Jacoweek 2021
Mengenal 2 Biji Kopi Spesial dari Filosofi Kopi di Jacoweek 2021 Filosofi Kopi memamerkan sjeumlah biji kopi spesial di Jacoweek 2021 (Foto: merahputih.com/Raden Yusuf Nayamenggala)

PADA event Jakarta Coffee Week (Jacoweek) 2021 yang digelar di Atrium GF Mall of Indonesia, Kelapa Gading, Jakarta Utara, terdapat puluhan tenant yang menawarkan ragam biji kopi spesial dan peralatan kopi.

Dari puluhan tenant tersebut, yang cukup menarik perhatian yakni tenant Filosofi Kopi. Saat tim merahputih.com berkunjung ke tenant Filosofi Kopi, ada sebuah pemandangan unik berupa lima biji kopi yang berada di atas papan kayu estetik hingga terlihat sangat eksklusif.

Ada dua biji kopi eksklusif yang secara eksklusif dirilis di Jacoweek 2021. (Foto: merahputih.com/Raden Yusuf Nayamenggala)

Baca Juga:

Mengenal Proses Pengolahan Kopi dengan Ultrasonik di Jacoweek 2021

Belum lagi ditambah dengan keterangan tentang profil kelima biji kopi tersebut dengan lima kain di belakangnya, membuat lima biji kopi tersebut menarik perhatian pengunjung.

Kopi Campaka berasal dari Garut Jawa Barat (Foto: merahputih.com/Raden Yusuf Nayamenggala)

Namun, setelah ditelusur lebih jauh, rupanya dari lima biji kopi tersebut yang terbaru dan eksklusif dipamerkan di Jacoweek 2021 hanya ada dua. Hal tersebut dipaparkan oleh perwakilan Filosofi Kopi di Jacoweek 2021.

"Jadi ini ada lima beans, ada tiga beans yang udah kita jual dari lama itu perfecto, tiwus dan lestari. Kalau main ke kedai kita kalian bisa menikmati tiga jenis beans tersebut, nah kalau yang dua yakni Campaka dan Sangir itu kita kolaborasi dengan Rowtroastery," tutur Zahra Rania, perwakilan dari Filosofi Kopi di Jacoweek 2021, saat ditemui merahputih.com.

Terkait kolaborasi tersebut, Andre selaku perwakilan dari Rowtroastery, mengatakan ada dua beans yang spesial dirilis di Jacoweek bersama Filosofi Kopi yakni Campaka dan Sangir.

"Kita kali ini bareng sama filosofi kopi, saya dari rowtroastery merilis kopi yang khusus secara eksklusif saya kurasi khusus buat event ini, ada campaka dari Jawa Barat dan ada Sangir dari Sumatera Barat," jelas Andre, Perwakilan dari Rowtroastery.

Terkait dua beans yang eksklusif dirilis di Jacoweek 2021 itu, memiliki beberapa keunikan masing-masing. Untuk campaka, cenderung lebih fruity.

"Karena ini prosesnya double fermentation natural ,lebih cenderung ke fruity, dari aromanya sudah kencang bau buahnya bau sweet-nya, bukan yang tipikal terlalu fermentasi, itu cuma ada di aromanya aja, hanya saja ketika diminum nyaman banget, sweetness-nya lumayan tinggi," jelas Andre.

Sementara untuk Sangir, menurut Andre Sangir memiliki aroma yang lebih lite dan acidity-nya tinggi. Untuk orang yang suka asam maka cenderung lebih suka Sangir, sementara untuk yang menyukai fruity cenderung ke beans Campaka.

Beans Campaka berasal dari Cianjur, Jawa Barat di ketinggian 1100-1300 Msl. Beans ini diproses dengan double fermentation. Untuk rasanya lebih pada jeruk, blackberry dan blackcurrant.

Lot ini melalui dua kali proses fermentasi secara anaerobik. Proses fermentasi yang dilakukan memerlukan waktu selama kurang lebih 14 hari agar bisa mencapai target kadar air di range 12 persen hingga 12,5 persen, untuk menghindari proses fermentasi yang berlebihan selama proses pengeringan. Kopi juga harus dibolak-balik secara berkala.

