kopi, dan mengecek biji kopi yang akan diolahnya. Sesekali ia mengelap meja di hadapannya, memastikan semuanya sempurna.

"Dari masa latihan pun sudah saya biasakan susunan seperti itu. Tujuannya agar lebih simpel dan menghindari gerakan ribet," tuturnya.

Ketika tiba giliran Micky, pembawa acara pun memanggil namanya dengan begitu bersemangat. "Marilah kita sambut, the world barista champion!,". Mendengar namanya dipanggil demikian, Micky hanya tersenyum simpul.

Di hadapan para juri, ia tampil dengan begitu meyakinkan. Sebelum mulai, Mickey menyambut para juri dan menjabat tangan mereka dengan begitu erat. Usai para juri duduk, ia pun mulai meracik sajian pertamanya, espresso.

Demi menghasilkan espresso terbaiknya, Micky mengandalkan biji kopi didatangkan langsung dari Ethiopia. "Untuk milk beverage dan signature beverage saya percayakan pada biji kopi dari Flores," ungkapnya.

Selama mengolah kopi, Micky mempresentasikan kopinya dalam Bahasa Inggris dan terlihat membahas sejarah di balik biji kopi tersebut. Sesekali ia juga mengedukasi para juri dan penonton tentang kisah di balik kopi-kopi tersebut dan bagaimana pemrosesannya sebelum kemudian diolah kembali menjadi sajian kopi siap minum.

Mikael Jasin ICE 2020
Mikael sangat optimis (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Micky berhasil menyelesaikan presentasi dan peracikan kopi sebelum waktu habis. "Yes! Sekarang ngga overtime lagi. Biasanya overtime melulu!," pekiknya ke arah sang pembawa acara.

Usai bertanding, Micky mengaku lega telah melewati satu babak. "Hari pertama ini jujur nervous, syukurlah saya bisa melewati dengan baik," ungkapnya. Dirinya juga senang kali ini bisa lebih baik dalam mempresentasikan kopi racikannya tanpa harus melebihi waktu yang sudah ditentukan oleh pihak juri.

"Pengalaman lomba tahun-tahun sebelumnya membuat saya lebih siap dan mempersiapkan dengan lebih matang," jelasnya.

Ia berharap bisa menampilkan penampilan terbaik bila lolos ke babak selanjutnya. "Besok harus lebih baik," tukasnya optimis. (avia)

Baca juga:

Harus Nonton! Saksikan Live Streaming Keseruan Kompetisi Barista dan Brewers Cup di ICE 2020 di merahputih.com

Kredit : iftinavia

Tags Artikel Ini

Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH