Kesehatan Mental
Mengenal 'Zoom Fatigue' dan Bahayanya bagi Kesehatan Mental Kenali bahaya Zoom Fatigue (Foto: pixabay/mohamed_hassan)

DI MASA pandemi COVID-19, semua orang dipaksa harus pandai beradaptasi dengan keadaan. Seperti halnya ketika meeting, seminar dan sebagai yang dilakukan secara daring melalui Zoom.

Seiring dengan banyaknya penggunaan Zoom untuk pendidikan maupun bisnis, kini muncul istilah 'Zoom fatigue'. Istilah itu mengacu pada kelelahan karena melakukan konferensi video lewat Zoom setiap hari.

Baca Juga:

Zoom Dibuat Berbayar, Legislator Rusia Serukan Pemblokiran

Istilah tersebut mulai ramai di tengah masyarakat di masa pandemi karena banyaknya para pekerja kantor yang mengharuskan bekerja dari rumah. Mereka umumnya memanfaatkan aplikasi video conference tersebut.

Banyak faktor yang menyebabkan Zoom Fatigue (foto: pixabay/geralt)

Terkait hal itu, Psikiater Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo, dr Gina Anindyajati, mengatakan bawa Zoom fatigue bisa terjadi, karena adanya kelelahan fisik akibat menghadap layar yang berlangsung lama. Belum lagi dengan habisnya energi mental yang selalu fokus pada pertemuan online.

"Zoom fatigue adalah kelelahan fisik dan mental yang timbul akibat paparan dengan pertemuan daring yang lama tanpa jeda. Zoom fatigue bisa berkontribusi pada terjadinya burn out yang dialami pekerja," Ujar Dokter Gina, seperti yang dikutip dari laman Antara.

Ada beberapa faktor yang dapat membuat seseorang merasakan Zoom Fatigue. Dari mulai durasi yang terlalu lama, jarak menghadap layar komputer, tidak ada jeda antara bekerja dan istirahat, hingga kendala teknis seperti sinyal yang terputus-putus.

"Ketika kita menatap layar untuk durasi yang lama, mata akan merasa lelah, sehingga rekomendasi dari dokter adalah memandang jauh (6 meter) setiap 20 menit," tutur Dokter Gina.

Baca Juga:

Telegram Akan Hadirkan Fitur Panggilan Video Grup, Lebih Aman dari Zoom?

Lebih lanjut Dokter Gina menambahkan, bahwa tidak semua orang yang bekerja dari rumah punya fasilitas untuk mengalihkan pandangan, akibatnya mata dipaksa untuk melihat lama ke layar tanpa bisa refresh.

Selain itu, Dotker Gina mengatakan, Zoom Fatigue juga bisa disebakan oleh pertemuan yang dikerjakan berurutan alias tidak memberi kesempatan pada orang untuk jeda, bahkan untuk sekadar ke toilet maupun bergerak.

Sementara bila kamu rapat di kantor antara satu jadwal dengan jadwal yang lain, kamu bisa ke toilet terlebih dulu, atau sekadar naik tangga maupun lift.

Dokter Gina berpendapat, jeda sejenak penting untuk mengembalikan rasa segar, sementara dalam pertemuan online, benar-benar langsung pindah ruangan setelah satu pertemuan selesai.

Kemudian, rasa lelah biasanya disebabkan oleh fokus ynag dipaksakan, terlebih ketika terkendalanya sinyal, yang membuat seseorang harus bolak balik melakukan pengecekan.

Pertemuan online pun membuat interaksi lebih terbatas, lantaran tak ada waktu untuk chit chat yang dapat dilakukan ketika pertemuan tatap muka.

Belum lagi, pertemuan online yang dianggap bisa dilakukan dari mana pun, memaksa seseorang untuk mengikuti pertemuan multipel, serta tak mengenal jam kerja. Hal itu secara langsung menambah beban pekerjaan dan membuat lelah.

