Kesehatan
Pandemi COVID-19, Waspadai Dampak Buruk Polusi Udara  omponen dari polusi udara baik komponen gas ataupun komponen partikel, sebagian besar berdampak pada iritatif (foto: pixabay/juergenpm)

MASYARAKAT diimbau harus lebih waspada terhadap buruknya dampak polusi udara di masa pandemi COVID-19 saat ini. Hal tersebut dipaparkan oleh Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (KPDPI) Dr Agus Dwi Susanto.

Menurut Agus, faktor lingkungan serta pola kerja mempunyai porsi yang cukup besar terhadap kesehatan serta fungsi dari paru dan penyakit lain yang berhubungan dengan saluran pernapasan manusia.

Baca Juga:

Mural Ini Bisa Menyerap Polusi Setara 780 Pohon

penting bagi masyarakat untuk selalu mewaspadai serta melindungi diri(foto: pixabay/pixel2013)

Karena itu, Dokter Agus mengimbau bahwa penting bagi masyarakat untuk selalu mewaspadai serta melindungi diri.

"Hindari daerah-daerah yang berpolusi dalam beraktivitas di luar rumah, selalu memantau kondisi polutan di udara, kemudian kurangi aktivitas di luar ruangan pada saat polutan sedang tinggi, dan menggunakan alat pelindung diri kalau kita beraktivitas di luar rumah termasuk menggunakan masker," ujar Dokter Agus seperti yang dikutip dari laman Antara.

Mengapa demikian? karena komponen dari polusi udara baik komponen gas ataupun komponen partikel, sebagian besar berdampak pada iritatif. Hal tersebut bisa menyebabkan keluhan-keluhan dalam jangka pendek.

Adapun keluhan tersebut yakni berupa iritasi. Seperti kulit muka berubah menjadi merah, hidung sering bersin-bersin, tenggorokan gatal, batuk-batuk karena adanya iritasi dari polusi, termasuk saluran bawah akan timbul peradangan akut, yang berpotensi menimbulkan keluhan dalam jangka pendek.

Baca Juga:

Kiat-Kiat Berkendara Agar Tidak Mencemari Udara

Agus mengatakan gejala tersebut merupakan jangka pendek yang disebabkan paparan polusi udara pada tubuh manusia.

Selain dampak jangka pendek, Agus juga melihat dampak jangka panjang dari polusi udara bagi masyarakat.

Ada dampak jangka pendek dan jangka panjang dari polusi udara (Foto: pixabay/foto-rabe)

Agus menjelaskan, orang yang memiliki asma akan menjadi sering kambuh. Sementara itu, orang yang belum terkena asma, apabila terus-menerus terkena polusi udara, dalam beberapa bulan atau tahun bisa terkena asma.

Hal itu bisa terjadi apabila orang tersebut terus berada di lingkungan berpolusi karena polusi akan membuat penurunan fungsi paru lebih cepat dan berimplikasi menyebabkan asma.

Selain itu, Agus juga melihat dampak buruk lainnya yang disebabkan paparan polusi udara. Terus menerus terpapar udara yang tidak bagus bisa menyebabkan penyakit serius, salah satunya kanker paru-paru.

Sejumlah riset menyebutkan udara yang buruk pun bisa berdampak pada gangguan kognitif anak-anak dalam masa pertumbuhan. Tinggi badan mereka akan sedikit lebih pendek daripada anak-anak yang tak terkena polusi. (Ryn)

Baca Juga:

Converse Lanjutkan Kampanye Bersihkan Udara di Dua Wilayah Jakarta

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Injeksi atau Infus, Cara Efektif Berikan Multivitamin
Hiburan & Gaya Hidup
Injeksi atau Infus, Cara Efektif Berikan Multivitamin

Lebih efektif jika dibandingkan dengan melalui oral.

Vokalis Cradle of Filth Isyaratkan Kolaborasinya dengan Ed Sheeran
ShowBiz
Vokalis Cradle of Filth Isyaratkan Kolaborasinya dengan Ed Sheeran

Berita tersebut mulai hangat dibicarakan saat pertama kali Ed Sheeran mengaku ‘menyukai death metal’.

Apa Penyebab Uban di Usia Muda?
Fashion
Apa Penyebab Uban di Usia Muda?

Uban normalnya muncul mulai usia 35 tahun

Bersama Rachel Venya, Gusdurian Peduli Sumbangkan 2 Ambulance Laut Untuk Masyarakat Kepulauan Indonesia
Fun
1,33 Juta Orang 'Kumpul' di Konser Muster Sowoozoo BTS
ShowBiz
1,33 Juta Orang 'Kumpul' di Konser Muster Sowoozoo BTS

Mereka berasal dari 195 negara dunia.

Indonesia Termasuk Negara Paling Dermawan di Dunia
Fun
Indonesia Termasuk Negara Paling Dermawan di Dunia

Delapan dari sepuluh orang Indonesia suka berbagi terhadap sesama.

Sweater Balenciaga Seperti Bekas 'Digigit Tikus' Ini Dijual Rp 20,7 Juta
Fashion
Mengapa Kostum Timnas Italia Berwarna Biru?
Hiburan & Gaya Hidup
Mengapa Kostum Timnas Italia Berwarna Biru?

Mengintip alasan mengapa kostum Timnas Italia berwarna Biru, sementara benderanya berwarna hijau, putih dan merah

Para Pemain ‘Jungle Cruise’ Sudah Satu Chemistry
ShowBiz
Para Pemain ‘Jungle Cruise’ Sudah Satu Chemistry

Membuat para penonton betah nonton Jungle Cruise.

Sony Pictures dan 88rising Akan Menggarap Serial TV Seputar Budaya Asia dan Amerika
ShowBiz