Baca Juga:

Beangasm Kolaborasi dengan Roastery Asal Swedia di Jacoweek 2021

Kemudian, fase fermentasi yang terkontrol pada lot ini menghasilkan karakter seperti buah jeruk dan manis buah berry matang, dan terasa juicy.

Kopi Sangir berasal dari Sumatera Barat (Foto: merahputih.com/Raden Yusuf Nayamenggala)

Sementara untuk biji kopi Sangir berasal dari Solok, Sumatera Barat. Biji kopi ini berada di ketinggian 1200 Msl. Kopi ini berasal dari Sangir, sebuah kecamatan di daerah Solok Selatan, Sumatera Barat. Kopi ini diproses oleh Supriyatno, pemilik Putra Tunggal Coffee.

Kopi ini diproses dengan red honey, yang dilakukan tim Putra Tunggal Coffee. Mereka menyiapkan sejumlah mucilage pada biji kopi saat tahapan pulping. Kemudian, bagian mucilage yang tertinggal pada biji kopi, difermentasi secara aerobic selama 12 jam, dengan masa pengeringan selama 14-18 hari di dalam green house. (ryn)

Baca juga:

'All Star Champion' Jadi Pusat Perhatian di Jacoweek 2021

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
'F9', Masalah Keluarga yang Belum Selesai
ShowBiz
'F9', Masalah Keluarga yang Belum Selesai

F9 akan menghadirkan masa lalu dari karakter utama seri Fast and Furious.

Daftar Pemenang BAFTA Awards 2021
ShowBiz
Daftar Pemenang BAFTA Awards 2021

Nomadland menang banyak.

10 Drama Korea Paling Populer Saat Ini, Wajib Nonton (Part 1)
Fun
10 Drama Korea Paling Populer Saat Ini, Wajib Nonton (Part 1)

Mulai dari bergenre komedi sampai misteri.

‘Jameson Connects Indonesia’ Jadi Wadah Baru untuk Musisi Indonesia
ShowBiz
‘Jameson Connects Indonesia’ Jadi Wadah Baru untuk Musisi Indonesia

Jameson Connects Indonesia ingin memberi kesempatan dan menggugah gairah musisi pendatang baru dari ....

Menyemai Kebaikan Mengajak Orang Terdekat Membantu Masyarakat Terdampak Pandemi
Hiburan & Gaya Hidup
Penampilan Paling Memukau di Televisi Sepanjang 2021
ShowBiz
Penampilan Paling Memukau di Televisi Sepanjang 2021

Mulai dari bintang serial drama hingga host wawancara eksklusif.

Perhiasan Pembawa Keberuntungan di Tahun Kerbau Logam
Fashion
Perhiasan Pembawa Keberuntungan di Tahun Kerbau Logam

Ada panduan perhiasan yang bisa dikenakan setiap shio berdasarkan fengsui.

Jennie Blackpink dan Yeji Itzy Dukung Atlet Renang Hwang Sun-woo
ShowBiz
Jennie Blackpink dan Yeji Itzy Dukung Atlet Renang Hwang Sun-woo

Dukungan dari dua idolanya sudah pasti membuat perenang itu melesat kegirangan.

Resmi Jadi Presiden AS, Joe Biden: Demokrasi Telah Menang
ShowBiz
Resmi Jadi Presiden AS, Joe Biden: Demokrasi Telah Menang

Pidatonya disampaikan setelah selesai bersumpah.

Tenaga Kesehatan Hamil Tua Tetap Bertugas Saat Pandemi Sejatinya Jagoan Negeri Aing
Hiburan & Gaya Hidup
Tenaga Kesehatan Hamil Tua Tetap Bertugas Saat Pandemi Sejatinya Jagoan Negeri Aing

ANNA Asmaul, seorang dokter di sebuah fasilitas kesehatan Jakarta, tenaga kesehatan hamil tua, ketika kasus pertama COVID-19 di Indonesia