Mengenang Abdul Hakim, Sosok Religius yang Konsisten Membela HAM Abdul Hakim Garuda Nusantara. (Foto: tokohindonesia.com)

MerahPutih.com - Kabar duka menyelimuti dunia hukum tanah air, salah satu tokoh pembela HAM Abdul Hakim Garuda Nusantara meninggal dunia, pada Jumat (4/5) pagi WIB.

Almarhum mengindap penyakit stroke sejak lama hingga mengantarkannya menghadap ilahi. Sosok Abdul Hakim merupakan orang yang populer dikalangan aktivis HAM, dia dikenal konsisten memperjuangkan HAM hingga akhir hayatnya.

Lahir dari Keluarga Muhammadiyah

Abdul Hakim Garuda Nusantara dibesarkan dari keluarga yang sederhana dan relijius, ayahnya seorang pedagang yang berkecimpung dalam organisasi Islam, Muhamadiyah.

Sejak kecil Abdul mengenyam pendidikan di Sekolah Muhammadiyah hingga tingkat SMA. Sebagai pelajar, dia juga aktif di berbagai organisasi sekolah, khususnya Pelajar Islam Indonesia (PII).

Setelah lulus SMA pria kelahiran 1954 itu tertarik melanjutkan kuliah di bidang hukum, hanya saja, saat lulus sekolah pada 1971, dia harus menganggur selama setahun dan ikut orang tua berdagang.

Abdul Hakim Garuda Nusantara. Foto: ist

Pada tahun berikutnya, Abdul kemudian kembali ikut seleksi masuk perguruan tinggi dan lolos masuk Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Setelah sarjana, Dia pun memutuskan untuk bergabung dengan LBH Jakarta. Di sana kemampuannya sebagai pengacara mulai terasah.

Tak puas, dia pun melanjutkan pendidikan strata dua di Universitas Washington, USA, konsentrasi Hukuk Perdata Internasional.

Selesai masa studi, Abdul kembali ke tanah air dan mengabdi untuk HAM dan pendidikan. Tercatat, dia pernah mengajar di UI dan mendirikan beberapa lembaga bantuan hukum. Seperti WALHI dan Yayasan Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam).

Karir Kian Moncer

Sejumlah jabatan penting pernah diduduki Pakar Hukum Perdata ini, mulai Ketua Yayasan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (1986-1992), Direktur Lembaga Bantuan Hukum Jakarta (1984-1987), Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (1987-1993), Ketua International NGO Forum in Indonesian Development (INFID) (1989-1994).

Kemudian, Wakil Ketua Tim Penyusunan Rancangan UU Pengadilan HAM, Departemen Kehakiman dan HAM (1999), Wakil Ketua Tim RUU Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi, Depkeh dan HAM hingga Anggota Tim Revisi RUU Penanggulangan Keadaan Bahaya, Departemen Pertahanan (2000).

Abdul Hakim Garuda Nusantara. Foto: ist

Sederet pengalamannya di bidang HAM itu membuat Ormas Islam Muhamadiyah dan MUI merekomendasikan namanya menjadi anggota Komnas HAM.

Dan, Pada Tahun 2002 beliau terpilih menjadi Ketua Komnas HAM periode 2002-2007.

Tak heran, jika anggota YLBHI khususnya pejuang HAM, cukup memfigurkan beliau, selain Adnan Buyung Nasution. (Fad)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH