Mengenal Siska Nirmala, Pahlawan Zero Waste yang Pantas Diteladani SIska Nirmala, jurnalis muda penggerak kampanye Zero waste. (Foto: aa.com.tr)

TANPA mengenal ras dan status sosial, lingkungan menjadi tempat dimana segala orang dengan aspirasi berbeda berkumpul dan sama-sama merasakan manfaatnya. Menjadi lokasi yang dimiliki siapa saja, tentunya akan terasa sulit untuk menjaga lingkungan jika tidak dimulai dari diri sendiri.

Tidak hanya membahas tentang seberapa penting kepedulianmu terhadap lingkungan, tetapi disini adalah gaya hidup yang dibicarakan.Perilaku konsumtif yang kesannya tidak berkorelasi terhadap lingkungan, ternyata merupakan penyebab naiknya jumlah sampah.

Selain dapat merusak lingkungan, kebiasaan hidup menggunakan barang sekali pakai, jajan dimana-mana, dan penggunaan plastik berlebihan dapat berdampak buruk bagi cara kamu menjalani hidup.

Bagi kamu yang belum tahu, zero waste merupakan sebuah filosofi ramah lingkungan dengan cara menolak, dan mengurangi penggunaan barang sekali pakai serta penggunaan bahan material yang tidak bisa terurai, juga menggunakan kembali barang-barang yang bisa dipakai berulang kali (Refuse, Reduce, Reuse).

Siska Nirmala, atau yang sering dikenal sebagai @zerowasteadventure di platform Instagram berhasil menjadi salah satu aktivis, pembicara, penulis buku, dan influencer muda yang kerap mengkampanyekan tentang pentingnya menerapkan zero waste sebagai gaya hidup. Berikut berupakan beberapa tips dari Siska Nirmala atau yang akrab dipanggil Pieta, penggiat antisampah sekaligus seorang jurnalis kelahiran 7 Mei 1987 ini.

1. Zero waste ala Pieta

Mengenal Siska Nirmala, Pahlawan Zero Waste yang Pantas Diteladani
Gerakan kampanye zero waste ala Pieta. (Foto: instagram @zerowasteadventure)

Sebagai penyuka kegiatan mendaki gunung, Pieta memulai ekspedisi pertamanya pada tahun 2013 ketika mendaki di Gunung Gede, Bogor.Pieta mengajak beberapa temennya untuk mendaki dengan meminimalisir sampah dengan cara mengganti perbekalan makanan instan dengan berbagai buah, sayur, abon, bakso, dan air minum dengan botol minum.

Kulit buah dikubur ke tanah agar menjadi kompos, biji dibawa pulang agar tidak tumbuh dan merusak ekosistem gunung, serta sampahnya dibawa pulang.

Kegiatan mendaki ramah lingkungan ini dilakukan karena mengingat pengalamannya mendaki Gunung Rinjani sehabis terbakar pada 2010 dan menyaksikan bungkus makanan, tisu bekas, stereofoam yang memenuhi pandangan.

Meskipun bukan salah satu pelakunya, namun Pieta mengungkapkan bahwa mengumpulkan dan membawa sampah turun gunung tidak menuntaskan masalah, namun hanya memindahkan masalah.

2. Hindari konsumsi makanan kemasan

Mengenal Siska Nirmala, Pahlawan Zero Waste yang Pantas Diteladani
Gunakan tempat makan untuk menghindari barang sekali pakai yang bisa merusak lingkungan. (Foto: instagram @zerowasteadventure)

Sembari menjaga lingkungan, ternyata gaya hidup Pieta juga berubah seiring dengan berjalannya kampanye ini. Selama pengalaman Pieta selama enam tahun menjalankan gaya hidup zero waste, pola makan Pieta berubah menjadi lebih sehat.

Tanpa disadari, kebiasaan makan tiga kali sehari, makan buah-buahan, dan selalu menghindari perilaku konsumtif seperti jajan yang awalnya untuk menghindari penggunaan barang sekali pakai mengubah gaya hidup Pieta menjadi lebih sehat.

Contoh nyata yang dilakukan adalah Pieta mi instan, makanan kemasan beku, dan goreng-gorengan. Kunci dari gerakan ini adalah perencanaan tentang apa yang kamu konsumsi.

3. Perbekalan keluar rumah yang harus disiapkan

Mengenal Siska Nirmala, Pahlawan Zero Waste yang Pantas Diteladani
Perbekalan ketika mau mendaki gunung. (Foto: instagram @zerowasteadventure)

Jika keluar rumah, beberapa hal ini bisa dijadikan pedoman nih buat kamu untuk ikut andil dalam kampanye zero waste ini! Mulailah membawa dan menggunakan botol minum, wadah makanan kosong, tempat makan, serta kantong berbahan kain. (shn)


Tags Artikel Ini

Ananda Dimas Prasetya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH