In Flames, Band Metal Paling Ditunggu di Hammersonic Festival 2018 In Flames (Foto: imdb)

PARA penyuka musik cadas Tanah Air akan dimanjakan kembali dengan perhelatan musik akbar Hammersonic Festival 2018. Ajang itu akan digelar di Carnaval Beach Ancol, Jakarta, 22 Juli 2018.

Setelah enam tahun sukses menggelar sebuah pentas musik keras, seperti metal, hardcore, dan punk, Hammersonic Festival tahun ini tampil dengan line-up yang sangat cadas dan fresh.

Salah satunya ialah In Flames, band melodic metal death yang menjadi penampil paling ditunggu di salah satu event musik metal terbesar di Indonesia itu.

In Flames (Foto: Shockwavemagazine)

In Flames ialah band bergenre death metal asal Gothenburg, Swedia, yang dibentuk Jesper Stromblad pada 1990. Kala itu, Stromblad masih menjadi personel grup band Ceremonial Oath. Ia akhirnya hengkang dari band tersebut pada 1993 dan fokus di In Flames.

Formasi awal In Flames saat terbentuk, yaitu Stromblad (gitar, drum, keyboard), Johan Larsson (bass), Glenn Ljungstrom (gitar), dan Carl Aslund (gitaris sementara). Saat itu, perusahan rekaman pertama yang menerima In Flames ialah Wrong Again Records. Seusai ditangani perusahaan tersebut, In Flame pun mulai menggarap album perdana mereka, Lunar Strain. Album itu selesai pada 1994 dan drilis pada tahun yang sama. Mikael Stanne menjadi voaklis sementara di album tersebut. Selain Stanne, In Flame juga sempat menggandeng Hengke Fross sebagai vokalis sementara.

Barulah pada 1995 band cadas satu ini mendapat seorang pemain drum dan vokalis, yakni Bjorn Gelotte dan Friden Anders. Dengan formasi yang lengkap, In Flame menelurkan album The Jester Race pada 1995. Peluncuran album tersebut diikuti sebuah tur bersama Samael, Grip Inc, dan Kreator.

In Flames (Foto: Metalobsession)

Dua tahun kemudian, tepatnya pada 1997, In Flames kembali melahirkan karya terbaru yaitu album ketiga mereka yang bertajuk Whoracle. Seusai perilisan album itu, Glenn Ljungstrom dan Johan Larsson hengkang dari band. Untuk sementara waktu, Niklas Engelin dan Peter Iwers menggatikan kekosongan tersebut dan melanjutkan tur Eropa.

Bongkar pasang personel pun terjadi lagi di 1998. Kepergian Engelin membuat Gelotte yang tadinya di posisi drum berpindah sebagai gitaris. Sementara itu, Daniel Svesson masuk menjadi penggebuk drum.

Meskipun terjadi perubahan personel, In Flame tetap produktif menghasilkan karya. Album keempat mereka, Colony, dirilis pada 1999. Perilisan itu diikuti tur ke Jepang, Eropa, dan Amerika. Setelah itu, band ini berturut-turut merilis Clayman (2000) dan Reroute to Reman (2002). Mereka bahkan menjalani tur bersama band metal papan atas, seperti Slayer, Soulfly, dan Mudvayne.

Nama In Flame makin bersinar setelah mereka merilis album ketujuh, Soundtrack to Your Escape di 2004. Meskipun demikian, album tersebut dianggap kehilangan fokus. Pasalnya, ciri khas musik melodic death metal yang jadi ciri khas mereka terdengar teralihkan.

Dengan nama yang makin bersinar, In Flame kembali menjalani tur dengan band-band besar lainnya, seperti Judas Priest, Motley Crue, dan Motorhead. Mereka bahkan menggelar tur lain pada 2005 bersama Lacuna Coil dan Sepultura untuk mempromosikan album Come Clarity.

(Foto: ghostcultmag)

Sebagai sebuah band musik keras, In Flame terbilang amat produktif. Album kesembilan mereka, A Sense of Purpose, dirilis pada Februari 2009 dan langsung diikuti tur bersama Children of Bodom, Megadeath, Job for a Cowboy, dan High on Fire.

Selain produktif, In Flame juga berjasa dalam mengembangkan musik melodic death metal bersama Dark Tranquillity dan At The Gates. Mereka memadukan death metal mainstream ala Amerika dengan gaya gitar Iron Maiden dengan background death metal. Itulah yang membuat musik mereka menjadi perpaduan melodi dengan kebrutalan death metal. Yang membuat mereka makin kuat ialah tema-tema kemanusiaan yang mereka angkat.

Dengan catatan karier yang panjang di kancah industri musik keras internasional, In Flames pun acap mendapat penghargaan bergengsi. Mereka dianugerahi dua penghargaan dari tiga nominasi Grammy, satu untuk Soundtrack to Your Escape (2004) untuk kategori Hard Rock/Metal of the Year dan satu nominasi untuk album Come Clarity (2006) dalam kategori yang sama. Selain itu, In Flames menjadi Best Band Internasional dari Golden Metalhammer Gods di 2008, juga sebuah Grammy untuk A Sens of Purpose dalam kategori Best Hard Rock.

Pantas saja para metalhead sudah tak sabar menantikan betapa gaharnya band tersebut. Sampai bertemu di Hammersonic Festival 2018 pada 22 Juli nanti ya!(Ryn)

Kredit : raden_yusuf

Tags Artikel Ini

Raden Yusuf Nayamenggala

LAINNYA DARI MERAH PUTIH