Mengenal Ikon Bumi Blambangan, Festival Tari Gandrung Banyuwangi Tari Gandrung Banyuwangi. (Sumber: osengisme.blogspot.com)

PAMERAN tari kolosal Festival Gandrung Sewu akan kembali digelar di Banyuwangi. Tahun ini, festival tersebut akan diadakan pada 20 Oktober 2018 di pantai Boom di Banyuwangi. Sebanyak 1.314 penari Gandrung akan meramaikan festival ini.

Mereka secara kompak akan berlenggak-lenggok menari Gandrung di pinggir pantai Boom.

Tari Gandrung menjadi ikon kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini sejak 2002. Tari tradisional Banyuwangi ini kemudian diangkat dalam sebuah festival yang menarik banyak wisatawan untuk datang.

Bahkan, Festival Gandrung Sewu kini jadi ajang unggulan Bumi Blambangan.

tari gandrung
Festival Tari Gandrung yang jadi ikon Banyuwangi. (foto: Instagram @banyuwangi_kab)

Ribuan penari dari segala penjuru Banyuwangi menari Gandrung di pinggir pantai indah Banyuwangi. Tari Gandrung sendiri punya makna lekat dan mendalam bagi warga Banyuwangi. Dalam dialek lokal, gandrung berarti cinta yang mendalam.

Bagi masyarakat Banyuwangi yang sebagian besar ialah petani, objek kasih sayang mereka ialah Dewi Sri. Itulah mengapa Gandrung merupakan ungkapan rasa syukurnya atas hasil panen yang diperoleh.

Acara Gandrung Sewu bukan hanya pertunjukan tari kolosal yang melibatkan ribuan orang. Tapi juga berfungsi untuk mengkonsolidasikan apresiasi budaya di antara banyak kelompok yang berbeda.

Peserta tari akan dipilih dari SMP dan SMA di Giri, Wongsorejo, Kalipuro dan Glagah di Banyuwangi. (*)


Tags Artikel Ini

Thomas Kukuh

LAINNYA DARI MERAH PUTIH