Mengenal Geofencing, Teknologi Pemantau Ojek Daring Selama PSBB Layanan ojek daring mulai menerapkan geofencing. (unsplash @fikrirasyid)

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta mengizinkan layanan ojek daring seperti Gojek dan Grab beroperasi selama penyedia layanan menerapkan teknologi geofencing.

Baca juga: Selama #DiRumahAja Enggak Perlu Khawatir Pesan Makanan via Ojek Online




Apa sih teknologi geofencing? Melansir Technopedia, geofencing merupakan teknologi mendefinisikan batas virtual di sekitar area geografis dunia nyata. Dalam penggunaannya, geofencing memungkinkan adanya notifikasi atau peringatan otomatis telah dibuat berdasarkan koordinat telah ditentukan dari suatu area geografis.

Mekanisme sederhana, lanjut Technopedia, seperti mendapatkan notifikasi email atau pesan teks secara otomatis dipicu dan dikirim ke ponsel pengguna ketika anak pengguna tersebut tiba di rumah dari sekolah.

Geofencing
Selama PSBB mitra pengemudi tidak diizinkan untuk berkerumun dalam satu area. (unsplash @findracadabra)



Dalam contoh tersebut, pembatasan wilayah merupakan batas virtual geografis mengelilingi rumah pengguna. Saat ponsel anak pengguna memasuki area batas wilayah, secara otomatis akan dikirim via email ke perangkat pengguna melalui aplikasi mengaktifkan pembatasan wilayah di ponsel.

Dalam contoh Gojek maupun Grab, geofencing diterapkan untuk mendeteksi para mitra atau pengemudi.

Semisal, Tidak diperbolehkan untuk berkerumun lebih dari lima orang di sebuah area. "Dengan geofencing, mitra pengemudi dapat dideteksi dan diberikan peringatan pada mitra pengemudi yang berkerumun," kata Gautama Adi Kusuma, VP Regional Public Policy and Government Relations Gojek, melalui diskusi virtual, tulis Antara News.

Adi juga menambahkan dengan geofencing, layanan Gojek tidak dapat beroperasi di wilayah zona merah.

Geofencing
Umumnya geofencing digunakan sebagai salah satu taktik bisnis. (unsplash @campaign_creators)



Umumnya, teknologi ini digunakan untuk usaha bisnis. CIO menulis geofencing bukanlah teknologi jarang digunakan, bahkan sudah menjadi praktik standar di banyak bisnis.

"Begitu suatu area geografis telah ditentukan, peluang tampaknya tidak terbatas untuk apa yang dapat dilakukan perusahaan, dan ini menjadi sangat populer di pemasaran dan media sosial," tulis CIO.

Baca juga: Main Gim Kini Bisa Melalui Aplikasi Ojek Daring



Beberapa bisnis retail dan perhotelan bahkan menerapkan pembatasan wilayah virtual di sekitar wilayah pesaing mereka. Jadi saat mendekati batas tersebut, konsumen akan mendapatkan notifikasi memintamu mengunjungi perusahaan lain.

Geofencing
Industri geofencing diperkirakan akan tumbuh lebih dari 27 persen pada 2022. (unpslash @plhnk)



Melansir laman Buildfire, dengan kata lain, geofencing dapat dianggap sebagai strategi pengoptimalan pemasaran seluler. Sejauh ini, pengguna dapat melihat sisi baiknya dari bisnis saat memanfaatkan iklan seluler dengan target pelanggan dalam suatu lokasi geografis.

Selain bermanfaat untuk mendapatkan perhatian pelanggan, dengan geofencing pengguna juga bisa memantau karyawan dan produknya. Dengan teknologi ini, pengguna bisa mendapatkan pemberitahuan saat karyawan meninggalkan pos tugasnya atau saat produk dikeluarkan secara ilegal.

Meski umum digunakan untuk bisnis, geofencing bisa bermanfaat untuk banyak hal, sehingga membuat industri geofencing akan terus meningkat. Menurut siaran pers dari MarketsandMarkets, industri geofencing diperkirakan akan tumbuh lebih dari 27 persen pada tahun 2022. (Lev)

Baca juga: 1.000 Paket Health Kit untuk Pengemudi Ojek Online


Tags Artikel Ini

Yudi Anugrah Nugroho

LAINNYA DARI MERAH PUTIH