Mengenal Sara Chrisenka, Wakil Indonesia di Grand Final International All Asia Waacking Festival 2018 Sara Chrisenka

ALL Asia Waacking Festival Indonesia Qualifier 2018 telah berakhir pada Minggu (11/3). Acara yang diselenggarakan di Etoile Dance Center, Gading Serpong, Tangerang tersebut membawa Sara Chrisenka sebagai pemenang.

Gerakannya yang lentur dan seolah menyatu dengan irama tersebut membuat dara kelahiran Malang, 11 Februari 1996 tersebut tampil sebagai pemenang. Ia berhasil mengalahkan 46 peserta lainnya yang berasal dari Bandung, Jakarta, Surabaya, Jogjakarta dan lainnya.

Yuk lebih mengenal sosok Sara dari fakta berikut ini:

1. Masa kecil cukup aktif

sara
Suasana final battle waacking dance antara Sara dengan Danzel pada kompetisi All Asia Waacking Festival 2018 di Etoile Dance Center. (MP/Rizki Fitrianto)

Jauh sebelum menjadi seorang Waackers (sebutan bagi para penari Waacking), Sara telah menyukai dunia tari. Menurut kedua orang tuanya, Sara kecil tumbuh menjadi anak yang aktif dan selalu menari setiap mendengar irama.

"Menurut orangtuaku, waktu kecil aku jiwa nyeni banget. Kemana-mana selalu nyanyi dan goyang-goyang gak jelas," tuturnya mengingat masa kecilnya.

2. Terjun ke Dunia Waacking Sejak Empat Tahun Silam

Sara Chrisenia
Sara Chrisenka

Mojang Bandung ini mengeksplorasi kecintaannya akan dunia tari hingga akhirnya menemukan passion-nya di waacking dance empat tahun yang lalu. Perempuan yang kerap disapa Sara ini tertarik dengan waacking dance karena tarian yang satu ini bisa dikombinasikan dengan berbagai style.

"Lewat waacking itu mau battle, performance, atau showcase kami bisa menampilkan gerakan ideal dari ujung kepala hingga ujung kaki," ujarnya. Waackers bisa mengekspresikan diri mereka melalui gerak tari waacking dance.

3. Mengikuti Lomba Untuk Bersenang-Senang

sara
Suasana final battle waacking dance antara Sara dengan Danzel pada kompetisi All Asia Waacking Festival 2018 di Etoile Dance Center. (MP/Rizki Fitrianto)

Ketika tampil di All Asia Waacking Dance, Sara mengaku tak tertekan sama sekali. Ia mengikuti turnamen tersebut untuk bersenang-senang. "Ketika mengikuti All Asia Waacking, aku datang untuk bersenang-senang jadi tidak merasa adanya pressure sama sekali," ucapnya.

4. Latihan Waacking Dance Secara Konsisten Membawanya Sebagai Pemenang

Sara
Sara Chrisenka saat beraksi di All Asia Waacking Festival 2018 di Etoile Dance Center. (Rizki Fitrianto/MP)

Learning by doing. Seperti itulah ungkapan yang tepat untuk sosok Sara. Dirinya berhasil membuat para juri dan hadirin terkesan dengan penampilannya karena ia terus berlatih secara konsisten.

Sejak jatuh cinta dengan dunia waacking dance empat tahun lalu, ia tak pernah berhenti berlatih dance. "Aku terus latihan gerakan basic setiap waktu sejak empat tahun lalu," bebernya. Dirinya bahkan memanggil seorang pelatih untuk mengajarinya.

5. Wakili Indonesia di Kancah Internasional

Sara
Sara Chrisenka saat diumumnya menjadi juara dan mewakili Indonesia di ajang Grand Final International All Asia Waacking Festival 2018. (Rizki Fitrianto/MP)

Menjadi pemenang All Asia Waacking Festival Indonesia Qualifier 2018 membuat Sara harus mewakili Indonesia di ajang Grand Final International All Asia Waacking Festival 2018. Pada turnamen yang diselenggarakan 31 Maret 2018, di Hard rock, Bali tersebut ia harus melawan para Waackers dari negara lain.

"Aku lebih memperdalam persiapan mental daripada persiapan fisik," demikian ujarnya. Menurutnya, mewakili Indonesia merupakan beban tersendiri bagi Sara. "Aku harus merepresentasikan Indonesia dengan sangat baik di mata dunia," katanya.

Ketika diumumkan sebagai pemenang kompetisi All Asia Waacking Dance, Sara merasakan euphoria itu hanya dalam waktu lima menit. "Rasa senangnya hanya lima menit. Selebihnya aku merasa beban karena harus mewakili Indonesia," ungkapnya.

Sementara untuk persiapan fisik, ia berlatih dengan para petinggi Waacking Indonesia. Ia akan melakukan battle dengan para petinggi tersebut. (Avia)


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH