Mengenal Jenis Kopi yang Digunakan Mikael Jasin Mikael Jasin menyajikan kopi buatannya. (Foto: MP/Leonard GI)

BEGITU banyak jenis kopi yang beredar di dunia. Setiap negara produsen kopi memiliki jenis buah kopi terbaik dengan proses unggulannya masing-masing. Bisakah kamu bayangkan biji kopi unggulan disulap menjadi secangkir kopi siap minum oleh seorang barista bergelar juara dunia? Tentu bagi kamu yang ngaku sebagai pencinta specialty coffee sejati akan penasaran, kan?

Belum lama ini digelar acara peluncuran produk kopi di coffee shop A Tale of Two Coffee Beans yang merupakan rangkuman kopi yang dipakai oleh Mikael Jasin. Mikael Jasin adalah barista juara World Barista Champions memakai tiga jenis kopi berbeda yang menghantarkannya berkiprah di laga besar itu.

Baca Juga:

Menikmati Olahan Kopi dari Barista Dunia, Mikael Jasin


Panama Finca Deborah "Ilumination"

kopi
Tiga jenis kopi yang di pakai Mikael Jasin pada ajang WBC 2019. (Foto: MP/Leonard GI)

Kopi Panama Finca Deborah "Ilumination" berasal dari negara Amerika Selatan, Panama, di wilayah Chiriqui. Ditanam dan hidup pada 1.900 meter di atas permukaan laut. Menggunakan proses pasca panen whole cherry washed carbonic maceration. Biji kopi ini merupakan varietas Geisha (Gesha). Memiliki karakter rasa lime candy, navel orange dan jasmine. Adalah varietas geisha sangat terkenal secara global di dunia perkopian.

Baca Juga:

Ini Perbedaan Antara Cappucino, Espresso, Latte, dan Mochaccino


Ethiopia "Jasper" 0818

kopi
Tiga jenis kopi berbeda melalui teknik pembuatan yang berbeda. (Foto: MP/Leonard GI)

Menurut laman dailycoffee, kopi ini ditanam di ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut, berasal dari desa Masina, Gji, Etiopia. Biji kopi ini merupakan varietas heirloom. Beberapa karakter rasa yang dihasilkan dari biji kopi ini adalah macerated berries, shiraz, 60% Dark Chocolate. Proses pasca panen yang dianut adalah carbonic maceration.

Sebagai catatan, proses dasar pasca panen dari ketiga jenis kopi ini adalah carbonic maceration. Carbonic maceration adalah metode proses yang relatif baru yang diterapkan untuk pemrosesan kopi pasca panen. Ini melibatkan penggunaan karbon dioksida untuk memurnikan pemrosesan kopi untuk lebih mengontrol fermentasi dengan mengaktifkan ragi dan bakteri tertentu, memungkinkan pengembangan rasa kopi tanpa risiko oksidasi berlebih.

Carbonic maceration merupakan istilah yang diambil dari industri anggur. Seluruh anggur difermentasi tanpa menekan sari buah. Ini cenderung menghasilkan anggur segar dan buah yang mungkin tidak menua dengan baik tetapi dapat dikonsumsi segera setelah produksinya. (lgi)

Baca Juga:

Kopi Puntang Hasil Kerja Keras Ayi Sutedja

Kredit : leonard

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH