Mengenang Eksotika Gunung Papandayan, Lokasi Favorit Pelancong Masa Kolonial Pemandangan Gunung Papandayan, Garut. (Tropenmuseum)

GARUT mendadak sibuk. Para pejabat pemerintah dan militer Belanda sibuk mengatur protokoler. Sementara 21 koki khusus didatangkan langsung dari Batavia untuk menyuguhkan makanan untuk sang tamu agung.

Sang Putra Mahkota Tsar Rusia, tulis Bambang Hidayat “Ketika Calon Tsar Rusia Mampir ke Garut”, Pikiran Rakyat, 7 Juni 2016, memang tergila-gila dengan ragam fauna Gunung Papandayan dan rangkaian keserasian pegunungan di sekitar Garut.

Baca Juga:

Pariwisata Lombok Diprediksi Meningkat Setelah Gelaran MotoGP Mandalika

Nicholas Alexandrovich benar-benar menikmati pesonan Papandayan. Sekira 20 kilometer dari tempat menginap, sang tamu agung menikmati santapan istimewa berupa Sandwich Au Caviar (roti lapis dengan isian telur ikan), dan Puding A la Imperialle (puding raja) di bawah kawah Papandayan.

Keindahan Papandayan sebagai salah satu dari rangkaian pegunungan di Garut, secara khusus dijadikan destinasi wisata pada masa Hindia-Belanda.

Salah satu buku panduan perjalanan wisata terbitan Officieele Vereeniging voor Toeristen Verkeer (sebuah biro resmi pariwisata) secara khusus memunculkan keindahan Gunung Papandayan.

papandayan
Ilustrasi Gunung Papandayan masa silam. (Tropenmuseum)

Tak heran bila para biro perjalanan memasang tarif khusus kepada turis mancanegara. Hotel Papandajan, pada Illustrated Tourist Guide to Buitenzorg, the Preanger, and Central Java, mengadakan paket perjalan khusus menuju Kawah Papandayan untuk para turis mancanegara.

Sang turis harus menyiapkan kocek sebesar 5 gulden untuk tarif kereta kuda dari Hotel Papandajan menuju Tjisoeroepan dengan pemberhentian di Hotel Paulline. Uang jasa 0,50 gulden juga harus disiapkan untuk kusir.

Baca juga:

Pandemi Membuat Wisata Domestik Kian Dilirik

Dari Hotel Paulline, disediakan kuda tunggangan seharga 3,50 gulden dan uang jasa untuk tukang tuntun kuda sebesar 0,30 gulden, jasa porter 0,50 gulden, dan jasa pendamping wisata 0,75 menuju Kawah Papandayan.

Total, sang turis harus mengeluarkan dana sebesar 14,95 gulden untuk bisa mencapai Kawah Papandayan.

Kabar keindahan Gunung Papandayan pun sampai di telinga Robert Allan, asal New Zealand. Ia mengunjungi Garut pda tahun 1911 dan menulis catatan perjalanannya pada surat kabar New Zealand, Nelson Evening Mail bertajuk “Java and Its People” pada 15 September dan 3 Oktober 1911.

papandayan
Halaman depan Hotel Papandajan, Garut. (Foto: KITLV)

Robert Allan menuliskan pengalaman menaiki jalan terjal menuju Tjisoeroepan. Dia memulai perjalanan pada pukul 4 pagi menggunakan kereta ditarik empat kuda menjelajah jalan dengan ketinggian 4000 kaki.

Allan behenti di sebuah hotel sebagai tempat beristirahat sebelum pendakian. Jalan mendaki bisa digunakan dengan menunggang kuda atau berjalan kaki. Saat pendakian berakhir para turis akan bertemu Rotorua tepat di tengah kolam berlumpur panas.

Dengan diantar seorang juru pandu, menurut Allan, pengunjung bisa berjalan di antara kolam berlumpur panas dan pilar-pilar belerang. Setelah puas memandang Kawah Papandayan, Allan memutuskan untuk pulang pada tengah hari. (*)

Baca Juga:

Kolaborasi IMI dan Ancol Beach City Gairahkan Wisata Otomotif

Kanal
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Sebelum Nonton MotoGP, Kunjungi Destinasi Wisata di Seputaran Mandalika
Travel
Sebelum Nonton MotoGP, Kunjungi Destinasi Wisata di Seputaran Mandalika

Mandalika memiliki destinasi wisata yang penuh pesona.

Kawasan Malioboro akan Dibuat ala Tempo Dulu
Travel
Kawasan Malioboro akan Dibuat ala Tempo Dulu

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Pemerintah Kota Yogyakarta bakal menyulap kawasan legendaris ini seperti tempo dulu.

Peraturan Berubah-ubah, Yogyakarta Tetap diminati Pelancong Menghabiskan Akhir Tahun
Travel
Peraturan Berubah-ubah, Yogyakarta Tetap diminati Pelancong Menghabiskan Akhir Tahun

Jumlah kamar yang sudah terbooking diakhir tahun disejumlah hotel terus meningkat.

5 Kuliner Legendaris Jakarta
Kuliner
5 Kuliner Legendaris Jakarta

Banyak tempat makan di Jakarta telah bertahan puluhan tahun.

Sayang untuk Dilewati, Kuliner Khas di Mandalika
Kuliner
Sayang untuk Dilewati, Kuliner Khas di Mandalika

Nikmati kekhasan dan kelezatan kuliner Mandalika.

9 Stupa Candi Borobudur Dihempas oleh Bom
Travel
9 Stupa Candi Borobudur Dihempas oleh Bom

Dianggap memiliki keterkaitan dengan peristiwa Tanjung Priok.

Makanan Kemasan ini Obati Kerinduan Rachel Vennya pada Masakan Indonesia di New York
Kuliner
Makanan Kemasan ini Obati Kerinduan Rachel Vennya pada Masakan Indonesia di New York

Dimas Beck mengobati kerinduan Rachel Vennya dan rekan-rekannya yang berada di New York, dengan mengirimkan Laukita.

Pandemi dan Legalitas Masyarakat Adat
Tradisi
Pandemi dan Legalitas Masyarakat Adat

Orang Rimba turut merasakan pahitnya pandemi COVID-19.

Makan Jeroan Terlalu Sering Bisa Mengancam Kesehatan
Kuliner
Makan Jeroan Terlalu Sering Bisa Mengancam Kesehatan

Risiko terlalu banyak makan jeroan bisa membuatmu memiliki kolesterol tinggi

Aksi Bang Pi`ie Jago Revolusi
Indonesiaku
Aksi Bang Pi`ie Jago Revolusi

Serang kilat pasukan Bang Pi`ie membuat pasukan NICA mundur.