Hubungan antara pekerjaan dan kesehatan mental sangat dekat (Foto: pixabay/alexandra_koch)

Kemudian, Dokter Gina juga mengatakan, bahwa hubungan antara pekerjaan dan kesehatan mental sangat dekat.

Seperti yang dilansir dari laman Healthline, selain stres terkait pekerjaan, pandemi pun menyebabkan kesehatan mental hampir semua orang menurun.

Tapi kebanyakan orang terus tetap bekerja seolah tidak terjadi apa-apa. Meski sejatinya pandemi sudah memengaruhi banyak kehidupan. Jadi wajar bila interaksi kerja pun terpengaruh.

Adapun tanda-tanda kelelahan tradisional, yakni perasaan apatis dan kelelahan hingga penurunan kinerja kerja.

"Pekerjaan dan kesehatan mental saling berkaitan, karena orang yang mentalnya sehat akan bisa mengerjakan pekerjaannya dengan optimal, produktif, serta berkontribusi untuk lingkungannya," ungkap Dokter Gina.

Lebih jauh Dokter Gina menambahkan, bahwa pekerjaan yang melebihi kapasitas seseorang, bisa mengancam kesehatan jiwa. Hingga berisiko menimbulkan masalah gangguan jiwa.

Namun, pekerjaan pun dapat menjadi faktor protektif, yang meningkatkan kesejahteraan mental seseorang. (Ryn)

Baca Juga:

Pengguna Harian Tembus 300 Juta, Zoom Tingkatkan Kapasitas Layanan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Dedengkot Metal Indonesia Ebenz Burgerkill Meninggal Dunia
ShowBiz
Dedengkot Metal Indonesia Ebenz Burgerkill Meninggal Dunia

Pentolan sekaligus gitaris Burgerkill menghembuskan nafas terakhir di saat manggung.

Billie Eilish Rilis Lagu Baru ‘Therefore I Am’
ShowBiz
Billie Eilish Rilis Lagu Baru ‘Therefore I Am’

Liriknya diambil dari kutipan filsuf Rene Descartes.

Sederet Artis Cantik Korea Ternyata Doyan Sama 'Berondong'
ShowBiz
Sederet Artis Cantik Korea Ternyata Doyan Sama 'Berondong'

Tidak sedikit perempuan yang justru menginginkan pasangan yang usianya lebih muda, termasuk artis Korea.

Pasangan Zodiak yang Langsung Klik Saat Pertama Kali Bertemu
Fun
Pasangan Zodiak yang Langsung Klik Saat Pertama Kali Bertemu

Bisa jadi mereka paling rukun dan menerima satu sama lain.

Sepekan Rilis, ‘Black Widow’ Raup Rp 2,8 Triliun
ShowBiz
Sepekan Rilis, ‘Black Widow’ Raup Rp 2,8 Triliun

Sebuah pencapaian besar di masa pandemi.

3 Kreasi Olahan Kentang untuk Menu Lebaran
Fun
3 Kreasi Olahan Kentang untuk Menu Lebaran

Simple, praktis, dan lezat untuk disantap.

Kenali Thalassemia Pada Anak
Fun
Kenali Thalassemia Pada Anak

thalasemia dibagi menjadi tiga, yaitu thalasemia minor, thalasemia intermedia dan thalasemia mayor.

Cara Selamatkan Diri Setelah Putus Cinta
Fun
Cara Selamatkan Diri Setelah Putus Cinta

dengan kesabaran dan pola pikir yang positif, ada masa depan yang cerah.

Nimble Produksi Pengisi Daya Ramah Lingkungan
Fun
Nimble Produksi Pengisi Daya Ramah Lingkungan

Perusahaan bernama Nimble turut bergabung dalam kampanye gerakan bebas sampah plastik.

Floyd Mayweather Keluarkan Rp14,2 miliar Beli Mobil untuk Teman-Temannya
Fun