Mengenal Lebih Jauh Tentang Aktivitas Mendaki Gunung Naik gunung, aktivitas liburan yang menyenangkan. (Foto: Pexels/Archie Binamira)

NEW normal menjadi bagian yang harus diterima oleh masyarakat saat ini. Tanpa itu segala kegiatan memiliki risiko tertular VOPOVID-19.

Sejak relaksasi PSBB diberlakukan, beberapa pintu pendakian gunung sudah dibuka. Namun memang masih dalam keterbasan. Sebenarnya aktivitas mendaki gunung itu seperti apa?


Baca Juga:


Baik untuk kardiovaskular

gunung
Kegiatan mendaki gunung membutuhkan kesiapan fisik. (Foto: Unsplash/khamkhor)


Jangan salah tidak semua kegiatan berjalan ke puncak gunung diartikan sebagai mendaki gunung. Kegiatan ini dapat digambarkan sebagai pendakian pada bukit atau gunung dengan kemiringan dan rintangan medan tertentu. Dibutuhkan kemampuan, pengenalan medan dan penggunaan peralatan teknis.

Ada banyak manfaat mendaki gunung, yang paling jelas adalah meningkatkan kebugaran fisik dan tingkat kebugaran kardiovaskular serta mengurangi lemak tubuh melalui latihan aerobik. Kemudian manfaat lain adalah meningkatkan kepercayaan diri sendiri dan keterampilan kerja tim. Dua manfaat ini dapat diterapkan pada kehidupan dan rutinitas harian.


Spritual

gunung
Adanya pemenuhan kebutuhan spritual ketika naik gunung. (Foto: Pexels/Pixabay)

Pegunungan menghadirkan tantangan bagi para petualang dan arena bagi olahragawan. Pendakian gunung adalah pengejaran spiritual seperti halnya pengejaran fisik.

Seringkali kamu akan mengalami kegembiraan dan kesedihan pribadi, kemenangan dan kekalahan tetapi selalu mengembangkan semangat itu untuk mengatasi yang tidak dapat diatasi.

Hanya sedikit orang yang terbangun suatu hari memutuskan untuk mencoba mendaki gunung, lebih sering itu merupakan perkembangan alami bagi pendaki bukit atau pemanjat tebing untuk mengejar kesenangan mereka lebih jauh.


Baca Juga:


Waktu tempuh

gunung
Butuh waktu untuk mencapai tujuan akhir. (Foto: Unsplash/Jonatan Pie)


Rute pendakian gunung hanya untuk kesenangan biasanya ditempuh hanya dalam waktu jam. Namun untuk pendakian serius dibutuhkan persiapan tidak sebentar dan proses pendakian yang dapat memakan waktu sangat lama. Kualitas pendakian tidak hanya ditentukan oleh ketinggian yang didaki, tetapi oleh sejumlah faktor lainnya.

Banyak pendaki gunung terobsesi dengan 'mengantongi' beberapa puncak dunia biasanya di atas 8.000 meter yang semuanya ada di Himalaya. Pada ketinggian itu dibutuhkan stamina fisik yang prima. Tubuh harus dapat beradaptasi dengan level oksigen yang tipis. Belum lagi tantangan suhu dingin yang dapat berujung pada maut.


Emosional

gunung
Aktivitas luar ruang yang melibatkan sisi emosional. (Foto: Pexels/Abhiram Prakash)


Pendakian gunung melibatkan seluruh sisi emosi dan kadang-kadang semuanya bisa bertabrakan sekaligus. Kata-kata tidak bisa menggambarkan rasa kebebasan yang kamu dapatkan saat mendaki gunung. Ini benar-benar pengalaman spiritual yang membuat kamu merasa benar-benar hidup. Kam akan menemukan banyak hal tentang diri kamu sendiri. Beberapa kekuatan batin yang bahkan tidak pernah disadari serta mengembangkan kekuatan baru.

Pada setiap pendakian akan ada saat-saat baik dan buruk juga, itulah yang membuat olahraga ini begitu menantang dan membangun karakter. Kamu mungkin mengalami saat-saat ketika kamu bertanya pada diri sendiri, "Mengapa saya melakukan ini?"

Tidak ada batasan usia untuk memasuki dunia pendakian gunung. Meskipun untuk anak-anak dan manula harus tetap dalam pengawasan rekan satu tim. Satu-satunya hambatan nyata untuk mendaki gunung adalah kebugaran fisik yang memumpuni. Bahkan hal ini akan berkembang ketika kamu lebih menekuni dan melewati rute yang lebih sulit dan lebih berkelanjutan. (lgi)


Baca Juga:

Kredit : leonard

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH