Mengingat Kembali Kejayaan Nusantara di Laut Benteng Somba Opu (foto: Indonesia Kaya)

Merahputih Budaya- Syair 'Nenek Moyangku Seorang Pelaut' bukanlah lirik kosong tak bermakna atau khayalan tingkat tinggi, bukan sekadar dongeng anak negeri pengantar tidur atau lagu wajib yang dilantunkan didepan kelas. Tak hanya menjadi tradisi di laut, Bahkan, sejarah menyebut nenek moyang bangsa ini pernah gemilang di samudra biru.

Fakta itu nyata adanya dan dapat ditemui dari sejumlah bukti peninggalan zaman keemasan sejumlah kerajaan Nusantara.

Tak hanya menguasai jalur perdagangan dan Sumber Daya Alamnya, kerajaan yang gemilang di pesisir pantai ini, mempunyai armada tempur laut yang memadai sehingga kekuasaannya berlangsung cukup lama.

Rakyat pesisir yang sebagian besar nelayan dan pedagang hidup makmur tak kekurangan seperti nelayan zaman kekinian, mereka bebas menangkap dan menjual hasil laut namun tetap menjaga kearifan lokal yang kental dengan azas gotong royong.

Salah satu Kerajaan Nusantara yang masyhur itu adalah Kerajaan Gowa. Meskipun tak tersohor layaknya Kerajaan Majapahit dan Sriwijaya, catatan sejarah emas pernah ditorehkan Kerajaan Gowa yang berhasil menguasai perairan indonesia bagian timur.

Dalam buku berjudul 'Laut dan kebudayaan' dipaparkan sejumlah Khazanah tradisi masyarakat Sulawesi Selatan dimana kerajaan Gowa berlokasi. Tradisi maritim atau kultur laut (Tasiakkajang), sangat melekat dalam kehidupan mereka.

"Kultur laut mendominasi aktivitas masyarakat melebihi aktivitas agraris, maka tumbuhlah pranata-pranata dalam masyarakat mengarah ke kultur laut. Ilmu pengetahuan, seni, arsitektur, adat, mistik dan hukum adat yang erat kaitannya dengan dunia maritim," tulis Mukhlis Paeni dalam buku Laut dan Kebudayaan.

Dijelaskannya dalam kultur itu tumbuhlah negara maritim yang sangat dipengaruhi oleh aktivitas pasar yang digerakkan oleh pedagang (Pabalu-balu). Tak heran dalam sejarah ekonomi Sulawesi selatan, orang Wajo sangat terkenal dalam memainkan peran ini.

"Pedagang Bugis orang Wajo sangat terkenal hampir di semua kota-kota dagang tradisional di Indonesia Timur. Sampai sekarang hampir seluruh kegiatan pasar di Indonesia Timur didominasi oleh pedagang Bugis asal Wajo."

Pranata sosial yang kental dengan kultur laut dan maritim itu menemukan sejarahnya saat kerajaan Gowa mulai menerima Islam dan dipimpin seorang raja bernama Sultan Malikulsaid pada abad 17.

Kamashuran Kerajaan Gowa, Sulawesi Selatan dikenal hingga daratan Eropa. Hubungan dagang yang baik dibina dengan sejumlah negara dan pembesar Eropa. Sehingga, sejak saat itu dermaga kerajaan Gowa, Somba Opu menjadi pelabuhan niaga internasional yang dilalui perahu-perahu negara dunia.

Namun, Perselisihan dominasi kekuasaan laut antara kerajaan Gowa dan VOC, Belanda saat itu, membuat hubungan semakin meruncing. Apalagi pasca wafatnya Raja Malikulsaid, yang kemudian digantikan Sultan Hasanuddin.

Kerasnya sikap Sultan Hasanuddin terhadap Belanda dan VOC, menyulut perang besar yang melibatkan saudara sesama kerajaan Sulawesi Selatan.
Belanda memanfaatkan Raja Bone untuk merongrong kekuasaan Gowa.

Perang yang berkepanjangan dan banyak memakan korban, berakhir dengan kompromi dan perjanjian Bongaya yang dinilai merugikan rakyat Gowa.
Tak terima, kerajaan Gowa terus melawan hingga Belanda mengirimkan bala bantuan armada perang dari daerah lain, hingga benteng terkuat kerajaan Gowa, Somba Opu direbut.

Kegemilangan Nusantara dalam kultur maritim tak lekang dimakan waktu, meski harus berakhir dengan sisa-sisa peninggalan masa silam, setidaknya ini memberikan bekas dan hikayat peninggalan warisan leluhur yang terus digali penerus bangsa.

Bersumber dari kultur dan tradisi maritim yang terus dilestarikan masyarakat pesisir pantai, catatan sejarah gemilang terukir hingga mendunia. (fdi)

BACA JUGA:

Penutupan TAFISA Games Dilakukan di Atas Laut

Nikmati Nuansa Perkampungan Bajak Laut di Jogja Bay Adventure Pirates Waterpark

Sambut Tahun Baru, Jogja Bay Pesta "Bajak Laut"

Keindahan Gua Bawah Laut Pantai Liang Bikin Lupa Daratan

Basarnas Cari Nelayan Belum Kembali dari Melaut

 



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH